<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pendiri Telegram Pavel Durov Didakwa dengan Tuduhan Membantu Teroris</title><description>Rusia akan memasukkan Durov ke dalam daftar buronan internasional menyusul dakwaan ini. &#13;
</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2026/07/29/16/3232981/pendiri-telegram-pavel-durov-didakwa-dengan-tuduhan-membantu-teroris</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2026/07/29/16/3232981/pendiri-telegram-pavel-durov-didakwa-dengan-tuduhan-membantu-teroris"/><item><title>Pendiri Telegram Pavel Durov Didakwa dengan Tuduhan Membantu Teroris</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2026/07/29/16/3232981/pendiri-telegram-pavel-durov-didakwa-dengan-tuduhan-membantu-teroris</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2026/07/29/16/3232981/pendiri-telegram-pavel-durov-didakwa-dengan-tuduhan-membantu-teroris</guid><pubDate>Rabu 29 Juli 2026 14:53 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/29/16/3232981/pendiri_telegram_pavel_durov-kJs4_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pendiri Telegram Pavel Durov. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/29/16/3232981/pendiri_telegram_pavel_durov-kJs4_large.jpg</image><title>Pendiri Telegram Pavel Durov. </title></images><description>MOSKOW - Badan Keamanan Federal Rusia (FSB) mengatakan pada Rabu (29/7/2026) bahwa Pavel Durov, pendiri aplikasi pesan Telegram, telah didakwa di Rusia karena membantu kegiatan teroris. FSB mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa prosedur untuk memasukkan Durov ke dalam daftar buronan internasional telah dimulai.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kepala administrasi Telegram, Pavel Durov, telah didakwa sebagai bagian dari penyelidikan kriminal berdasarkan Pasal 205.1, Bagian 1.1 dari Kitab Undang-Undang Pidana Rusia (membantu kegiatan teroris). Ia dimasukkan ke dalam daftar buronan internasional,&amp;quot; bunyi pernyataan tersebut, sebagaimana dilansir Anadolu.&#13;
&#13;
Pernyataan itu mengatakan bahwa melanggar undang-undang Rusia, administrasi Telegram belum menghapus banyak saluran, obrolan, dan bot dari aplikasi pesan ini yang secara aktif digunakan oleh dinas rahasia Ukraina, organisasi teroris, dan ekstremis untuk mempersiapkan dan mengoordinasikan sabotase dan tindakan teroris, pembunuhan massal, serta kegiatan penipuan siber di Rusia.&#13;
&#13;
Ditambahkan bahwa kegiatan-kegiatan ini telah mengakibatkan banyak korban jiwa, termasuk perempuan dan anak-anak, serta kerugian materiil miliaran dolar.&#13;
&#13;
Telegram sangat dibatasi dan secara efektif diblokir di Rusia dari tahun 2018 hingga 2020. Pada awal tahun 2026, media lokal melaporkan bahwa pemerintah berencana untuk memblokir platform perpesanan tersebut lagi. Sekitar 65 juta orang di Rusia menggunakan Telegram setiap hari.&#13;
</description><content:encoded>MOSKOW - Badan Keamanan Federal Rusia (FSB) mengatakan pada Rabu (29/7/2026) bahwa Pavel Durov, pendiri aplikasi pesan Telegram, telah didakwa di Rusia karena membantu kegiatan teroris. FSB mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa prosedur untuk memasukkan Durov ke dalam daftar buronan internasional telah dimulai.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kepala administrasi Telegram, Pavel Durov, telah didakwa sebagai bagian dari penyelidikan kriminal berdasarkan Pasal 205.1, Bagian 1.1 dari Kitab Undang-Undang Pidana Rusia (membantu kegiatan teroris). Ia dimasukkan ke dalam daftar buronan internasional,&amp;quot; bunyi pernyataan tersebut, sebagaimana dilansir Anadolu.&#13;
&#13;
Pernyataan itu mengatakan bahwa melanggar undang-undang Rusia, administrasi Telegram belum menghapus banyak saluran, obrolan, dan bot dari aplikasi pesan ini yang secara aktif digunakan oleh dinas rahasia Ukraina, organisasi teroris, dan ekstremis untuk mempersiapkan dan mengoordinasikan sabotase dan tindakan teroris, pembunuhan massal, serta kegiatan penipuan siber di Rusia.&#13;
&#13;
Ditambahkan bahwa kegiatan-kegiatan ini telah mengakibatkan banyak korban jiwa, termasuk perempuan dan anak-anak, serta kerugian materiil miliaran dolar.&#13;
&#13;
Telegram sangat dibatasi dan secara efektif diblokir di Rusia dari tahun 2018 hingga 2020. Pada awal tahun 2026, media lokal melaporkan bahwa pemerintah berencana untuk memblokir platform perpesanan tersebut lagi. Sekitar 65 juta orang di Rusia menggunakan Telegram setiap hari.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
