<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Studi Ungkap Kesehatan Baterai Setelah Tempuh Jarak 100 Ribu Km</title><description>Studi itu meneliti 9.954 pengujian baterai EV yang dijual di Swedia antara tahun 2022 dan 2026.&#13;
</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2026/07/23/15/3231957/studi-ungkap-kesehatan-baterai-setelah-tempuh-jarak-100-ribu-km</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2026/07/23/15/3231957/studi-ungkap-kesehatan-baterai-setelah-tempuh-jarak-100-ribu-km"/><item><title>Studi Ungkap Kesehatan Baterai Setelah Tempuh Jarak 100 Ribu Km</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2026/07/23/15/3231957/studi-ungkap-kesehatan-baterai-setelah-tempuh-jarak-100-ribu-km</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2026/07/23/15/3231957/studi-ungkap-kesehatan-baterai-setelah-tempuh-jarak-100-ribu-km</guid><pubDate>Kamis 23 Juli 2026 19:14 WIB</pubDate><dc:creator>Erha Aprili Ramadhoni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/23/15/3231957/mobil_listrik-wiY4_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Studi Ungkap Kesehatan Baterai Setelah Tempuh Jarak 100 Ribu Km (Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/23/15/3231957/mobil_listrik-wiY4_large.jpg</image><title>Studi Ungkap Kesehatan Baterai Setelah Tempuh Jarak 100 Ribu Km (Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Studi mengungkap kondisi kesehatan baterai pada mobil listrik setelah menempuh jarak 62 ribu mil atau sekitar 100 ribu kilometer (km).&#13;
&#13;
1. Studi Kesehatan Baterai Mobil Listrik&#13;
&#13;
Diketahui, konsumen masih khawatir mengenai umur baterai saat akan memutuskan mobil listrik. Dari hasil studi tersebut, terungkap kondisi kesehatan baterai setelah menempuh jarak 100 ribu km.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Melansir Carscoops, Kamis (23/7/2026), studi ini dilakukan platform jual beli mobil online Carla. Platform itu meneliti 9.954 pengujian baterai EV yang dijual di Swedia antara tahun 2022 dan 2026.&#13;
&#13;
Penelitian ini menggunakan alat diagnostik dari AVILOO yang mengukur kondisi kesehatan paket baterai yang sebenarnya, bukan mengandalkan perkiraan yang diberikan oleh mobil itu sendiri.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dari penelitian itu, terungkap Kia e-Niro menjadi mobil listrik dengan kesehatan baterai terbaik. Setelah menempuh jarak 100 ribu km, baterai Kia e-Niro &amp;nbsp;mempertahankan 97,25 persen dari kapasitas awalnya. Kia e-Niro dibekali baterai berkapasitas 64 kWh.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara baterai mobil listrik Hyundai Kona Electric mempertahankan 97,18 persen dari kapasitas awal. Hyundai Kona menggunakan baterai yang serupa dengan Kia e-Niro.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Posisi ketiga ditempati Kia EV6 yang dibekali baterai berkapasitas 77,4 kWh. Setelah menempuh jarak 100 ribu km, Kia EV6 masih mempertahankan 95,95 persen dari kapasitas awal.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Volvo XC40 menjadi mobil listrik Eropa dengan kesehatan baterai terbaik. Baterai berkapasitas 69 kWh di VolVO XC40 mempertahankan 94,7 persen dari kapasitas awal.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Polestar 2 dan BMW i3 menjadi model berikutnya dengan kapasitas baterai 94,35 persen dan 93,77 persen dari kapasitas awal.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Secara keseluruhan, dari studi itu terungkap, kondisi kesehatan baterai berada di atas 90 persen, meski telah menempuh jarak 100 ribu km.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Studi mengungkap kondisi kesehatan baterai pada mobil listrik setelah menempuh jarak 62 ribu mil atau sekitar 100 ribu kilometer (km).&#13;
&#13;
1. Studi Kesehatan Baterai Mobil Listrik&#13;
&#13;
Diketahui, konsumen masih khawatir mengenai umur baterai saat akan memutuskan mobil listrik. Dari hasil studi tersebut, terungkap kondisi kesehatan baterai setelah menempuh jarak 100 ribu km.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Melansir Carscoops, Kamis (23/7/2026), studi ini dilakukan platform jual beli mobil online Carla. Platform itu meneliti 9.954 pengujian baterai EV yang dijual di Swedia antara tahun 2022 dan 2026.&#13;
&#13;
Penelitian ini menggunakan alat diagnostik dari AVILOO yang mengukur kondisi kesehatan paket baterai yang sebenarnya, bukan mengandalkan perkiraan yang diberikan oleh mobil itu sendiri.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dari penelitian itu, terungkap Kia e-Niro menjadi mobil listrik dengan kesehatan baterai terbaik. Setelah menempuh jarak 100 ribu km, baterai Kia e-Niro &amp;nbsp;mempertahankan 97,25 persen dari kapasitas awalnya. Kia e-Niro dibekali baterai berkapasitas 64 kWh.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara baterai mobil listrik Hyundai Kona Electric mempertahankan 97,18 persen dari kapasitas awal. Hyundai Kona menggunakan baterai yang serupa dengan Kia e-Niro.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Posisi ketiga ditempati Kia EV6 yang dibekali baterai berkapasitas 77,4 kWh. Setelah menempuh jarak 100 ribu km, Kia EV6 masih mempertahankan 95,95 persen dari kapasitas awal.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Volvo XC40 menjadi mobil listrik Eropa dengan kesehatan baterai terbaik. Baterai berkapasitas 69 kWh di VolVO XC40 mempertahankan 94,7 persen dari kapasitas awal.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Polestar 2 dan BMW i3 menjadi model berikutnya dengan kapasitas baterai 94,35 persen dan 93,77 persen dari kapasitas awal.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Secara keseluruhan, dari studi itu terungkap, kondisi kesehatan baterai berada di atas 90 persen, meski telah menempuh jarak 100 ribu km.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
