<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Untuk Pertama Kali, Jepang Sukses Uji Coba Pendaratan Roket yang Dapat Digunakan Ulang</title><description>Teknologi roket yang dapat digunakan kembali sebelumnya telah digunakan oleh SpaceX. &#13;
</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2026/07/11/16/3229563/untuk-pertama-kali-jepang-sukses-uji-coba-pendaratan-roket-yang-dapat-digunakan-ulang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2026/07/11/16/3229563/untuk-pertama-kali-jepang-sukses-uji-coba-pendaratan-roket-yang-dapat-digunakan-ulang"/><item><title>Untuk Pertama Kali, Jepang Sukses Uji Coba Pendaratan Roket yang Dapat Digunakan Ulang</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2026/07/11/16/3229563/untuk-pertama-kali-jepang-sukses-uji-coba-pendaratan-roket-yang-dapat-digunakan-ulang</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2026/07/11/16/3229563/untuk-pertama-kali-jepang-sukses-uji-coba-pendaratan-roket-yang-dapat-digunakan-ulang</guid><pubDate>Sabtu 11 Juli 2026 21:07 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/07/11/16/3229563/roket_h3_jepang_lepas_landas_dari_pusat_antariksa_tanegashima_pada_22_desember_2025-dmHv_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Roket H3 Jepang lepas landas dari Pusat Antariksa Tanegashima pada 22 Desember 2025.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/07/11/16/3229563/roket_h3_jepang_lepas_landas_dari_pusat_antariksa_tanegashima_pada_22_desember_2025-dmHv_large.jpg</image><title>Roket H3 Jepang lepas landas dari Pusat Antariksa Tanegashima pada 22 Desember 2025.</title></images><description>JAKARTA - Badan antariksa Jepang pada Sabtu (11/7/2026) mengatakan telah menyelesaikan uji lepas landas dan pendaratan pertama prototipe roket yang dapat digunakan ulang. Ini menandai langkah maju dalam teknologi penghematan biaya yang didominasi oleh SpaceX.&#13;
&#13;
Prototipe tersebut, yang diluncurkan dari lokasi uji Badan Eksplorasi Antariksa Jepang (JAXA) di Noshiro, wilayah Akita, mencapai ketinggian sekitar 10 meter, dan kemudian mendarat.&#13;
&#13;
Penerbangan berlangsung sekitar 40 detik, menurut JAXA.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya merasa kami telah mencurahkan banyak waktu dan upaya untuk ini, dan sekarang setelah prototipe lepas landas dan mendarat tanpa masalah, saya harus mengatakan saya merasa sangat lega,&amp;quot; kata Takashi Ito dari JAXA, yang memimpin peluncuran tersebut, kepada wartawan, sebagaimana dilansir AFP.&#13;
&#13;
Ito mengatakan badan tersebut akan meninjau data untuk sepenuhnya menentukan keberhasilan uji coba tersebut, tetapi dia &amp;quot;yakin&amp;quot; bahwa mereka &amp;quot;memperoleh data yang sangat berguna.&amp;quot;&#13;
&#13;
Sebagian besar roket dirancang untuk sekali pakai, dengan komponen yang jatuh ke laut, terbakar di atmosfer, atau tetap berada di orbit sebagai puing-puing. Tahap peluncuran pertama dianggap sebagai komponen yang paling mahal.&#13;
&#13;
Namun, penggunaan roket yang sebagian dapat digunakan kembali akan memangkas biaya peluncuran.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
SpaceX telah mengoperasikan roket Falcon 9 yang dapat digunakan kembali sejak 2017.&#13;
&#13;
Namun, China berhasil melakukan pendaratan roket yang dapat digunakan kembali untuk pertama kalinya pada hari Jumat, sebuah terobosan yang dapat menantang dominasi AS di bidang ini.&#13;
&#13;
Pada Juni tahun lalu, anak perusahaan Honda menjadi perusahaan Jepang pertama yang berhasil meluncurkan dan mendaratkan roket yang dapat digunakan kembali.&#13;
&#13;
Jepang sedang berupaya meningkatkan daya saing internasional industri roket negara tersebut.&#13;
&#13;
Roket andalannya, H3, berhasil diluncurkan pada bulan Juni, beberapa bulan setelah misi sebelumnya untuk menempatkan satelit ke orbit berakhir dengan kegagalan.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan antariksa Jepang pada Sabtu (11/7/2026) mengatakan telah menyelesaikan uji lepas landas dan pendaratan pertama prototipe roket yang dapat digunakan ulang. Ini menandai langkah maju dalam teknologi penghematan biaya yang didominasi oleh SpaceX.&#13;
&#13;
Prototipe tersebut, yang diluncurkan dari lokasi uji Badan Eksplorasi Antariksa Jepang (JAXA) di Noshiro, wilayah Akita, mencapai ketinggian sekitar 10 meter, dan kemudian mendarat.&#13;
&#13;
Penerbangan berlangsung sekitar 40 detik, menurut JAXA.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya merasa kami telah mencurahkan banyak waktu dan upaya untuk ini, dan sekarang setelah prototipe lepas landas dan mendarat tanpa masalah, saya harus mengatakan saya merasa sangat lega,&amp;quot; kata Takashi Ito dari JAXA, yang memimpin peluncuran tersebut, kepada wartawan, sebagaimana dilansir AFP.&#13;
&#13;
Ito mengatakan badan tersebut akan meninjau data untuk sepenuhnya menentukan keberhasilan uji coba tersebut, tetapi dia &amp;quot;yakin&amp;quot; bahwa mereka &amp;quot;memperoleh data yang sangat berguna.&amp;quot;&#13;
&#13;
Sebagian besar roket dirancang untuk sekali pakai, dengan komponen yang jatuh ke laut, terbakar di atmosfer, atau tetap berada di orbit sebagai puing-puing. Tahap peluncuran pertama dianggap sebagai komponen yang paling mahal.&#13;
&#13;
Namun, penggunaan roket yang sebagian dapat digunakan kembali akan memangkas biaya peluncuran.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
SpaceX telah mengoperasikan roket Falcon 9 yang dapat digunakan kembali sejak 2017.&#13;
&#13;
Namun, China berhasil melakukan pendaratan roket yang dapat digunakan kembali untuk pertama kalinya pada hari Jumat, sebuah terobosan yang dapat menantang dominasi AS di bidang ini.&#13;
&#13;
Pada Juni tahun lalu, anak perusahaan Honda menjadi perusahaan Jepang pertama yang berhasil meluncurkan dan mendaratkan roket yang dapat digunakan kembali.&#13;
&#13;
Jepang sedang berupaya meningkatkan daya saing internasional industri roket negara tersebut.&#13;
&#13;
Roket andalannya, H3, berhasil diluncurkan pada bulan Juni, beberapa bulan setelah misi sebelumnya untuk menempatkan satelit ke orbit berakhir dengan kegagalan.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
