<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penjualan Mobil di Indonesia Diyakini Bakal Kembali Tembus 1 Juta Unit</title><description>CEO PT Sokonindo Automobile, Alexander Barus meyakini dalam beberapa tahun ke depan pasar otomotif masih terus tumbuh hingga penjualan kembali naik ke angka satu juta unit. &#13;
</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2026/06/24/15/3226362/penjualan-mobil-di-indonesia-diyakini-bakal-kembali-tembus-1-juta-unit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2026/06/24/15/3226362/penjualan-mobil-di-indonesia-diyakini-bakal-kembali-tembus-1-juta-unit"/><item><title>Penjualan Mobil di Indonesia Diyakini Bakal Kembali Tembus 1 Juta Unit</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2026/06/24/15/3226362/penjualan-mobil-di-indonesia-diyakini-bakal-kembali-tembus-1-juta-unit</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2026/06/24/15/3226362/penjualan-mobil-di-indonesia-diyakini-bakal-kembali-tembus-1-juta-unit</guid><pubDate>Rabu 24 Juni 2026 19:05 WIB</pubDate><dc:creator>Erha Aprili Ramadhoni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/24/15/3226362/penjualan_mobil-SUWz_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Penjualan Mobil di Indonesia Diyakini Bakal Kembali Tembus 1 Juta Unit (Okezone/Erha A Ramadhoni)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/24/15/3226362/penjualan_mobil-SUWz_large.jpeg</image><title>Penjualan Mobil di Indonesia Diyakini Bakal Kembali Tembus 1 Juta Unit (Okezone/Erha A Ramadhoni)</title></images><description>JAKARTA - Penjualan mobil di Indonesia diyakini akan segera kembali ke angka satu juta unit. Hal ini lantaran pasar otomotif Indonesia memiliki prospek yang menjanjikan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. 1 Juta Unit&#13;
&#13;
Hal itu sebagaimana menurut CEO PT Sokonindo Automobile, Alexander Barus. Ia meyakini, dalam beberapa tahun ke depan pasar otomotif masih terus tumbuh hingga penjualan kembali naik ke angka satu juta unit.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Diketahui, pasar otomotif Indonesia lesu beberapa tahun belakangan. Pada 2025, penjualan mobil nasional secara wholesales (pabrik ke diler) sebanyak 803.687 unit. Jumlah tersebut turun 7,2% dibandingkan 2024 mencapai 865.723 unit.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dua tahun terakhir ini, kita semua mengalami penurunan. Total penjualan pasar dalam negeri itu dari 1 juta lebih turun ke 800 ribu,&amp;quot; ujar Alexander Barus di Jakarta, dikutip Rabu (24/6/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Meski kondisi otomotif lesu, pihaknya meyakini pasar akan menggeliat. Karena itu, pihaknya selaku pemegang merek DFSK dan Seres terus mengembangkan bisnis di Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita yakin, dan percayalah, 2-3 tahun ini, pasar itu akan kembali kepada posisi yang bertumbuh dengan saya yakin di atas 1 juta kembali,&amp;quot; kata Alexander.&#13;
&#13;
&#13;
DFSK E5 Plus (Okezone/Erha A Ramadhoni)&#13;
&#13;
&#13;
2. Pasar Menjanjikan&#13;
&#13;
Teranyar, DFSK meluncurkan E5 Plus. Ini merupakan mobil plug in hybrid electric vehicle (PHEV) pertama DFSK di Indonesia.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Alexander menyebut, pihaknya meyakini Indonesia sebagai pasar menjanjikan. DFSK pun menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi setir kanan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita melihat pasar Indonesia adalah pasar yang menjanjikan untuk bisa menyerap produk kita. Kita DFSK yakin bahwa Indonesia akan menjadi dan sudah menjadi pusat dari produksi setir kanan dari DFSK untuk kita ekspor ke negara lain,&amp;quot; tutur Alexander.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi, kesimpulannya, kami melihat bahwa pasar Indonesia itu sangat menjanjikan dalam konteks jangka panjang dan jangka menengah,&amp;quot; ucapnya.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Penjualan mobil di Indonesia diyakini akan segera kembali ke angka satu juta unit. Hal ini lantaran pasar otomotif Indonesia memiliki prospek yang menjanjikan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. 1 Juta Unit&#13;
&#13;
Hal itu sebagaimana menurut CEO PT Sokonindo Automobile, Alexander Barus. Ia meyakini, dalam beberapa tahun ke depan pasar otomotif masih terus tumbuh hingga penjualan kembali naik ke angka satu juta unit.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Diketahui, pasar otomotif Indonesia lesu beberapa tahun belakangan. Pada 2025, penjualan mobil nasional secara wholesales (pabrik ke diler) sebanyak 803.687 unit. Jumlah tersebut turun 7,2% dibandingkan 2024 mencapai 865.723 unit.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dua tahun terakhir ini, kita semua mengalami penurunan. Total penjualan pasar dalam negeri itu dari 1 juta lebih turun ke 800 ribu,&amp;quot; ujar Alexander Barus di Jakarta, dikutip Rabu (24/6/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Meski kondisi otomotif lesu, pihaknya meyakini pasar akan menggeliat. Karena itu, pihaknya selaku pemegang merek DFSK dan Seres terus mengembangkan bisnis di Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita yakin, dan percayalah, 2-3 tahun ini, pasar itu akan kembali kepada posisi yang bertumbuh dengan saya yakin di atas 1 juta kembali,&amp;quot; kata Alexander.&#13;
&#13;
&#13;
DFSK E5 Plus (Okezone/Erha A Ramadhoni)&#13;
&#13;
&#13;
2. Pasar Menjanjikan&#13;
&#13;
Teranyar, DFSK meluncurkan E5 Plus. Ini merupakan mobil plug in hybrid electric vehicle (PHEV) pertama DFSK di Indonesia.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Alexander menyebut, pihaknya meyakini Indonesia sebagai pasar menjanjikan. DFSK pun menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi setir kanan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita melihat pasar Indonesia adalah pasar yang menjanjikan untuk bisa menyerap produk kita. Kita DFSK yakin bahwa Indonesia akan menjadi dan sudah menjadi pusat dari produksi setir kanan dari DFSK untuk kita ekspor ke negara lain,&amp;quot; tutur Alexander.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi, kesimpulannya, kami melihat bahwa pasar Indonesia itu sangat menjanjikan dalam konteks jangka panjang dan jangka menengah,&amp;quot; ucapnya.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
