<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dolar AS Meroket, BYD Pastikan Belum Ada Kenaikan Harga</title><description>BYD saat ini masih menahan harga jual mobil di tengah meroketnya dolar AS. &#13;
</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2026/05/28/15/3221233/dolar-as-meroket-byd-pastikan-belum-ada-kenaikan-harga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2026/05/28/15/3221233/dolar-as-meroket-byd-pastikan-belum-ada-kenaikan-harga"/><item><title>Dolar AS Meroket, BYD Pastikan Belum Ada Kenaikan Harga</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2026/05/28/15/3221233/dolar-as-meroket-byd-pastikan-belum-ada-kenaikan-harga</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2026/05/28/15/3221233/dolar-as-meroket-byd-pastikan-belum-ada-kenaikan-harga</guid><pubDate>Kamis 28 Mei 2026 15:26 WIB</pubDate><dc:creator>Erha Aprili Ramadhoni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/28/15/3221233/byd-RGFM_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Dolar AS Meroket, BYD Pastikan Belum Ada Kenaikan Harga (Ilustrasi/Dok Okezone/Erha A Ramadhoni)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/28/15/3221233/byd-RGFM_large.jpeg</image><title>Dolar AS Meroket, BYD Pastikan Belum Ada Kenaikan Harga (Ilustrasi/Dok Okezone/Erha A Ramadhoni)</title></images><description>JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bahkan tembus Rp17.871 per dolar AS. Melemahnya nilai tukar rupiah disebut berdampak pada industri otomotif.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. BYD Tahan Kenaikan Harga&#13;
&#13;
BYD menyoroti perkembangan ekonomi belakangan ini. Pasalnya, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memberikan dampak pada industri otomotif.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya kami mengerti dinamika ekonomi saat ini yang dialami oleh Indonesia. Memang cukup berdampak khususnya kepada perusahaan yang melakukan bisnisnya berbasis international trade,&amp;quot; kata Head of Public &amp;amp; Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, dikutip Kamis (28/5/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Buat BYD contohnya adalah komponen serta beberapa equipment yang kita harus transaksikan dengan pihak luar,&amp;quot; tuturnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Diketahui, dalam industri otomotif, sejumlah produsen bergantung pada global terkait rantai pasok. Dengan menguatnya dolar AS terhadap rupiah, hal ini bisa berdampak.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Meski begitu, hingga saat ini, Luther menyebutkan, pihaknya belum memutuskan untuk menaikkan banderol harga mobil yang dipasarkan di Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Namun sampai saat ini komitmen BYD untuk tetap menjaga kepercayaan masyarakat. Fokusnya adalah berkontribusi lebih kepada industri sehingga kami belum memutuskan apa-apa terkait hal itu (kenaikan harga-red),&amp;quot; tutur Luther.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Diketahui, saat ini BYD memasarkan sejumlah model di Indonesia. Mulai dari BYD Atto 1 yang dibanderol mulai dari di bawah Rp200 juta hingga Seal yang banderolnya mencapai Rp750 juta.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bahkan tembus Rp17.871 per dolar AS. Melemahnya nilai tukar rupiah disebut berdampak pada industri otomotif.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. BYD Tahan Kenaikan Harga&#13;
&#13;
BYD menyoroti perkembangan ekonomi belakangan ini. Pasalnya, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memberikan dampak pada industri otomotif.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya kami mengerti dinamika ekonomi saat ini yang dialami oleh Indonesia. Memang cukup berdampak khususnya kepada perusahaan yang melakukan bisnisnya berbasis international trade,&amp;quot; kata Head of Public &amp;amp; Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, dikutip Kamis (28/5/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Buat BYD contohnya adalah komponen serta beberapa equipment yang kita harus transaksikan dengan pihak luar,&amp;quot; tuturnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Diketahui, dalam industri otomotif, sejumlah produsen bergantung pada global terkait rantai pasok. Dengan menguatnya dolar AS terhadap rupiah, hal ini bisa berdampak.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Meski begitu, hingga saat ini, Luther menyebutkan, pihaknya belum memutuskan untuk menaikkan banderol harga mobil yang dipasarkan di Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Namun sampai saat ini komitmen BYD untuk tetap menjaga kepercayaan masyarakat. Fokusnya adalah berkontribusi lebih kepada industri sehingga kami belum memutuskan apa-apa terkait hal itu (kenaikan harga-red),&amp;quot; tutur Luther.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Diketahui, saat ini BYD memasarkan sejumlah model di Indonesia. Mulai dari BYD Atto 1 yang dibanderol mulai dari di bawah Rp200 juta hingga Seal yang banderolnya mencapai Rp750 juta.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
