<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Uji Emisi Bikin Konsumsi BBM Makin Irit, Benarkah?</title><description>Meskipun tidak ada kerusakan, tahapan uji emisi memastikan mesin selalu dalam kondisi prima guna mencapai tingkat efisiensi terbaik.&#13;
</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2026/05/26/15/3220935/uji-emisi-bikin-konsumsi-bbm-makin-irit-benarkah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2026/05/26/15/3220935/uji-emisi-bikin-konsumsi-bbm-makin-irit-benarkah"/><item><title>Uji Emisi Bikin Konsumsi BBM Makin Irit, Benarkah?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2026/05/26/15/3220935/uji-emisi-bikin-konsumsi-bbm-makin-irit-benarkah</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2026/05/26/15/3220935/uji-emisi-bikin-konsumsi-bbm-makin-irit-benarkah</guid><pubDate>Selasa 26 Mei 2026 19:45 WIB</pubDate><dc:creator>Erha Aprili Ramadhoni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/26/15/3220935/uji_emisi-Pa7c_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Uji Emisi Bikin Konsumsi BBM Makin Irit, Benarkah? (Dok Auto2000)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/26/15/3220935/uji_emisi-Pa7c_large.jpg</image><title>Uji Emisi Bikin Konsumsi BBM Makin Irit, Benarkah? (Dok Auto2000)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Uji emisi disebut membuat konsumsi bensin semakin irit, benarkah? Hal ini akan diulas lebih lanjut dalam artikel berikut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Uji Emisi&#13;
&#13;
Untuk menjaga mobil tetap irit bahan bakar tidak hanya soal memilih BBM yang tepat atau gaya berkendara yang menerapkan eco-driving &amp;amp; defensive-driving. Namun, kondisi mesin harus tetap optimal.&#13;
&#13;
Selain itu, ada sejumlah pendapat menyatakan hasil uji emisi dapat menjadi indikator konsumsi BBM efisien atau tidak. Apakah itu mitos saja atau fakta?&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Uji emisi merupakan bagian dari prosedur standar servis berkala di bengkel Auto2000 untuk mengetahui sejauh mana tingkat kesehatan mobil. Jika kandungan gas buang melebihi ambang batas yang ditetapkan, merupakan indikator ada komponen mesin yang bermasalah dan harus dicarikan solusinya. Seperti mengatur setelan mesin atau mengganti komponen dengan yang baru agar sehat kembali,&amp;rdquo; tutur Marketing Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara, Jumat (22/5/2026).&#13;
&#13;
Meskipun tidak ada kerusakan, tahapan uji emisi memastikan mesin selalu dalam kondisi prima guna mencapai tingkat efisiensi terbaik. Uji emisi bisa mengetahui apakah kandungan udara dan bahan bakar yang dimanfaatkan sudah sesuai dengan spesifikasi dan kebutuhan mesin agar dapat bekerja optimal.&#13;
&#13;
Dengan mengetahui kinerja terbaik mesin, akan didapatkan efisiensi bahan bakar yang tinggi dan menguntungkan lantaran mesin tidak haus bensin.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
2. Cara Mudah Lolos Uji Emisi&#13;
&#13;
Mengacu Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 05 Tahun 2006 tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Lama, kendaraan bermotor berbahan bakar bensin tahun produksi 2007 dan sesudahnya memiliki ambang batas emisi pada uji idle dengan parameter karbon monoksida (CO) maksimal 1,5% volume dan hidrokarbon (HC) maksimal 200 ppm volume.&#13;
&#13;
1. Saluran Masuk Bahan Bakar dan Filter Udara Harus dalam Keadaan Bersih&#13;
&#13;
Pastikan saluran masuk bahan bakar dan filter udara dalam keadaan bersih karena akan berpengaruh pada angka HC. Komponen yang kotor dapat menghambat aliran udara masuk ke ruang mesin dimana angka HC bisa semakin tinggi karena pasokan udara yang kurang saat proses pembakaran.&#13;
&#13;
2. Cek Koil dan Busi Mesin Bensin&#13;
&#13;
Pastikan koil dan busi selalu dalam kondisi prima ketika uji emisi sehingga proses pembakaran tidak bermasalah.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
3. Pastikan Oli Mesin Bekerja Optimal&#13;
&#13;
Mesin mobil wajib bekerja dalam suhu optimal saat uji emisi dengan cara memeriksa sistem pendingin dan pelumas mesin. Oli yang ikut terbakar akan meningkatkan angka CO, termasuk pula membebani kerja mesin sehingga emisi gas buangnya sulit dikendalikan.&#13;
&#13;
4. Sensor Oksigen dan Catalytic Converter Harus Sehat&#13;
&#13;
Sensor oksigen harus dalam kondisi bersih dan tidak rusak menngingat tugasnya sangat krusial untuk menciptakan pembakaran yang sempurna. Termasuk memperhatikan kondisi catalytic converter di knalpot mobil yang bertugas untuk mengubah emisi gas buang beracun menjadi udara bersih.&#13;
&#13;
5. Hindari Modifikasi Mesin Mobil&#13;
&#13;
Tidak kalah penting adalah biarkan mesin dalam kondisi standar alias tidak dimodifikasi. Biasanya untuk membuat mobil lebih kencang, campuran BBM dan udara dibuat lebih banyak sehingga mengakibatkan gas buang lebih kotor.&#13;
&#13;
6. Bahan Bakar Sesuai Rekomendasi&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Gunakan bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan agar pembakaran di dalam ruang mesin bisa berlangsung lebih sempurna. Pembakaran yang sempurna bisa menekan angka CO karena minimnya endapan karbon di ruang bakar dari sisa pembakaran yang bermasalah.&#13;
&#13;
Yang tidak kalah penting, dengan terjaganya efisiensi akan membuat mesin irit bensin dan terjaga performanya. Gunakan buku manual kepemilikan kendaraan atau berdiskusi dengan Service Advisor (SA) sebagai rujukan informasi lebih detail dan akurat.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Uji emisi disebut membuat konsumsi bensin semakin irit, benarkah? Hal ini akan diulas lebih lanjut dalam artikel berikut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Uji Emisi&#13;
&#13;
Untuk menjaga mobil tetap irit bahan bakar tidak hanya soal memilih BBM yang tepat atau gaya berkendara yang menerapkan eco-driving &amp;amp; defensive-driving. Namun, kondisi mesin harus tetap optimal.&#13;
&#13;
Selain itu, ada sejumlah pendapat menyatakan hasil uji emisi dapat menjadi indikator konsumsi BBM efisien atau tidak. Apakah itu mitos saja atau fakta?&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Uji emisi merupakan bagian dari prosedur standar servis berkala di bengkel Auto2000 untuk mengetahui sejauh mana tingkat kesehatan mobil. Jika kandungan gas buang melebihi ambang batas yang ditetapkan, merupakan indikator ada komponen mesin yang bermasalah dan harus dicarikan solusinya. Seperti mengatur setelan mesin atau mengganti komponen dengan yang baru agar sehat kembali,&amp;rdquo; tutur Marketing Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara, Jumat (22/5/2026).&#13;
&#13;
Meskipun tidak ada kerusakan, tahapan uji emisi memastikan mesin selalu dalam kondisi prima guna mencapai tingkat efisiensi terbaik. Uji emisi bisa mengetahui apakah kandungan udara dan bahan bakar yang dimanfaatkan sudah sesuai dengan spesifikasi dan kebutuhan mesin agar dapat bekerja optimal.&#13;
&#13;
Dengan mengetahui kinerja terbaik mesin, akan didapatkan efisiensi bahan bakar yang tinggi dan menguntungkan lantaran mesin tidak haus bensin.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
2. Cara Mudah Lolos Uji Emisi&#13;
&#13;
Mengacu Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 05 Tahun 2006 tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Lama, kendaraan bermotor berbahan bakar bensin tahun produksi 2007 dan sesudahnya memiliki ambang batas emisi pada uji idle dengan parameter karbon monoksida (CO) maksimal 1,5% volume dan hidrokarbon (HC) maksimal 200 ppm volume.&#13;
&#13;
1. Saluran Masuk Bahan Bakar dan Filter Udara Harus dalam Keadaan Bersih&#13;
&#13;
Pastikan saluran masuk bahan bakar dan filter udara dalam keadaan bersih karena akan berpengaruh pada angka HC. Komponen yang kotor dapat menghambat aliran udara masuk ke ruang mesin dimana angka HC bisa semakin tinggi karena pasokan udara yang kurang saat proses pembakaran.&#13;
&#13;
2. Cek Koil dan Busi Mesin Bensin&#13;
&#13;
Pastikan koil dan busi selalu dalam kondisi prima ketika uji emisi sehingga proses pembakaran tidak bermasalah.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
3. Pastikan Oli Mesin Bekerja Optimal&#13;
&#13;
Mesin mobil wajib bekerja dalam suhu optimal saat uji emisi dengan cara memeriksa sistem pendingin dan pelumas mesin. Oli yang ikut terbakar akan meningkatkan angka CO, termasuk pula membebani kerja mesin sehingga emisi gas buangnya sulit dikendalikan.&#13;
&#13;
4. Sensor Oksigen dan Catalytic Converter Harus Sehat&#13;
&#13;
Sensor oksigen harus dalam kondisi bersih dan tidak rusak menngingat tugasnya sangat krusial untuk menciptakan pembakaran yang sempurna. Termasuk memperhatikan kondisi catalytic converter di knalpot mobil yang bertugas untuk mengubah emisi gas buang beracun menjadi udara bersih.&#13;
&#13;
5. Hindari Modifikasi Mesin Mobil&#13;
&#13;
Tidak kalah penting adalah biarkan mesin dalam kondisi standar alias tidak dimodifikasi. Biasanya untuk membuat mobil lebih kencang, campuran BBM dan udara dibuat lebih banyak sehingga mengakibatkan gas buang lebih kotor.&#13;
&#13;
6. Bahan Bakar Sesuai Rekomendasi&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Gunakan bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan agar pembakaran di dalam ruang mesin bisa berlangsung lebih sempurna. Pembakaran yang sempurna bisa menekan angka CO karena minimnya endapan karbon di ruang bakar dari sisa pembakaran yang bermasalah.&#13;
&#13;
Yang tidak kalah penting, dengan terjaganya efisiensi akan membuat mesin irit bensin dan terjaga performanya. Gunakan buku manual kepemilikan kendaraan atau berdiskusi dengan Service Advisor (SA) sebagai rujukan informasi lebih detail dan akurat.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
