<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peneliti Ungkap Angka Kelahiran Global Anjlok Setelah Adopsi Luas Smartphone</title><description>Smartphone dianggap telah mengubah cara anak muda berinteraksi dan menghabiskan waktu. &#13;
</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2026/05/20/16/3219572/peneliti-ungkap-angka-kelahiran-global-anjlok-setelah-adopsi-luas-smartphone</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2026/05/20/16/3219572/peneliti-ungkap-angka-kelahiran-global-anjlok-setelah-adopsi-luas-smartphone"/><item><title>Peneliti Ungkap Angka Kelahiran Global Anjlok Setelah Adopsi Luas Smartphone</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2026/05/20/16/3219572/peneliti-ungkap-angka-kelahiran-global-anjlok-setelah-adopsi-luas-smartphone</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2026/05/20/16/3219572/peneliti-ungkap-angka-kelahiran-global-anjlok-setelah-adopsi-luas-smartphone</guid><pubDate>Rabu 20 Mei 2026 11:51 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/20/16/3219572/ilustrasi-U0em_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/20/16/3219572/ilustrasi-U0em_large.jpg</image><title>Ilustrasi. </title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Smartphone dan melemahnya hubungan tatap muka diduga berkontribusi pada penurunan angka kelahiran secara global, khususnya di kalangan anak muda, menurut laporan Financial Times, mengutip para peneliti dan data demografis.&#13;
&#13;
Analisis yang mencakup catatan populasi dan data pencarian Google menemukan bahwa angka kelahiran menurun tajam di berbagai negara setelah adopsi smartphone secara luas, terlepas dari tren demografis sebelumnya, menurut laporan media tersebut pada Sabtu (16/5/2026).&#13;
&#13;
FT mengutip Jesus Fernandez-Villaverde, seorang profesor ekonomi di Universitas Pennsylvania dan peneliti perubahan demografis, yang menggambarkan penurunan angka kelahiran sebagai &amp;quot;pertanyaan besar zaman kita.&amp;quot; Ia berpendapat bahwa banyak masalah ekonomi dan sosial saat ini merupakan &amp;quot;dampak lanjutan&amp;quot; dari penurunan angka kelahiran.&#13;
&#13;
Menurut laporan tersebut, para peneliti semakin mengaitkan penggunaan smartphone dan media sosial yang berlebihan, serta hubungan tatap muka yang lebih lemah, dengan penurunan angka kelahiran di berbagai negara di dunia, termasuk Amerika Serikat (AS), Inggris, Brasil, dan Korea Selatan.&#13;
&#13;
FT mengutip sebuah makalah baru-baru ini karya Nathan Hudson dan Hernan Moscoso-Boedo dari Universitas Cincinnati yang meneliti angka kelahiran selama peluncuran jaringan seluler 4G di AS dan Inggris.&#13;
&#13;
Para peneliti berpendapat bahwa ponsel pintar mengubah cara anak muda menghabiskan waktu bersama dan secara tajam mengurangi interaksi sosial tatap muka. Angka kelahiran di kalangan remaja dan dewasa muda di AS, Inggris, dan Australia secara umum stabil pada awal tahun 2000-an sebelum mulai menurun setelah tahun 2007, ketika perangkat tersebut diadopsi secara luas.&#13;
&#13;
Tren serupa telah tercatat di seluruh dunia, kata media tersebut. Prancis dan Polandia mengalami penurunan yang sebanding sejak tahun 2009, diikuti oleh Meksiko, Maroko, dan Indonesia sekitar tahun 2012, sementara Ghana, Nigeria, dan Senegal mencatat penurunan tajam antara tahun 2013 dan 2015.&#13;
&#13;
Menurut laporan Eurostat yang diterbitkan bulan lalu, populasi Uni Eropa diproyeksikan menyusut sebesar 11%, atau sekitar 53 juta orang, selama 75 tahun ke depan. Populasi kawasan ini diperkirakan akan mencapai puncaknya pada 453 juta jiwa pada tahun 2029 sebelum turun di bawah 400 juta jiwa pada akhir abad ini karena angka kesuburan menurun menjadi sekitar 1,3 anak per wanita.&#13;
&#13;
Sebagai bagian dari upaya membangun kembali hubungan sosial, para pembuat kebijakan Rusia pada tahun 2024 memperkenalkan pembatasan yang melarang siswa menggunakan telepon seluler di sekolah, dengan pengecualian hanya diperbolehkan untuk keadaan darurat.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Smartphone dan melemahnya hubungan tatap muka diduga berkontribusi pada penurunan angka kelahiran secara global, khususnya di kalangan anak muda, menurut laporan Financial Times, mengutip para peneliti dan data demografis.&#13;
&#13;
Analisis yang mencakup catatan populasi dan data pencarian Google menemukan bahwa angka kelahiran menurun tajam di berbagai negara setelah adopsi smartphone secara luas, terlepas dari tren demografis sebelumnya, menurut laporan media tersebut pada Sabtu (16/5/2026).&#13;
&#13;
FT mengutip Jesus Fernandez-Villaverde, seorang profesor ekonomi di Universitas Pennsylvania dan peneliti perubahan demografis, yang menggambarkan penurunan angka kelahiran sebagai &amp;quot;pertanyaan besar zaman kita.&amp;quot; Ia berpendapat bahwa banyak masalah ekonomi dan sosial saat ini merupakan &amp;quot;dampak lanjutan&amp;quot; dari penurunan angka kelahiran.&#13;
&#13;
Menurut laporan tersebut, para peneliti semakin mengaitkan penggunaan smartphone dan media sosial yang berlebihan, serta hubungan tatap muka yang lebih lemah, dengan penurunan angka kelahiran di berbagai negara di dunia, termasuk Amerika Serikat (AS), Inggris, Brasil, dan Korea Selatan.&#13;
&#13;
FT mengutip sebuah makalah baru-baru ini karya Nathan Hudson dan Hernan Moscoso-Boedo dari Universitas Cincinnati yang meneliti angka kelahiran selama peluncuran jaringan seluler 4G di AS dan Inggris.&#13;
&#13;
Para peneliti berpendapat bahwa ponsel pintar mengubah cara anak muda menghabiskan waktu bersama dan secara tajam mengurangi interaksi sosial tatap muka. Angka kelahiran di kalangan remaja dan dewasa muda di AS, Inggris, dan Australia secara umum stabil pada awal tahun 2000-an sebelum mulai menurun setelah tahun 2007, ketika perangkat tersebut diadopsi secara luas.&#13;
&#13;
Tren serupa telah tercatat di seluruh dunia, kata media tersebut. Prancis dan Polandia mengalami penurunan yang sebanding sejak tahun 2009, diikuti oleh Meksiko, Maroko, dan Indonesia sekitar tahun 2012, sementara Ghana, Nigeria, dan Senegal mencatat penurunan tajam antara tahun 2013 dan 2015.&#13;
&#13;
Menurut laporan Eurostat yang diterbitkan bulan lalu, populasi Uni Eropa diproyeksikan menyusut sebesar 11%, atau sekitar 53 juta orang, selama 75 tahun ke depan. Populasi kawasan ini diperkirakan akan mencapai puncaknya pada 453 juta jiwa pada tahun 2029 sebelum turun di bawah 400 juta jiwa pada akhir abad ini karena angka kesuburan menurun menjadi sekitar 1,3 anak per wanita.&#13;
&#13;
Sebagai bagian dari upaya membangun kembali hubungan sosial, para pembuat kebijakan Rusia pada tahun 2024 memperkenalkan pembatasan yang melarang siswa menggunakan telepon seluler di sekolah, dengan pengecualian hanya diperbolehkan untuk keadaan darurat.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
