<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cegah Brain Rot pada Anak, Wamenkomdigi Ungkap Pentingnya Literasi AI</title><description>Anak-anak yang terbiasa menggunakan AI sejak usia dini dapat memiliki ketergantungan terhadap AI dan menurunkan kemampuan berpikir.&#13;
</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2025/11/10/16/3182558/cegah-brain-rot-pada-anak-wamenkomdigi-ungkap-pentingnya-literasi-ai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2025/11/10/16/3182558/cegah-brain-rot-pada-anak-wamenkomdigi-ungkap-pentingnya-literasi-ai"/><item><title>Cegah Brain Rot pada Anak, Wamenkomdigi Ungkap Pentingnya Literasi AI</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2025/11/10/16/3182558/cegah-brain-rot-pada-anak-wamenkomdigi-ungkap-pentingnya-literasi-ai</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2025/11/10/16/3182558/cegah-brain-rot-pada-anak-wamenkomdigi-ungkap-pentingnya-literasi-ai</guid><pubDate>Senin 10 November 2025 10:20 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Fadli Ramadan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/11/10/16/3182558/wamenkomdigi_nezar_patria-5Ztd_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Cegah Brain Rot pada Anak, Wamenkomdigi Ungkap Pentingnya Literasi AI (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/11/10/16/3182558/wamenkomdigi_nezar_patria-5Ztd_large.jpeg</image><title>Cegah Brain Rot pada Anak, Wamenkomdigi Ungkap Pentingnya Literasi AI (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengungkapkan pentingnya literasi kecerdasan buatan (AI) terhadap orang tua dan guru. Hal ini untuk mencegah anak-anak mengalami ketergantungan pada teknologi yang dibuat untuk mempermudah pekerjaan manusia itu.&#13;
&#13;
1. Literasi AI&#13;
&#13;
Menurut Nezar, penggunaan AI yang tidak tepat bisa menimbulkan dampak negatif. Anak-anak yang terbiasa menggunakan AI sejak usia dini dapat memiliki ketergantungan terhadap AI dan menurunkan kemampuan berpikir (brain rot).&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang kita takutkan, bukan anak-anak tambah cerdas dengan AI, yang terjadi adalah brain rot, otaknya enggak maksimal dipakai. Semuanya tergantung sama AI,&amp;quot; kata Nezar dalam keterangannya, dikutip pada Senin (10/11/2025).&#13;
&#13;
Menurut Nezar, kemudahan masyarakat dalam mengakses platform AI diperlukan literasi digital. Hal ini bertujuan agar masyarakat memahami cara menggunakan AI dengan bijak dan tak ketergantungan pada platform tersebut.&#13;
&#13;
Karena itu, Nezar mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dengan Kementerian Komdigi, untuk memastikan Indonesia tidak hanya memiliki talenta-talenta digital di bidang AI, tapi juga masyarakat yang mampu memanfaatkannya dengan bijak.&#13;
&#13;
Saat ini, Komdigi juga telah menjalankan sejumlah program pengembangan AI di Indonesia. Salah satunya Talent Factory yang bertujuan mencetak talenta-talenta digital sekaligus menyediakan ekosistem untuk melakukan riset agar menghasilkan produk yang dapat bersaing secara global.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tujuan kita menyiapkan AI talent yang global standard dan sekaligus menjadikan mereka developer, bukan cuma user saja. Kita harus menyiapkan ekosistem juga yang dapat memanfaatkan kemampuan mereka,&amp;quot; ujar Nezar.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengungkapkan pentingnya literasi kecerdasan buatan (AI) terhadap orang tua dan guru. Hal ini untuk mencegah anak-anak mengalami ketergantungan pada teknologi yang dibuat untuk mempermudah pekerjaan manusia itu.&#13;
&#13;
1. Literasi AI&#13;
&#13;
Menurut Nezar, penggunaan AI yang tidak tepat bisa menimbulkan dampak negatif. Anak-anak yang terbiasa menggunakan AI sejak usia dini dapat memiliki ketergantungan terhadap AI dan menurunkan kemampuan berpikir (brain rot).&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang kita takutkan, bukan anak-anak tambah cerdas dengan AI, yang terjadi adalah brain rot, otaknya enggak maksimal dipakai. Semuanya tergantung sama AI,&amp;quot; kata Nezar dalam keterangannya, dikutip pada Senin (10/11/2025).&#13;
&#13;
Menurut Nezar, kemudahan masyarakat dalam mengakses platform AI diperlukan literasi digital. Hal ini bertujuan agar masyarakat memahami cara menggunakan AI dengan bijak dan tak ketergantungan pada platform tersebut.&#13;
&#13;
Karena itu, Nezar mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dengan Kementerian Komdigi, untuk memastikan Indonesia tidak hanya memiliki talenta-talenta digital di bidang AI, tapi juga masyarakat yang mampu memanfaatkannya dengan bijak.&#13;
&#13;
Saat ini, Komdigi juga telah menjalankan sejumlah program pengembangan AI di Indonesia. Salah satunya Talent Factory yang bertujuan mencetak talenta-talenta digital sekaligus menyediakan ekosistem untuk melakukan riset agar menghasilkan produk yang dapat bersaing secara global.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tujuan kita menyiapkan AI talent yang global standard dan sekaligus menjadikan mereka developer, bukan cuma user saja. Kita harus menyiapkan ekosistem juga yang dapat memanfaatkan kemampuan mereka,&amp;quot; ujar Nezar.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
