<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>60 Juta Warga Belum Terkoneksi Internet, Komdigi Gandeng Kemendes PDT Percepat Pembangunan Konektivitas</title><description>Pemerintah berusaha memberikan akses internet yang merata kepada semua masyarakat Indonesia.&#13;
</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2025/10/22/16/3178519/60-juta-warga-belum-terkoneksi-internet-komdigi-gandeng-kemendes-pdt-percepat-pembangunan-konektivitas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2025/10/22/16/3178519/60-juta-warga-belum-terkoneksi-internet-komdigi-gandeng-kemendes-pdt-percepat-pembangunan-konektivitas"/><item><title>60 Juta Warga Belum Terkoneksi Internet, Komdigi Gandeng Kemendes PDT Percepat Pembangunan Konektivitas</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2025/10/22/16/3178519/60-juta-warga-belum-terkoneksi-internet-komdigi-gandeng-kemendes-pdt-percepat-pembangunan-konektivitas</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2025/10/22/16/3178519/60-juta-warga-belum-terkoneksi-internet-komdigi-gandeng-kemendes-pdt-percepat-pembangunan-konektivitas</guid><pubDate>Rabu 22 Oktober 2025 15:10 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Fadli Ramadan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/22/16/3178519/ilustrasi-5XYy_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/22/16/3178519/ilustrasi-5XYy_large.jpg</image><title>Ilustrasi. </title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkapkan bahwa masih ada sekitar 60 juta warga Indonesia yang belum terkoneksi internet. Kondisi ini mendorong pemerintah untuk mempercepat pembangunan konektivitas hingga ke desa-desa tertinggal melalui kolaborasi lintas kementerian.&#13;
&#13;
Kolaborasi tersebut dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Komunikasi dan Digital serta Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) sebagai langkah percepatan pembangunan konektivitas desa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan MoU ini, Kemkomdigi dan Kemendes PDT akan mencocokkan data desa yang belum terkoneksi untuk menentukan mana yang menjadi prioritas pembangunan konektivitas pada tahun 2026,&amp;quot; ujar Meutya dalam keterangan resmi, Rabu (22/10/2025).&#13;
&#13;
Meutya menyatakan bahwa kerja sama ini bertujuan memberikan akses informasi merata kepada seluruh masyarakat Indonesia serta memungkinkan pemerintah memetakan kebutuhan infrastruktur digital.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Sekitar 60 juta jiwa belum terkoneksi internet, sehingga percepatan sangat diperlukan karena akses informasi merupakan hak asasi manusia sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Dalam satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Kemkomdigi telah mengambil langkah konkret dalam memperluas konektivitas, seperti pembangunan BTS dan titik akses di Papua, penyelenggaraan lelang frekuensi, dan kerja sama dengan operator seluler demi pemerataan akses nasional.&#13;
&#13;
Meutya menambahkan bahwa sinergi antara Kemkomdigi dan Kemendes PDT akan mempercepat pembangunan infrastruktur konektivitas agar masyarakat desa dapat merasakan transformasi digital setara dengan masyarakat perkotaan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Transformasi digital harus dirasakan dari tingkat terkecil hingga desa-desa,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, turut menyatakan bahwa ketersediaan konektivitas adalah faktor penting dalam kemajuan desa.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Salah satu faktor utama penentu kemajuan desa adalah ketersediaan internet dan sinyal,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkapkan bahwa masih ada sekitar 60 juta warga Indonesia yang belum terkoneksi internet. Kondisi ini mendorong pemerintah untuk mempercepat pembangunan konektivitas hingga ke desa-desa tertinggal melalui kolaborasi lintas kementerian.&#13;
&#13;
Kolaborasi tersebut dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Komunikasi dan Digital serta Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) sebagai langkah percepatan pembangunan konektivitas desa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan MoU ini, Kemkomdigi dan Kemendes PDT akan mencocokkan data desa yang belum terkoneksi untuk menentukan mana yang menjadi prioritas pembangunan konektivitas pada tahun 2026,&amp;quot; ujar Meutya dalam keterangan resmi, Rabu (22/10/2025).&#13;
&#13;
Meutya menyatakan bahwa kerja sama ini bertujuan memberikan akses informasi merata kepada seluruh masyarakat Indonesia serta memungkinkan pemerintah memetakan kebutuhan infrastruktur digital.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Sekitar 60 juta jiwa belum terkoneksi internet, sehingga percepatan sangat diperlukan karena akses informasi merupakan hak asasi manusia sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Dalam satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Kemkomdigi telah mengambil langkah konkret dalam memperluas konektivitas, seperti pembangunan BTS dan titik akses di Papua, penyelenggaraan lelang frekuensi, dan kerja sama dengan operator seluler demi pemerataan akses nasional.&#13;
&#13;
Meutya menambahkan bahwa sinergi antara Kemkomdigi dan Kemendes PDT akan mempercepat pembangunan infrastruktur konektivitas agar masyarakat desa dapat merasakan transformasi digital setara dengan masyarakat perkotaan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Transformasi digital harus dirasakan dari tingkat terkecil hingga desa-desa,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, turut menyatakan bahwa ketersediaan konektivitas adalah faktor penting dalam kemajuan desa.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Salah satu faktor utama penentu kemajuan desa adalah ketersediaan internet dan sinyal,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
