<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>GenZone Talks: Perkembangan AI Diharapkan Dorong Kreativitas, Produktivitas, dan Pemikiran Kritis Mahasiswa</title><description>Seminar GenZoine Talks diharapkan dapat memberi manfaat bagi generasi muda Indonesia.&#13;
</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2025/10/01/16/3173726/genzone-talks-perkembangan-ai-diharapkan-dorong-kreativitas-produktivitas-dan-pemikiran-kritis-mahasiswa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2025/10/01/16/3173726/genzone-talks-perkembangan-ai-diharapkan-dorong-kreativitas-produktivitas-dan-pemikiran-kritis-mahasiswa"/><item><title>GenZone Talks: Perkembangan AI Diharapkan Dorong Kreativitas, Produktivitas, dan Pemikiran Kritis Mahasiswa</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2025/10/01/16/3173726/genzone-talks-perkembangan-ai-diharapkan-dorong-kreativitas-produktivitas-dan-pemikiran-kritis-mahasiswa</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2025/10/01/16/3173726/genzone-talks-perkembangan-ai-diharapkan-dorong-kreativitas-produktivitas-dan-pemikiran-kritis-mahasiswa</guid><pubDate>Rabu 01 Oktober 2025 13:54 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/10/01/16/3173726/gen_zone_talks-zMTe_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">INews Media Group melalui Okezone menggelar seminar Gen Zone Talks &amp;quot;Data Science and Artificial Intelligence (AI) for Gen Z&amp;quot; di Universitas Tarumanegara, Jakarta, 1 Oktober 2025. (Foto: Arif Julianto/IMG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/10/01/16/3173726/gen_zone_talks-zMTe_large.jpg</image><title>INews Media Group melalui Okezone menggelar seminar Gen Zone Talks &amp;quot;Data Science and Artificial Intelligence (AI) for Gen Z&amp;quot; di Universitas Tarumanegara, Jakarta, 1 Oktober 2025. (Foto: Arif Julianto/IMG)</title></images><description>JAKARTA - iNews Media Group melalui Okezone menggelar seminar bertajuk Gen Zone Talks &amp;quot;Data Science and Artificial Intelligence (AI) for Gen Z&amp;quot; di Universitas Tarumanagara (Untar), Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada Rabu (1/10/2025). Acara ini juga didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), yang terus mendorong transformasi digital dan pengembangan AI di Indonesia.&#13;
&#13;
Acara ini menghadirkan para pakar di bidang kecerdasan buatan (AI) sebagai narasumber yang memberikan wawasan dan informasi seputar penggunaan, manfaat, serta potensi penyalahgunaan AI.&#13;
&#13;
Tampil sebagai pembicara kunci, Ketua Tim Infrastruktur Kecerdasan Artifisial dan Teknologi Baru Data dan Keamanan Siber Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), M. Ridwan Rauf. Sementara pakar AI Universitas Tarumanagara, Tony, dan General Manager Tools for Humanity Indonesia, Wafa Taftazani, hadir sebagai pembicara pada sesi diskusi yang dipandu Wakil Pemred Okezone, Bernadheta Ginting.&#13;
&#13;
Turut hadir sekaligus membuka acara ini adalah Wakil Rektor Untar, Prof. Sri Tiatri, serta Pemimpin Redaksi (Pemred) Okezone, Masirom.&#13;
&#13;
Berbicara kepada Okezone usai acara, Ridwan Rauf mengungkapkan bahwa perkembangan AI di Indonesia akan terus terjadi di masa mendatang. Ia menekankan bahwa Komdigi akan terus mengikuti perkembangan AI maupun teknologi lainnya agar tidak tertinggal.&#13;
&#13;
&amp;quot;Artinya, AI ini kalau melihat tren ke depan bisa dikatakan teknologi yang berkembang terus. Artinya tidak stay di posisi sekarang, bisa saja nanti bulan depan atau tiga bulan ke depan akan berkembang terus,&amp;quot; kata Ridwan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Artinya, kami di Komdigi sebisa mungkin mengikuti perkembangan AI dan teknologi agar tidak tertinggal,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Perkembangan ini juga memperluas penggunaan AI di berbagai kalangan, termasuk Gen Z dan mahasiswa. Tetapi, perlu diperhatikan agar penggunaan AI tidak membuat mahasiswa dan generasi muda kehilangan daya pemikiran kritis hingga kreativitas mereka.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Soal AI bagi mahasiswa tentu kita berharap penggunaannya tidak membuat mereka kurang kritis, kurang inovatif, kurang kreatif karena keseharian mereka terbantu dengan AI. Bukan itu yang kita inginkan,&amp;rdquo; kata Pemimpin Redaksi Okezone, Masirom, saat membuka acara.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Yang kita inginkan dengan AI ini adalah nantinya mereka lebih produktif, bisa menggunakan AI lebih bijak, dan menunjang kegiatan sehari-hari saat ini maupun nanti ketika memasuki dunia kerja,&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
Hal senada disampaikan Wakil Rektor Untar, Prof. Sri Tiatri, bahwa teknologi AI harus digunakan dengan bijak, tidak hanya untuk menyalin dan menempel saat mengerjakan tugas perkuliahan. Bahkan, ia mengatakan bahwa di Untar, AI sudah digunakan mahasiswa sebagai alat bantu mencari referensi hingga literatur perkuliahan terkini.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dunia pendidikan akan terpengaruh dengan adanya temuan-temuan terbaru dari AI. Seperti semua temuan teknologi, tergantung pemakainya. Jadi, kalau kami sebagai pendidik perlu membekali mereka dengan kemampuan berpikir yang berkelanjutan sehingga tidak benar kalau mengerjakan tugas hanya copy paste dari AI,&amp;quot; ujar Sri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tapi, kami membolehkan mahasiswa menggunakan AI sebagai alat bantu untuk mencari referensi, literatur terkini, dan mengarahkan mereka agar menemukan apa yang cocok dengan yang mereka cari,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Sri menegaskan agar mahasiswa tetap berpikir kritis meski teknologi AI membantu mereka. Ia menilai bahwa AI tidak selalu benar sehingga perlu dikritisi dengan kemampuan berpikir.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sekali lagi kami menekankan pada kemampuan berpikir. Mereka harus kritis melihat mana yang benar, mana yang salah, karena AI itu tidak semuanya benar. Apa yang berkaitan dengan artificial intelligence tidak semuanya tepat. Mahasiswa wajib melihat kembali, mengkritisi, dan menyusun pemikirannya sendiri walaupun dibantu AI,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - iNews Media Group melalui Okezone menggelar seminar bertajuk Gen Zone Talks &amp;quot;Data Science and Artificial Intelligence (AI) for Gen Z&amp;quot; di Universitas Tarumanagara (Untar), Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada Rabu (1/10/2025). Acara ini juga didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), yang terus mendorong transformasi digital dan pengembangan AI di Indonesia.&#13;
&#13;
Acara ini menghadirkan para pakar di bidang kecerdasan buatan (AI) sebagai narasumber yang memberikan wawasan dan informasi seputar penggunaan, manfaat, serta potensi penyalahgunaan AI.&#13;
&#13;
Tampil sebagai pembicara kunci, Ketua Tim Infrastruktur Kecerdasan Artifisial dan Teknologi Baru Data dan Keamanan Siber Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), M. Ridwan Rauf. Sementara pakar AI Universitas Tarumanagara, Tony, dan General Manager Tools for Humanity Indonesia, Wafa Taftazani, hadir sebagai pembicara pada sesi diskusi yang dipandu Wakil Pemred Okezone, Bernadheta Ginting.&#13;
&#13;
Turut hadir sekaligus membuka acara ini adalah Wakil Rektor Untar, Prof. Sri Tiatri, serta Pemimpin Redaksi (Pemred) Okezone, Masirom.&#13;
&#13;
Berbicara kepada Okezone usai acara, Ridwan Rauf mengungkapkan bahwa perkembangan AI di Indonesia akan terus terjadi di masa mendatang. Ia menekankan bahwa Komdigi akan terus mengikuti perkembangan AI maupun teknologi lainnya agar tidak tertinggal.&#13;
&#13;
&amp;quot;Artinya, AI ini kalau melihat tren ke depan bisa dikatakan teknologi yang berkembang terus. Artinya tidak stay di posisi sekarang, bisa saja nanti bulan depan atau tiga bulan ke depan akan berkembang terus,&amp;quot; kata Ridwan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Artinya, kami di Komdigi sebisa mungkin mengikuti perkembangan AI dan teknologi agar tidak tertinggal,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Perkembangan ini juga memperluas penggunaan AI di berbagai kalangan, termasuk Gen Z dan mahasiswa. Tetapi, perlu diperhatikan agar penggunaan AI tidak membuat mahasiswa dan generasi muda kehilangan daya pemikiran kritis hingga kreativitas mereka.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Soal AI bagi mahasiswa tentu kita berharap penggunaannya tidak membuat mereka kurang kritis, kurang inovatif, kurang kreatif karena keseharian mereka terbantu dengan AI. Bukan itu yang kita inginkan,&amp;rdquo; kata Pemimpin Redaksi Okezone, Masirom, saat membuka acara.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Yang kita inginkan dengan AI ini adalah nantinya mereka lebih produktif, bisa menggunakan AI lebih bijak, dan menunjang kegiatan sehari-hari saat ini maupun nanti ketika memasuki dunia kerja,&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
Hal senada disampaikan Wakil Rektor Untar, Prof. Sri Tiatri, bahwa teknologi AI harus digunakan dengan bijak, tidak hanya untuk menyalin dan menempel saat mengerjakan tugas perkuliahan. Bahkan, ia mengatakan bahwa di Untar, AI sudah digunakan mahasiswa sebagai alat bantu mencari referensi hingga literatur perkuliahan terkini.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dunia pendidikan akan terpengaruh dengan adanya temuan-temuan terbaru dari AI. Seperti semua temuan teknologi, tergantung pemakainya. Jadi, kalau kami sebagai pendidik perlu membekali mereka dengan kemampuan berpikir yang berkelanjutan sehingga tidak benar kalau mengerjakan tugas hanya copy paste dari AI,&amp;quot; ujar Sri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tapi, kami membolehkan mahasiswa menggunakan AI sebagai alat bantu untuk mencari referensi, literatur terkini, dan mengarahkan mereka agar menemukan apa yang cocok dengan yang mereka cari,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Sri menegaskan agar mahasiswa tetap berpikir kritis meski teknologi AI membantu mereka. Ia menilai bahwa AI tidak selalu benar sehingga perlu dikritisi dengan kemampuan berpikir.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sekali lagi kami menekankan pada kemampuan berpikir. Mereka harus kritis melihat mana yang benar, mana yang salah, karena AI itu tidak semuanya benar. Apa yang berkaitan dengan artificial intelligence tidak semuanya tepat. Mahasiswa wajib melihat kembali, mengkritisi, dan menyusun pemikirannya sendiri walaupun dibantu AI,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
