<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kritik Gagang Pintu Rata di Mobil Listrik, Bos VW: Bikin Susah</title><description>Bos VW, Thomas Schafer, menyebutnya sebagai kesalahan besar.&#13;
</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2025/09/18/15/3170779/kritik-gagang-pintu-rata-di-mobil-listrik-bos-vw-bikin-susah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2025/09/18/15/3170779/kritik-gagang-pintu-rata-di-mobil-listrik-bos-vw-bikin-susah"/><item><title>Kritik Gagang Pintu Rata di Mobil Listrik, Bos VW: Bikin Susah</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2025/09/18/15/3170779/kritik-gagang-pintu-rata-di-mobil-listrik-bos-vw-bikin-susah</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2025/09/18/15/3170779/kritik-gagang-pintu-rata-di-mobil-listrik-bos-vw-bikin-susah</guid><pubDate>Kamis 18 September 2025 12:22 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Fadli Ramadan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/09/18/15/3170779/vw_id_cross_konsep-Wb7A_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kritik Gagang Pintu Rata di Mobil Listrik, Bos VW: Bikin Susah (carscoops)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/09/18/15/3170779/vw_id_cross_konsep-Wb7A_large.jpg</image><title>Kritik Gagang Pintu Rata di Mobil Listrik, Bos VW: Bikin Susah (carscoops)</title></images><description>JAKARTA - Gagang pintu rata bodi di mobil listrik modern menjadi perbincangan hangat belakangan ini. Alasan keamanan menjadi fokus utama pembahasan handle pintu yang dianggap dapat mengurangi hambatan udara tersebut.&#13;
&#13;
1. Pintu Rata di Mobil Listrik&#13;
&#13;
Bos VW, Thomas Schafer, menyebutnya sebagai &amp;quot;kesalahan besar&amp;quot; karena &amp;quot;semua orang membencinya&amp;quot;. Pada pameran otomotif Internationale Automobil-Ausstellung (IAA) Mobility di Munich, Schafer menyampaikan, meski desain flush door handles sempat menjadi tren di dunia electric vehicle (EV), pendekatan tersebut ternyata tak ideal untuk kenyamanan penggunaan sehari-hari.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Schafer mengatakan, banyak pengguna mengeluh sulit mengoperasikannya. Meski desain ini menarik dari sisi aerodinamika, kenyamanan dan pengalaman pengguna menjadi faktor utama bagi VW.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Oleh sebab itu, model-konsep terbaru seperti ID.Cross dan ID.Polo dipastikan kembali menggunakan gagang pintu tradisional yang lebih mudah dijangkau dan dipakai.&#13;
&#13;
Schafer menegaskan, konsumen membeli merek, bukan hanya produk. Pengalaman mereka haruslah mudah dimengerti, tanpa harus terbiasa dengan berbagai fitur yang terlihat keren tapi menyulitkan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Fungsi‐fungsi harus mudah, seperti gagang pintu. Itu semua terlihat bagus, tapi sangat menyusahkan untuk dioperasikan,&amp;quot; ujar Schafer, melansir Carscoops, Kamis (18/9/2025).&#13;
&#13;
Hal ini tak lepas dari masukan konsumen yang dihimpun VW, banyak yang menyebut gagang pintu pop-out terasa tidak intuitif dan menyulitkan di situasi tertentu, seperti saat tangan penuh barang atau ketika kondisi cuaca ekstrem.&#13;
&#13;
Gagang pintu rata bodi dan fitur futuristik memang menarik perhatian, tetapi jika tak praktis di kehidupan sehari-hari, bisa jadi bumerang. Saat ini, VW berusaha kembali pada kemudahan penggunaan dibandingkan estetika.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain itu, keputusan ini juga menunjukkan pentingnya mendengarkan konsumen. VW percaya desain mobil listrik harus selalu seimbang antara efisiensi, aerodinamika, dan kenyamanan.&#13;
&#13;
VW melalui Thomas Schafer memilih mendengar suara konsumen dan kembali mengadopsi gagang pintu tradisional. Ini bukan hanya soal gaya, tetapi mempermudah interaksi antara manusia dan teknologi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Di era kendaraan listrik yang makin berkembang, aspek seperti ini mungkin menjadi pembeda antara produk yang disukai dan yang dilewati begitu saja.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Gagang pintu rata bodi di mobil listrik modern menjadi perbincangan hangat belakangan ini. Alasan keamanan menjadi fokus utama pembahasan handle pintu yang dianggap dapat mengurangi hambatan udara tersebut.&#13;
&#13;
1. Pintu Rata di Mobil Listrik&#13;
&#13;
Bos VW, Thomas Schafer, menyebutnya sebagai &amp;quot;kesalahan besar&amp;quot; karena &amp;quot;semua orang membencinya&amp;quot;. Pada pameran otomotif Internationale Automobil-Ausstellung (IAA) Mobility di Munich, Schafer menyampaikan, meski desain flush door handles sempat menjadi tren di dunia electric vehicle (EV), pendekatan tersebut ternyata tak ideal untuk kenyamanan penggunaan sehari-hari.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Schafer mengatakan, banyak pengguna mengeluh sulit mengoperasikannya. Meski desain ini menarik dari sisi aerodinamika, kenyamanan dan pengalaman pengguna menjadi faktor utama bagi VW.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Oleh sebab itu, model-konsep terbaru seperti ID.Cross dan ID.Polo dipastikan kembali menggunakan gagang pintu tradisional yang lebih mudah dijangkau dan dipakai.&#13;
&#13;
Schafer menegaskan, konsumen membeli merek, bukan hanya produk. Pengalaman mereka haruslah mudah dimengerti, tanpa harus terbiasa dengan berbagai fitur yang terlihat keren tapi menyulitkan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Fungsi‐fungsi harus mudah, seperti gagang pintu. Itu semua terlihat bagus, tapi sangat menyusahkan untuk dioperasikan,&amp;quot; ujar Schafer, melansir Carscoops, Kamis (18/9/2025).&#13;
&#13;
Hal ini tak lepas dari masukan konsumen yang dihimpun VW, banyak yang menyebut gagang pintu pop-out terasa tidak intuitif dan menyulitkan di situasi tertentu, seperti saat tangan penuh barang atau ketika kondisi cuaca ekstrem.&#13;
&#13;
Gagang pintu rata bodi dan fitur futuristik memang menarik perhatian, tetapi jika tak praktis di kehidupan sehari-hari, bisa jadi bumerang. Saat ini, VW berusaha kembali pada kemudahan penggunaan dibandingkan estetika.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain itu, keputusan ini juga menunjukkan pentingnya mendengarkan konsumen. VW percaya desain mobil listrik harus selalu seimbang antara efisiensi, aerodinamika, dan kenyamanan.&#13;
&#13;
VW melalui Thomas Schafer memilih mendengar suara konsumen dan kembali mengadopsi gagang pintu tradisional. Ini bukan hanya soal gaya, tetapi mempermudah interaksi antara manusia dan teknologi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Di era kendaraan listrik yang makin berkembang, aspek seperti ini mungkin menjadi pembeda antara produk yang disukai dan yang dilewati begitu saja.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
