<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Vietnam Dilanda Serangan Siber, Data Kreditur Diserang</title><description>Kelompok hacker itu diduga menargetkan perusahaan global di Vietnam. &#13;
</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2025/09/13/16/3169750/vietnam-dilanda-serangan-siber-data-kreditur-diserang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2025/09/13/16/3169750/vietnam-dilanda-serangan-siber-data-kreditur-diserang"/><item><title>Vietnam Dilanda Serangan Siber, Data Kreditur Diserang</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2025/09/13/16/3169750/vietnam-dilanda-serangan-siber-data-kreditur-diserang</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2025/09/13/16/3169750/vietnam-dilanda-serangan-siber-data-kreditur-diserang</guid><pubDate>Sabtu 13 September 2025 16:18 WIB</pubDate><dc:creator>Erha Aprili Ramadhoni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/09/13/16/3169750/hacker-PV3B_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Vietnam Dilanda Serangan Siber, Data Kreditur Diserang (Ilustrasi/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/09/13/16/3169750/hacker-PV3B_large.jpg</image><title>Vietnam Dilanda Serangan Siber, Data Kreditur Diserang (Ilustrasi/Reuters)</title></images><description>HANOI - Hacker meretas data kreditur di Vietnam. Kelompok hacker itu diduga menargetkan perusahaan global di Vietnam.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Hacker Serang Data Kreditur&#13;
&#13;
Insiden ini melibatkan Pusat Informasi Kredit Nasional (CIC) Vietnam. CIC merupakan &amp;nbsp;unit yang dikelola Bank Negara Vietnam. Badan itu menyimpan informasi sensitif seperti data pribadi umum, pembayaran kredit, analisis risiko, dan data kartu kredit.&#13;
&#13;
&amp;quot;Investigasi awal menunjukkan tanda-tanda akses tidak sah yang bertujuan mencuri data pribadi, dan tingkat pelanggarannya masih dikaji,&amp;quot; kata Badan Keamanan Siber Vietnam, melansir Reuters, Sabtu (13/9/2025).&#13;
&#13;
Dalam surat terpisah tertanggal 11 September, , CIC mengatakan sedang menyelidiki insiden tersebut.&#13;
&#13;
CIC mengatakan mereka menduga serangan siber tersebut telah diatur oleh kelompok peretas internasional Shiny Hunters. CIC mencatat, kelompok tersebut dikenal menargetkan perusahaan-perusahaan global seperti Google, Microsoft, dan Qantas.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Insiden tersebut tidak mengganggu operasional atau menyebabkan kerusakan apa pun, dan sistem layanan informasi kredit tetap berfungsi penuh,&amp;quot; tambah surat tersebut.&#13;
&#13;
Sementara itu, Bank sentral Vietnam tidak menanggapi permintaan komentar. Reuters tidak dapat segera menghubungi Shiny Hunters.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pihak berwenang tidak mengungkapkan berapa banyak akun yang mungkin terdampak oleh pelanggaran tersebut.&#13;
&#13;
Bank investasi JPMorgan mengatakan pada Jumat, insiden tersebut dapat menyebabkan biaya yang lebih tinggi bagi bank untuk meningkatkan keamanan siber dan merupakan risiko potensial bagi arus simpanan.&#13;
Namun, JPMorgan tetap mempertahankan rekomendasinya untuk tetap berinvestasi di bank-bank Vietnam&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kecuali jika terjadi dampak yang meluas atau insiden lebih lanjut,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Dalam laporan keamanan siber tahun 2024, perusahaan telekomunikasi yang dikelola militer Vietnam, Viettel, mengatakan kebocoran data di Vietnam telah melonjak tajam. Totalnya mencapai 14,5 juta akun yang bocor atau 12% dari total global.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>HANOI - Hacker meretas data kreditur di Vietnam. Kelompok hacker itu diduga menargetkan perusahaan global di Vietnam.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Hacker Serang Data Kreditur&#13;
&#13;
Insiden ini melibatkan Pusat Informasi Kredit Nasional (CIC) Vietnam. CIC merupakan &amp;nbsp;unit yang dikelola Bank Negara Vietnam. Badan itu menyimpan informasi sensitif seperti data pribadi umum, pembayaran kredit, analisis risiko, dan data kartu kredit.&#13;
&#13;
&amp;quot;Investigasi awal menunjukkan tanda-tanda akses tidak sah yang bertujuan mencuri data pribadi, dan tingkat pelanggarannya masih dikaji,&amp;quot; kata Badan Keamanan Siber Vietnam, melansir Reuters, Sabtu (13/9/2025).&#13;
&#13;
Dalam surat terpisah tertanggal 11 September, , CIC mengatakan sedang menyelidiki insiden tersebut.&#13;
&#13;
CIC mengatakan mereka menduga serangan siber tersebut telah diatur oleh kelompok peretas internasional Shiny Hunters. CIC mencatat, kelompok tersebut dikenal menargetkan perusahaan-perusahaan global seperti Google, Microsoft, dan Qantas.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Insiden tersebut tidak mengganggu operasional atau menyebabkan kerusakan apa pun, dan sistem layanan informasi kredit tetap berfungsi penuh,&amp;quot; tambah surat tersebut.&#13;
&#13;
Sementara itu, Bank sentral Vietnam tidak menanggapi permintaan komentar. Reuters tidak dapat segera menghubungi Shiny Hunters.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pihak berwenang tidak mengungkapkan berapa banyak akun yang mungkin terdampak oleh pelanggaran tersebut.&#13;
&#13;
Bank investasi JPMorgan mengatakan pada Jumat, insiden tersebut dapat menyebabkan biaya yang lebih tinggi bagi bank untuk meningkatkan keamanan siber dan merupakan risiko potensial bagi arus simpanan.&#13;
Namun, JPMorgan tetap mempertahankan rekomendasinya untuk tetap berinvestasi di bank-bank Vietnam&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kecuali jika terjadi dampak yang meluas atau insiden lebih lanjut,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Dalam laporan keamanan siber tahun 2024, perusahaan telekomunikasi yang dikelola militer Vietnam, Viettel, mengatakan kebocoran data di Vietnam telah melonjak tajam. Totalnya mencapai 14,5 juta akun yang bocor atau 12% dari total global.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
