<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Komdigi Pastikan Komitmen Jaga Keamanan Ruang Belajar Digital</title><description>Komdigi melakukan pengawasan terhadap ruang belajar digital. &#13;
</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2025/09/12/16/3169589/komdigi-pastikan-komitmen-jaga-keamanan-ruang-belajar-digital</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2025/09/12/16/3169589/komdigi-pastikan-komitmen-jaga-keamanan-ruang-belajar-digital"/><item><title>Komdigi Pastikan Komitmen Jaga Keamanan Ruang Belajar Digital</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2025/09/12/16/3169589/komdigi-pastikan-komitmen-jaga-keamanan-ruang-belajar-digital</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2025/09/12/16/3169589/komdigi-pastikan-komitmen-jaga-keamanan-ruang-belajar-digital</guid><pubDate>Jum'at 12 September 2025 19:09 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Fadli Ramadan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/09/12/16/3169589/komdigi-zTbw_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Komdigi. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/09/12/16/3169589/komdigi-zTbw_large.jpg</image><title>Komdigi. </title></images><description>JAKARTA - Perkembangan teknologi digital semakin pesat, tak terkecuali di Indonesia. Ini juga mengubah proses belajar mengajar yang sebelumnya hanya terjadi di ruang fisik, kini juga terjadi di ruang digital.&#13;
&#13;
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Komunikasi dan Digital Bonifasius Wahyu Pudjianto mengatakan literasi digital sangat penting. Sehingga transformasi ini dapat dimanfaatkan masyarakat dengan aman.&#13;
&#13;
&amp;quot;Melalui program Literasi Digital Nasional, kami membekali masyarakat dengan empat pilar CABE: cakap digital, aman digital, budaya digital, dan etika digital,&amp;quot; kata Bonifasius dalam keterangan resmi.&#13;
&#13;
Bonifasius juga memastikan Komdigi terus melakukan pengawasan agar aktivitas masyarakat di ruang digital terhindar dari berbagai risiko kejahatan siber. Sebab, ini sangat krusial untuk kepentingan proses belajar mengajar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami membangun ruang belajar digital yang aman agar seluruh aktivitas pendidikan terlindungi dari ancaman siber, termasuk pencurian data pribadi, hoaks, hingga serangan digital,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Untuk meningkatkan kompetensi masyarakat di bidang digital, Komdigi menyelenggarakan program Digital Talent Scholarship (DTS) yang merupakan salah satu bentuk integrasi teknologi digital ke dalam kurikulum pendidikan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Gogot Suharwoto menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru di bidang digital agar dapat memanfaatkan teknologi yang tersedia secara maksimal.&#13;
&#13;
&amp;quot;Teknologi dalam pembelajaran tidak bisa hanya sebatas menyediakan perangkat. Guru perlu didukung pelatihan, konten, dan portal pendidikan yang aman, sehingga mereka bisa mengajar dengan percaya diri,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Gogot menambahkan pemerintah fokus menghadirkan program prioritas dalam literasi, numerasi, dan sains teknologi pada 2025. Seminar bertajuk &amp;quot;Teaching in Digital Age&amp;quot; diikuti dengan diskusi interaktif yang melibatkan guru, akademisi, dan praktisi pendidikan.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Perkembangan teknologi digital semakin pesat, tak terkecuali di Indonesia. Ini juga mengubah proses belajar mengajar yang sebelumnya hanya terjadi di ruang fisik, kini juga terjadi di ruang digital.&#13;
&#13;
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Komunikasi dan Digital Bonifasius Wahyu Pudjianto mengatakan literasi digital sangat penting. Sehingga transformasi ini dapat dimanfaatkan masyarakat dengan aman.&#13;
&#13;
&amp;quot;Melalui program Literasi Digital Nasional, kami membekali masyarakat dengan empat pilar CABE: cakap digital, aman digital, budaya digital, dan etika digital,&amp;quot; kata Bonifasius dalam keterangan resmi.&#13;
&#13;
Bonifasius juga memastikan Komdigi terus melakukan pengawasan agar aktivitas masyarakat di ruang digital terhindar dari berbagai risiko kejahatan siber. Sebab, ini sangat krusial untuk kepentingan proses belajar mengajar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami membangun ruang belajar digital yang aman agar seluruh aktivitas pendidikan terlindungi dari ancaman siber, termasuk pencurian data pribadi, hoaks, hingga serangan digital,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Untuk meningkatkan kompetensi masyarakat di bidang digital, Komdigi menyelenggarakan program Digital Talent Scholarship (DTS) yang merupakan salah satu bentuk integrasi teknologi digital ke dalam kurikulum pendidikan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Gogot Suharwoto menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru di bidang digital agar dapat memanfaatkan teknologi yang tersedia secara maksimal.&#13;
&#13;
&amp;quot;Teknologi dalam pembelajaran tidak bisa hanya sebatas menyediakan perangkat. Guru perlu didukung pelatihan, konten, dan portal pendidikan yang aman, sehingga mereka bisa mengajar dengan percaya diri,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Gogot menambahkan pemerintah fokus menghadirkan program prioritas dalam literasi, numerasi, dan sains teknologi pada 2025. Seminar bertajuk &amp;quot;Teaching in Digital Age&amp;quot; diikuti dengan diskusi interaktif yang melibatkan guru, akademisi, dan praktisi pendidikan.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
