<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prancis Luncurkan Penyelidikan Kriminal Terhadap X Milik Elon Musk, Ini Sebabnya</title><description>Jaksa Prancis akan memeriksa jajaran eksekutif X sebagai bagian dari penyeldikan ini. &#13;
</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2025/07/13/54/3155003/prancis-luncurkan-penyelidikan-kriminal-terhadap-x-milik-elon-musk-ini-sebabnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2025/07/13/54/3155003/prancis-luncurkan-penyelidikan-kriminal-terhadap-x-milik-elon-musk-ini-sebabnya"/><item><title>Prancis Luncurkan Penyelidikan Kriminal Terhadap X Milik Elon Musk, Ini Sebabnya</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2025/07/13/54/3155003/prancis-luncurkan-penyelidikan-kriminal-terhadap-x-milik-elon-musk-ini-sebabnya</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2025/07/13/54/3155003/prancis-luncurkan-penyelidikan-kriminal-terhadap-x-milik-elon-musk-ini-sebabnya</guid><pubDate>Minggu 13 Juli 2025 18:30 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/07/13/54/3155003/ilustrasi-PGHm_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/07/13/54/3155003/ilustrasi-PGHm_large.jpg</image><title>Ilustrasi.</title></images><description>JAKARTA - Prancis telah membuka penyelidikan kriminal untuk menyelidiki apakah algoritma pada platform X milik Elon Musk digunakan untuk mencampuri politik dalam negeri. Penyelidikan ini bermula dari dua pengaduan yang diajukan terhadap X pada Januari 2025.&#13;
&#13;
Jaksa Paris Laure Beccuau pada Jumat, (11/7/2025) menyatakan bahwa para penyelidik akan memeriksa X dan para eksekutifnya atas dugaan manipulasi algoritma &amp;quot;untuk tujuan campur tangan asing&amp;quot;. Beccuau tidak secara spesifik menyebut nama Elon Musk, pemilik X, sebagai salah satu pihak yang akan diperiksa.&#13;
&#13;
Pengaduan pertama datang dari Eric Bothorel, seorang legislator dari partai Ensemble yang berhaluan tengah pimpinan Presiden Emmanuel Macron. Ia menuduh bahwa &amp;quot;berkurangnya keragaman suara dan pilihan&amp;quot; di X telah menciptakan lingkungan yang berbahaya. Bothorel juga mengkritik model moderasi platform tersebut karena kurang jelas dan menuduh Musk secara pribadi mengintervensi manajemennya, menurut France 24.&#13;
&#13;
Pengaduan tersebut menggambarkan aktivitas X sebagai &amp;quot;bahaya nyata dan ancaman bagi demokrasi Prancis.&amp;quot;&#13;
&#13;
Keluhan kedua dilaporkan berasal dari seorang pejabat keamanan siber pemerintah yang mengklaim bahwa perubahan algoritma tersebut mempromosikan konten rasis dan homofobik, yang bertujuan untuk &amp;quot;merusak debat demokrasi di Prancis&amp;quot;, demikian dilansir RT.&#13;
&#13;
Pada Kamis, (10/7/2025) politisi Partai Sosialis Thierry Sother dan Pierre Jouvet mengajukan keluhan terpisah terhadap chatbot Grok milik Musk, yang baru-baru ini menghasilkan komentar anti-Semit dan komentar ofensif lainnya di X, termasuk pujian terhadap Adolf Hitler.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Tim Grok mengatakan pada Rabu, (9/7/2025) bahwa mereka telah memperbarui model tersebut untuk menghapus ujaran kebencian. Musk mengatakan chatbot tersebut &amp;quot;terlalu patuh pada perintah pengguna&amp;quot; dan &amp;quot;terlalu ingin menyenangkan dan dimanipulasi&amp;quot; untuk menghasilkan retorika kebencian.&#13;
&#13;
Politisi Eropa semakin menyerukan pengawasan yang lebih ketat terhadap X dan platform serupa, memperingatkan potensi penyalahgunaan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Musk menimbulkan kontroversi di Berlin ketika ia secara terbuka mendukung partai Alternatif untuk Jerman (AfD) yang anti-imigrasi dalam pemilihan parlemen bulan Februari. AfD secara signifikan meningkatkan perolehan suaranya, menjadi faksi terbesar kedua di Bundestag.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Prancis telah membuka penyelidikan kriminal untuk menyelidiki apakah algoritma pada platform X milik Elon Musk digunakan untuk mencampuri politik dalam negeri. Penyelidikan ini bermula dari dua pengaduan yang diajukan terhadap X pada Januari 2025.&#13;
&#13;
Jaksa Paris Laure Beccuau pada Jumat, (11/7/2025) menyatakan bahwa para penyelidik akan memeriksa X dan para eksekutifnya atas dugaan manipulasi algoritma &amp;quot;untuk tujuan campur tangan asing&amp;quot;. Beccuau tidak secara spesifik menyebut nama Elon Musk, pemilik X, sebagai salah satu pihak yang akan diperiksa.&#13;
&#13;
Pengaduan pertama datang dari Eric Bothorel, seorang legislator dari partai Ensemble yang berhaluan tengah pimpinan Presiden Emmanuel Macron. Ia menuduh bahwa &amp;quot;berkurangnya keragaman suara dan pilihan&amp;quot; di X telah menciptakan lingkungan yang berbahaya. Bothorel juga mengkritik model moderasi platform tersebut karena kurang jelas dan menuduh Musk secara pribadi mengintervensi manajemennya, menurut France 24.&#13;
&#13;
Pengaduan tersebut menggambarkan aktivitas X sebagai &amp;quot;bahaya nyata dan ancaman bagi demokrasi Prancis.&amp;quot;&#13;
&#13;
Keluhan kedua dilaporkan berasal dari seorang pejabat keamanan siber pemerintah yang mengklaim bahwa perubahan algoritma tersebut mempromosikan konten rasis dan homofobik, yang bertujuan untuk &amp;quot;merusak debat demokrasi di Prancis&amp;quot;, demikian dilansir RT.&#13;
&#13;
Pada Kamis, (10/7/2025) politisi Partai Sosialis Thierry Sother dan Pierre Jouvet mengajukan keluhan terpisah terhadap chatbot Grok milik Musk, yang baru-baru ini menghasilkan komentar anti-Semit dan komentar ofensif lainnya di X, termasuk pujian terhadap Adolf Hitler.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Tim Grok mengatakan pada Rabu, (9/7/2025) bahwa mereka telah memperbarui model tersebut untuk menghapus ujaran kebencian. Musk mengatakan chatbot tersebut &amp;quot;terlalu patuh pada perintah pengguna&amp;quot; dan &amp;quot;terlalu ingin menyenangkan dan dimanipulasi&amp;quot; untuk menghasilkan retorika kebencian.&#13;
&#13;
Politisi Eropa semakin menyerukan pengawasan yang lebih ketat terhadap X dan platform serupa, memperingatkan potensi penyalahgunaan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Musk menimbulkan kontroversi di Berlin ketika ia secara terbuka mendukung partai Alternatif untuk Jerman (AfD) yang anti-imigrasi dalam pemilihan parlemen bulan Februari. AfD secara signifikan meningkatkan perolehan suaranya, menjadi faksi terbesar kedua di Bundestag.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
