<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Belajar dari Kecelakaan Diogo Jota, Ini Tips Hadapi Pecah Ban</title><description>Ada cara untuk menghindari kecelakaan fatal akibat ban mobil pecah secara tiba-tiba.&#13;
</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2025/07/04/52/3152643/belajar-dari-kecelakaan-diogo-jota-ini-tips-hadapi-pecah-ban</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2025/07/04/52/3152643/belajar-dari-kecelakaan-diogo-jota-ini-tips-hadapi-pecah-ban"/><item><title>Belajar dari Kecelakaan Diogo Jota, Ini Tips Hadapi Pecah Ban</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2025/07/04/52/3152643/belajar-dari-kecelakaan-diogo-jota-ini-tips-hadapi-pecah-ban</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2025/07/04/52/3152643/belajar-dari-kecelakaan-diogo-jota-ini-tips-hadapi-pecah-ban</guid><pubDate>Jum'at 04 Juli 2025 14:31 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Fadli Ramadan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/07/04/52/3152643/pecah_ban-JKGh_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Belajar dari Kecelakaan Diogo Jota, Ini Tips Hadapi Pecah Ban (Ilustrasi/Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/07/04/52/3152643/pecah_ban-JKGh_large.jpg</image><title>Belajar dari Kecelakaan Diogo Jota, Ini Tips Hadapi Pecah Ban (Ilustrasi/Ist)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pemain klub sepak bola Liverpool asal Portugal, Diogo Jota, meninggal dunia akibat kecelakaan mobil. Kecelakaan maut itu terjadi diduga disebabkan ban mobil pecah.&#13;
&#13;
Diketahui, pecah ban mobil menjadi salah satu penyumbang kecelakaan yang cukup tinggi. Kurangnya pemahaman pengemudi dalam mengendalikan kendaraan saat pecah ban menjadi salah satu faktor.&#13;
&#13;
Ada cara untuk menghindari kecelakaan fatal akibat ban mobil pecah secara tiba-tiba. Ini kembali lagi ke perilaku mengemudi yakni pengendara dituntut bersikap tenang.&#13;
&#13;
1. Pecah Ban&#13;
&#13;
Hal itu disampaikan oleh Instruktur dan Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu. Ia menegaskan, ada cara yang berbeda dalam mengatasi ban mobil pecah pada bagian depan dan belakang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ban mobil pecah itu bisa depan dan belakang jadi penanganannya sedikit berbeda. Ini perlu diterapkan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jadi pengendara perlu memahami,&amp;quot; kata Jusri kepada Okezone, Jumat (4/7/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Jusri mengasumsikan, ban mobil yang pecah berjenis SUV dan berada di kecepatan maksimal 100 km/jam. Ketika ban pecah baik depan maupun belakang, ada sikap berbeda yang perlu diambil pengemudi.&#13;
&#13;
Ia menyebutkan, jika ban depan pecah, langkah pertama adalah jangan panik. Kemudian pertahankan kecepatan dan jangan mengerem secara tiba-tiba. Lalu pertahankan kemudi sesuai arah lintasan dan perlahan turunkan kecepatan sekaligus menepi &amp;nbsp;bertahap.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mengapa pertahankan kecepatan bukan langsung memperlambat laju atau mengerem? Ini karena distribusi bobot bertumpu pada roda belakang, dan ban depan tidak terbebani khususnya yang pecah,&amp;quot; ujarnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Ketika mengerem dan ban depan menerima bobot maka setir akan sulit dikendalikan. Mobil secara otomatis akan mengarah ke roda yang pecah. Untuk itu disarankan perlambat kendaraan secara perlahan,&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
Sementara jika ban belakang yang pecah, Jusri juga menyarankan pengemudi tidak panik. Tetap mempertahankan kemudi sesuai arah lintasan dan turunkan kecepatan serta secara bertahap menepikan kendaraan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk ban belakang yang pecah mengapa kita harus langsung menurunkan kecepatan atau melakukan pengereman? Karena itu bisa membuat bobot ban belakang berkurang, sehingga mobil akan lebih mudah dikendalikan,&amp;quot; ucap Jusri.&#13;
&#13;
Ia juga menyarankan mengecek tekanan udara n agar ban memiliki daya gesek yang sempurna. Ini dapat membuat temperatur ban mobil lebih stabil dan tidak akan mudah pecah.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pemain klub sepak bola Liverpool asal Portugal, Diogo Jota, meninggal dunia akibat kecelakaan mobil. Kecelakaan maut itu terjadi diduga disebabkan ban mobil pecah.&#13;
&#13;
Diketahui, pecah ban mobil menjadi salah satu penyumbang kecelakaan yang cukup tinggi. Kurangnya pemahaman pengemudi dalam mengendalikan kendaraan saat pecah ban menjadi salah satu faktor.&#13;
&#13;
Ada cara untuk menghindari kecelakaan fatal akibat ban mobil pecah secara tiba-tiba. Ini kembali lagi ke perilaku mengemudi yakni pengendara dituntut bersikap tenang.&#13;
&#13;
1. Pecah Ban&#13;
&#13;
Hal itu disampaikan oleh Instruktur dan Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu. Ia menegaskan, ada cara yang berbeda dalam mengatasi ban mobil pecah pada bagian depan dan belakang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ban mobil pecah itu bisa depan dan belakang jadi penanganannya sedikit berbeda. Ini perlu diterapkan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jadi pengendara perlu memahami,&amp;quot; kata Jusri kepada Okezone, Jumat (4/7/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Jusri mengasumsikan, ban mobil yang pecah berjenis SUV dan berada di kecepatan maksimal 100 km/jam. Ketika ban pecah baik depan maupun belakang, ada sikap berbeda yang perlu diambil pengemudi.&#13;
&#13;
Ia menyebutkan, jika ban depan pecah, langkah pertama adalah jangan panik. Kemudian pertahankan kecepatan dan jangan mengerem secara tiba-tiba. Lalu pertahankan kemudi sesuai arah lintasan dan perlahan turunkan kecepatan sekaligus menepi &amp;nbsp;bertahap.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mengapa pertahankan kecepatan bukan langsung memperlambat laju atau mengerem? Ini karena distribusi bobot bertumpu pada roda belakang, dan ban depan tidak terbebani khususnya yang pecah,&amp;quot; ujarnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Ketika mengerem dan ban depan menerima bobot maka setir akan sulit dikendalikan. Mobil secara otomatis akan mengarah ke roda yang pecah. Untuk itu disarankan perlambat kendaraan secara perlahan,&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
Sementara jika ban belakang yang pecah, Jusri juga menyarankan pengemudi tidak panik. Tetap mempertahankan kemudi sesuai arah lintasan dan turunkan kecepatan serta secara bertahap menepikan kendaraan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk ban belakang yang pecah mengapa kita harus langsung menurunkan kecepatan atau melakukan pengereman? Karena itu bisa membuat bobot ban belakang berkurang, sehingga mobil akan lebih mudah dikendalikan,&amp;quot; ucap Jusri.&#13;
&#13;
Ia juga menyarankan mengecek tekanan udara n agar ban memiliki daya gesek yang sempurna. Ini dapat membuat temperatur ban mobil lebih stabil dan tidak akan mudah pecah.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
