<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Respons Wacana Insentif Truk Listrik, Daimler Truck Soroti Hal Ini</title><description>Adanya insentif dapat mempercepat transisi ke kendaraan listrik.&#13;
</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2025/06/11/52/3146392/respons-wacana-insentif-truk-listrik-daimler-soroti-hal-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2025/06/11/52/3146392/respons-wacana-insentif-truk-listrik-daimler-soroti-hal-ini"/><item><title>Respons Wacana Insentif Truk Listrik, Daimler Truck Soroti Hal Ini</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2025/06/11/52/3146392/respons-wacana-insentif-truk-listrik-daimler-soroti-hal-ini</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2025/06/11/52/3146392/respons-wacana-insentif-truk-listrik-daimler-soroti-hal-ini</guid><pubDate>Rabu 11 Juni 2025 13:33 WIB</pubDate><dc:creator>Erha Aprili Ramadhoni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/06/11/52/3146392/daimler-0IwG_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Respons Wacana Insentif Truk Listrik, Daimler Soroti Hal Ini (Okezone/Erha A Ramadhoni)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/06/11/52/3146392/daimler-0IwG_large.jpeg</image><title>Respons Wacana Insentif Truk Listrik, Daimler Soroti Hal Ini (Okezone/Erha A Ramadhoni)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah membuka peluang untuk memberikan insentif terhadap truk listrik demi mewujudkan target net zero emissions pada 20260. Daimler Commercial Vehicle Indonesia (DCVI), distributor bus dan truk Mercedes-Benz di Indonesia, menyambut baik hal ini.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Daimler soal Insentif Truk Listrik&#13;
&#13;
President Director DCVMI, Sankaranarayanan Ramamurthi, mengapresiasi wacana ini. Ia menilai adanya insentif dapat mempercepat transisi ke kendaraan listrik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pertama-tama, ini sangat mengagumkan. Tapi, untuk transisi yang berkelanjutan, dibutuhkan lebih dari sekadar insentif. Kita juga harus bicara soal teknologi dan ekosistem pendukung,&amp;rdquo; kata Sankaranarayanan usai peresmian pabrik baru di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (10/6/2025).&#13;
&#13;
&#13;
Truk dan bus Mercedes-Benz (Okezone/Erha A Ramadhoni)&#13;
&#13;
&#13;
Ia menjelaskan keberadaan kendaraan komersial dalam perniagaan. Ketika seseorang membeli kendaraan, itu dibutuhkan untuk kepentingan bisnis.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Dia tidak membelinya untuk senang-senang. Jadi, biaya operasional kendaraan menjadi elemen yang sangat penting dalam membuat keputusan tersebut,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Karena itu, dibutuhkan peran pemerintah mengingat biaya awal dan operasional kendaraan listrik masih lebih tinggi dibandingkan diesel.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jika tidak ada perbedaan signifikan antara biaya operasional listrik dan diesel, insentif pemerintah sangat dibutuhkan,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sankaranarayanan juga membahas soal pentingnya infrastruktur dalam kendaraan elektrifikasi. Stasiun pengisian daya harus tersedia secara luas agar tak mengganggu operasional truk listrik.&#13;
&#13;
Sementara itu, President Director DCVI sebelumnya, Naeem Hassim. Ia menilai, insentif untuk kendaraan niaga berbeda dengan penumpang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau kendaraan penumpang dapat insentif lewat pengurangan PPN, itu tidak terlalu berdampak untuk kendaraan komersial karena ini bisnis B2B. Pemerintah perlu merancang skema insentif yang berbeda dan sesuai kebutuhan industri,&amp;rdquo; kata Hassim.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah membuka peluang untuk memberikan insentif terhadap truk listrik demi mewujudkan target net zero emissions pada 20260. Daimler Commercial Vehicle Indonesia (DCVI), distributor bus dan truk Mercedes-Benz di Indonesia, menyambut baik hal ini.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Daimler soal Insentif Truk Listrik&#13;
&#13;
President Director DCVMI, Sankaranarayanan Ramamurthi, mengapresiasi wacana ini. Ia menilai adanya insentif dapat mempercepat transisi ke kendaraan listrik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pertama-tama, ini sangat mengagumkan. Tapi, untuk transisi yang berkelanjutan, dibutuhkan lebih dari sekadar insentif. Kita juga harus bicara soal teknologi dan ekosistem pendukung,&amp;rdquo; kata Sankaranarayanan usai peresmian pabrik baru di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (10/6/2025).&#13;
&#13;
&#13;
Truk dan bus Mercedes-Benz (Okezone/Erha A Ramadhoni)&#13;
&#13;
&#13;
Ia menjelaskan keberadaan kendaraan komersial dalam perniagaan. Ketika seseorang membeli kendaraan, itu dibutuhkan untuk kepentingan bisnis.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Dia tidak membelinya untuk senang-senang. Jadi, biaya operasional kendaraan menjadi elemen yang sangat penting dalam membuat keputusan tersebut,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Karena itu, dibutuhkan peran pemerintah mengingat biaya awal dan operasional kendaraan listrik masih lebih tinggi dibandingkan diesel.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jika tidak ada perbedaan signifikan antara biaya operasional listrik dan diesel, insentif pemerintah sangat dibutuhkan,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sankaranarayanan juga membahas soal pentingnya infrastruktur dalam kendaraan elektrifikasi. Stasiun pengisian daya harus tersedia secara luas agar tak mengganggu operasional truk listrik.&#13;
&#13;
Sementara itu, President Director DCVI sebelumnya, Naeem Hassim. Ia menilai, insentif untuk kendaraan niaga berbeda dengan penumpang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau kendaraan penumpang dapat insentif lewat pengurangan PPN, itu tidak terlalu berdampak untuk kendaraan komersial karena ini bisnis B2B. Pemerintah perlu merancang skema insentif yang berbeda dan sesuai kebutuhan industri,&amp;rdquo; kata Hassim.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
