<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wahana Antariksa Jepang Hilang Kontak saat Mendarat di Bulan</title><description>Status wahana pendarat itu dipertanyakan setelah kontrol darat tiba-tiba kehilangan kontak dengan wahana antariksa.&#13;
</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2025/06/06/56/3145186/wahan-antariksa-jepang-hilang-kontak-saat-mendarat-di-bulan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2025/06/06/56/3145186/wahan-antariksa-jepang-hilang-kontak-saat-mendarat-di-bulan"/><item><title>Wahana Antariksa Jepang Hilang Kontak saat Mendarat di Bulan</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2025/06/06/56/3145186/wahan-antariksa-jepang-hilang-kontak-saat-mendarat-di-bulan</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2025/06/06/56/3145186/wahan-antariksa-jepang-hilang-kontak-saat-mendarat-di-bulan</guid><pubDate>Jum'at 06 Juni 2025 14:14 WIB</pubDate><dc:creator>Erha Aprili Ramadhoni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/06/06/56/3145186/wahana_antariksa_jepang_tenacious_hilang_kontak_saat_mendarat_di_bulan-kf41_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wahana antariksa Jepang Tenacious hilang kontak saat mendarat di bulan (The Moonhuse via Livescience)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/06/06/56/3145186/wahana_antariksa_jepang_tenacious_hilang_kontak_saat_mendarat_di_bulan-kf41_large.jpg</image><title>Wahana antariksa Jepang Tenacious hilang kontak saat mendarat di bulan (The Moonhuse via Livescience)</title></images><description>JAKARTA - Wahana antariksa milik perusahaan swasta Jepang ispace berupaya mendarat di bulan pada Kamis (5/6/2025). Namun, nasibnya belum diketahui lantaran wahana antariksa itu hilang kontak.&#13;
&#13;
1. Hilang Kontak&#13;
&#13;
Status wahana pendarat itu dipertanyakan setelah kontrol darat tiba-tiba kehilangan kontak dengan wahana antariksa tersebut. Kontrol misi kehilangan kontak dengan wahana pendarat, yang dikenal sebagai &amp;quot;Resilience,&amp;quot; pada pukul 3:17 ET. Insiden ini terjadi tepat saat wahana tersebut berupaya mendarat di bulan.&#13;
&#13;
Wahana penjelajah, yang dikenal sebagai &amp;quot;Tenacious,&amp;quot; adalah salah satu dari beberapa muatan yang dibawa Resilience, wahana pendarat Hakuto-R kedua yang dibuat dan dioperasikan oleh perusahaan Jepang ispace.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Wahana antariksa tersebut berupaya mendarat di wilayah yang belum dijelajahi di belahan bumi utara bulan yang dikenal sebagai Mare Frigoris, atau &amp;quot;Laut Dingin&amp;quot;. Sebelumnya, wahana tersebut menghabiskan lebih dari sebulan di orbit bulan.&#13;
&#13;
Setelah beberapa jam, kontrol darat belum berhasil membangun kembali kontak dengan wahana pendarat tersebut. Status muatannya tidak diketahui.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami belum dapat berkomunikasi dengan Resilience, tetapi teknisi ispace di Pusat Kontrol Misi kami terus berupaya menghubungi wahana pendarat tersebut,&amp;quot; tulis perwakilan ispace dalam pernyataan yang diunggah ke X, melansir Live Science, Jumat (6/6/2025).&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami akan membagikan informasi terbaru melalui pengumuman media dalam beberapa jam ke depan,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Wahana Pendarat Ketiga&#13;
&#13;
Resilience merupakan wahana pendarat Jepang ketiga yang berupaya mendarat di bulan. Sebelumnya wahana pendarat Hakuto-R pertama ispace, yang mendarat darurat pada April 2023. Hal itu terjadi setelah kehilangan kontak dengan operatornya di orbit.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Percobaan kedua adalah wahana pendarat SLIM milik Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang. Wahana itu mendarat terbalik pada Januari 2024. Namun, SLIM secara tak terduga selamat dari dua malam di bulan.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Wahana antariksa milik perusahaan swasta Jepang ispace berupaya mendarat di bulan pada Kamis (5/6/2025). Namun, nasibnya belum diketahui lantaran wahana antariksa itu hilang kontak.&#13;
&#13;
1. Hilang Kontak&#13;
&#13;
Status wahana pendarat itu dipertanyakan setelah kontrol darat tiba-tiba kehilangan kontak dengan wahana antariksa tersebut. Kontrol misi kehilangan kontak dengan wahana pendarat, yang dikenal sebagai &amp;quot;Resilience,&amp;quot; pada pukul 3:17 ET. Insiden ini terjadi tepat saat wahana tersebut berupaya mendarat di bulan.&#13;
&#13;
Wahana penjelajah, yang dikenal sebagai &amp;quot;Tenacious,&amp;quot; adalah salah satu dari beberapa muatan yang dibawa Resilience, wahana pendarat Hakuto-R kedua yang dibuat dan dioperasikan oleh perusahaan Jepang ispace.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Wahana antariksa tersebut berupaya mendarat di wilayah yang belum dijelajahi di belahan bumi utara bulan yang dikenal sebagai Mare Frigoris, atau &amp;quot;Laut Dingin&amp;quot;. Sebelumnya, wahana tersebut menghabiskan lebih dari sebulan di orbit bulan.&#13;
&#13;
Setelah beberapa jam, kontrol darat belum berhasil membangun kembali kontak dengan wahana pendarat tersebut. Status muatannya tidak diketahui.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami belum dapat berkomunikasi dengan Resilience, tetapi teknisi ispace di Pusat Kontrol Misi kami terus berupaya menghubungi wahana pendarat tersebut,&amp;quot; tulis perwakilan ispace dalam pernyataan yang diunggah ke X, melansir Live Science, Jumat (6/6/2025).&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami akan membagikan informasi terbaru melalui pengumuman media dalam beberapa jam ke depan,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Wahana Pendarat Ketiga&#13;
&#13;
Resilience merupakan wahana pendarat Jepang ketiga yang berupaya mendarat di bulan. Sebelumnya wahana pendarat Hakuto-R pertama ispace, yang mendarat darurat pada April 2023. Hal itu terjadi setelah kehilangan kontak dengan operatornya di orbit.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Percobaan kedua adalah wahana pendarat SLIM milik Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang. Wahana itu mendarat terbalik pada Januari 2024. Namun, SLIM secara tak terduga selamat dari dua malam di bulan.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
