<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dikabarkan Akuisisi Neta, Ini Penjelasan Toyota</title><description>Toyota menanggapi kabar yang beredar mengenai rencana akuisisi Neta.&#13;
</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2025/05/15/52/3139230/dikabarkan-akuisisi-neta-ini-penjelasan-toyota</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2025/05/15/52/3139230/dikabarkan-akuisisi-neta-ini-penjelasan-toyota"/><item><title>Dikabarkan Akuisisi Neta, Ini Penjelasan Toyota</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2025/05/15/52/3139230/dikabarkan-akuisisi-neta-ini-penjelasan-toyota</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2025/05/15/52/3139230/dikabarkan-akuisisi-neta-ini-penjelasan-toyota</guid><pubDate>Kamis 15 Mei 2025 16:42 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Fadli Ramadan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/15/52/3139230/toyota-ethH_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dikabarkan Akuisisi Neta, Ini Penjelasan Toyota (Ilustrasi/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/15/52/3139230/toyota-ethH_large.jpg</image><title>Dikabarkan Akuisisi Neta, Ini Penjelasan Toyota (Ilustrasi/Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Toyota dikabarkan berencana mengakuisisi Neta untuk menyelamatkan brand tersebut dari kebangkrutan. Kabarnya, langkah ini juga untuk memperkuat posisi Toyota pada pasar mobil listrik di China.&#13;
&#13;
Melansir Carnewschina, Kamis (15/5/2025), Toyota membantah rumor tersebut. Toyta menegaskan tidak pernah mengutarakan hal tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Namun, produsen asal Jepang tersebut juga tidak mengatakan kabar tersebut salah.&#13;
&#13;
1. Penjelasan Toyota&#13;
&#13;
Kepala Komunikasi Merek di Toyota Motor (China) Investment Co Ltd, Xu Yiming memberi tanggapan mengenai isu yang beredar. Ia memastikan pihaknya belum mendapatkan kabar tersebut dan bakal membuat klarifikasi mengenai isu itu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami belum pernah mendengar soal ini. Kami minta bantuan untuk mengklarifikasi rumor tersebut,&amp;rdquo; kata Yu.&#13;
&#13;
2. Krisis Neta&#13;
&#13;
Diketahui, saat ini Neta Automobile sedang mengalami krisis finansial akibat kerugian yang dialaminya dalam beberapa tahun terakhir. Mereka juga telah menghentikan produksi dan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal untuk memperbaiki keuangan mereka.&#13;
&#13;
Untuk mendapatkan dana tambahan, Neta membuka kembali pabrik di Tongxiang, pada awal Januari tahun ini. Tapi, produksi tidak pernah dilanjutkan karena kekurangan suku cadang yang parah. Kegagalan ini menyebabkan investor menarik diri, yang pada dasarnya membatalkan kesepakatan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kepercayaan investor terhadap manajemen Neta sejak saat itu memburuk. Secara finansial, Neta telah membukukan kerugian kumulatif sebesar 18,3 miliar yuan (2,53 miliar dolar AS) selama tiga tahun dan berutang kepada pemasok sebesar 6 miliar yuan (828 juta dolar AS).&#13;
&#13;
Neta juga bisa mendapat sanksi di Thailand, di mana mereka telah mendapat subsidi sebesar 150.000 bath atau setara Rp74,2 juta per mobil listrik. Untuk mempertahankannya, Neta harus memenuhi target produksi lokal pada 2025. Apabila gagal memenuhinya, dapat memicu pengembalian subsidi, bunga, dan keringanan pajak.&#13;
&#13;
Berdasarkan roadmap Neta, setelah menyelesaikan masalah utang, dana segar sebesar 3 miliar yuan dari investor utama dijadwalkan tiba pada April, terutama untuk memulihkan produksi dan mendanai pengembangan masa depan secara penuh. Namun, sumber di Neta Auto mengonfirmasi, hingga pertengahan Mei, dana ini masih belum terealisasi.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Toyota dikabarkan berencana mengakuisisi Neta untuk menyelamatkan brand tersebut dari kebangkrutan. Kabarnya, langkah ini juga untuk memperkuat posisi Toyota pada pasar mobil listrik di China.&#13;
&#13;
Melansir Carnewschina, Kamis (15/5/2025), Toyota membantah rumor tersebut. Toyta menegaskan tidak pernah mengutarakan hal tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Namun, produsen asal Jepang tersebut juga tidak mengatakan kabar tersebut salah.&#13;
&#13;
1. Penjelasan Toyota&#13;
&#13;
Kepala Komunikasi Merek di Toyota Motor (China) Investment Co Ltd, Xu Yiming memberi tanggapan mengenai isu yang beredar. Ia memastikan pihaknya belum mendapatkan kabar tersebut dan bakal membuat klarifikasi mengenai isu itu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami belum pernah mendengar soal ini. Kami minta bantuan untuk mengklarifikasi rumor tersebut,&amp;rdquo; kata Yu.&#13;
&#13;
2. Krisis Neta&#13;
&#13;
Diketahui, saat ini Neta Automobile sedang mengalami krisis finansial akibat kerugian yang dialaminya dalam beberapa tahun terakhir. Mereka juga telah menghentikan produksi dan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal untuk memperbaiki keuangan mereka.&#13;
&#13;
Untuk mendapatkan dana tambahan, Neta membuka kembali pabrik di Tongxiang, pada awal Januari tahun ini. Tapi, produksi tidak pernah dilanjutkan karena kekurangan suku cadang yang parah. Kegagalan ini menyebabkan investor menarik diri, yang pada dasarnya membatalkan kesepakatan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kepercayaan investor terhadap manajemen Neta sejak saat itu memburuk. Secara finansial, Neta telah membukukan kerugian kumulatif sebesar 18,3 miliar yuan (2,53 miliar dolar AS) selama tiga tahun dan berutang kepada pemasok sebesar 6 miliar yuan (828 juta dolar AS).&#13;
&#13;
Neta juga bisa mendapat sanksi di Thailand, di mana mereka telah mendapat subsidi sebesar 150.000 bath atau setara Rp74,2 juta per mobil listrik. Untuk mempertahankannya, Neta harus memenuhi target produksi lokal pada 2025. Apabila gagal memenuhinya, dapat memicu pengembalian subsidi, bunga, dan keringanan pajak.&#13;
&#13;
Berdasarkan roadmap Neta, setelah menyelesaikan masalah utang, dana segar sebesar 3 miliar yuan dari investor utama dijadwalkan tiba pada April, terutama untuk memulihkan produksi dan mendanai pengembangan masa depan secara penuh. Namun, sumber di Neta Auto mengonfirmasi, hingga pertengahan Mei, dana ini masih belum terealisasi.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
