<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Misi Artemis 2 NASA Bakal Bawa Satelit Kubus Pemantau Radiasi Kosmik Korsel </title><description>Misi Artemis 2 diperkirakan akan diluncurkan pada 2026.&#13;
</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2025/05/04/56/3136184/misi-artemis-2-nasa-bakal-bawa-satelit-kubus-pemantau-radiasi-kosmik-korsel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2025/05/04/56/3136184/misi-artemis-2-nasa-bakal-bawa-satelit-kubus-pemantau-radiasi-kosmik-korsel"/><item><title>Misi Artemis 2 NASA Bakal Bawa Satelit Kubus Pemantau Radiasi Kosmik Korsel </title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2025/05/04/56/3136184/misi-artemis-2-nasa-bakal-bawa-satelit-kubus-pemantau-radiasi-kosmik-korsel</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2025/05/04/56/3136184/misi-artemis-2-nasa-bakal-bawa-satelit-kubus-pemantau-radiasi-kosmik-korsel</guid><pubDate>Minggu 04 Mei 2025 20:30 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Fadli Ramadan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/04/56/3136184/satelit_kubus_kasa-K73J_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Satelit Kubus KASA. (Foto: KASA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/04/56/3136184/satelit_kubus_kasa-K73J_large.jpg</image><title>Satelit Kubus KASA. (Foto: KASA)</title></images><description>JAKARTA - NASA dan Badan Antariksa Korea Selatan (KASA) resmi menjalin kemitraan, yang membuat KASA ikut serta dalam misi peluncuran Artemis 2. Nantinya, misi Artemis 2 akan membawa satelit kecil berbentuk kubus milik Korea Selatan.&#13;
&#13;
Melansir The Korea Times, satelit bernama K-RadCube buatan Korea, akan dipasang pada adaptor panggung Orion, yang terletak di antara roket Space Launch System (SLS) dan wahana antariksa Orion yang berawak.&#13;
&#13;
Satelit seberat 19 kilogram itu akan memantau radiasi kosmik dan menganalisis dampaknya terhadap astronot saat melintasi sabuk radiasi Van Allen, yang terletak lebih dari 1.000 kilometer di atas Bumi.&#13;
&#13;
Institut Sains Astronomi dan Antariksa Korea memimpin proyek pengembangan satelit, bekerja sama dengan perusahaan rintisan antariksa Korea, Nara Space Technology Inc.&#13;
&#13;
Perjanjian ini juga membahas persiapan peluncuran, peluncuran, operasi penerbangan, hingga pembuangan yang mengedepankan prinsip-prinsip keberlanjutan. Melalui kemitraan ini, baik KASA maupun NASA berharap dapat memanfaatkan data ilmiah yang dikumpulkan.&#13;
&#13;
NASA tidak hanya menyertakan satelit Korea Selatan dalam wahana peluncuran, tapi juga menyediakan lingkungan on-board dengan antarmuka yang disesuaikan. Rencananya, KASA akan menyerahkan K-RadCube setelah pengembangan dan sertifikasinya diselesaikan pada Juli 2025.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
KASA mengatakan pihaknya berencana untuk mengirimkan satelit tersebut ke NASA pada Juli mendatang, sebelum diintegrasikan ke dalam wahana antariksa Orion, yang dijadwalkan akan diluncurkan pada April 2026.&#13;
&#13;
Artemis 2 adalah misi yang direncanakan di bawah program Artemis yang dipimpin NASA dan akan menandai misi berawak pertama ke bulan sejak Apollo 17 pada 1972.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - NASA dan Badan Antariksa Korea Selatan (KASA) resmi menjalin kemitraan, yang membuat KASA ikut serta dalam misi peluncuran Artemis 2. Nantinya, misi Artemis 2 akan membawa satelit kecil berbentuk kubus milik Korea Selatan.&#13;
&#13;
Melansir The Korea Times, satelit bernama K-RadCube buatan Korea, akan dipasang pada adaptor panggung Orion, yang terletak di antara roket Space Launch System (SLS) dan wahana antariksa Orion yang berawak.&#13;
&#13;
Satelit seberat 19 kilogram itu akan memantau radiasi kosmik dan menganalisis dampaknya terhadap astronot saat melintasi sabuk radiasi Van Allen, yang terletak lebih dari 1.000 kilometer di atas Bumi.&#13;
&#13;
Institut Sains Astronomi dan Antariksa Korea memimpin proyek pengembangan satelit, bekerja sama dengan perusahaan rintisan antariksa Korea, Nara Space Technology Inc.&#13;
&#13;
Perjanjian ini juga membahas persiapan peluncuran, peluncuran, operasi penerbangan, hingga pembuangan yang mengedepankan prinsip-prinsip keberlanjutan. Melalui kemitraan ini, baik KASA maupun NASA berharap dapat memanfaatkan data ilmiah yang dikumpulkan.&#13;
&#13;
NASA tidak hanya menyertakan satelit Korea Selatan dalam wahana peluncuran, tapi juga menyediakan lingkungan on-board dengan antarmuka yang disesuaikan. Rencananya, KASA akan menyerahkan K-RadCube setelah pengembangan dan sertifikasinya diselesaikan pada Juli 2025.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
KASA mengatakan pihaknya berencana untuk mengirimkan satelit tersebut ke NASA pada Juli mendatang, sebelum diintegrasikan ke dalam wahana antariksa Orion, yang dijadwalkan akan diluncurkan pada April 2026.&#13;
&#13;
Artemis 2 adalah misi yang direncanakan di bawah program Artemis yang dipimpin NASA dan akan menandai misi berawak pertama ke bulan sejak Apollo 17 pada 1972.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
