<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hacker Targetkan Dana Pensiun di Australia Senilai 2,63 Triliun Dolar AS</title><description>Hacker menyerang dana pensiun di Australia dan mencuri tabungan para pensiunan.&#13;
</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2025/04/05/56/3128405/hacker-targetkan-dana-pensiun-di-australia-senilai-2-63-triliun-dolar-as</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2025/04/05/56/3128405/hacker-targetkan-dana-pensiun-di-australia-senilai-2-63-triliun-dolar-as"/><item><title>Hacker Targetkan Dana Pensiun di Australia Senilai 2,63 Triliun Dolar AS</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2025/04/05/56/3128405/hacker-targetkan-dana-pensiun-di-australia-senilai-2-63-triliun-dolar-as</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2025/04/05/56/3128405/hacker-targetkan-dana-pensiun-di-australia-senilai-2-63-triliun-dolar-as</guid><pubDate>Sabtu 05 April 2025 12:25 WIB</pubDate><dc:creator>Erha Aprili Ramadhoni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/04/05/56/3128405/hacker-X7Ib_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hacker Targetkan Retas Dana Pensiun di Australia Senilai 2,63 Triliun Dolar AS</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/04/05/56/3128405/hacker-X7Ib_large.jpg</image><title>Hacker Targetkan Retas Dana Pensiun di Australia Senilai 2,63 Triliun Dolar AS</title></images><description>SYDNEY - Hacker menyerang dana pensiun di Australia dan mencuri tabungan para pensiunan. Peretasan ini membahayakan lebih dari 20 ribu akun dari dana pensiunan itu.&#13;
&#13;
1. Retas Dana Pensiun&#13;
&#13;
Koordinator Keamanan Siber Nasional, Michelle McGuinness mengatakan,ia mengetahui adanya &amp;quot;penjahat siber&amp;quot; yang menargetkan akun di sektor tabungan pensiun senilai 4,2 triliun dolar Australia (2,63 triliun dolar AS atau sekitar Rp44.100 triliun) di negara tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Asosiasi Dana Pensiun Australia, Badan industri tersebut, mengatakan &amp;quot;sejumlah&amp;quot; dana terkena dampak selama akhir pekan. Sementara skala penuh dari insiden tersebut masih belum jelas,&amp;nbsp;AustralianSuper, Australian Retirement Trust, Rest, Insignia, dan Hostplus pada Jumat mengonfirmasi adanya peretasan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
AustralianSuper mengatakan, hingga 600 kata sandi anggota telah dicuri untuk mengakses akun dan mencoba melakukan penipuan.&amp;nbsp;AustralianSuper merupakan pengelola dana pensiun terbesar di AS dengan mengelola 365 miliar dolar Australia untuk 3,5 juta anggota.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami mengambil tindakan segera untuk mengunci akun-akun ini dan memberi tahu para anggota tersebut,&amp;quot; kata Kepala Anggota AustralianSuper Rose Kerlin, melansir Reuters, Sabtu (5/4/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia mendesak semua anggota untuk memeriksa saldo daring mereka.&#13;
&#13;
2. Akun Tabungan Pensiun Diretas&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Empat anggota AustralianSuper mengalami total 500 ribu dolar Australia yang terkuras dari saldo mereka dan ditransfer ke akun lain yang bukan milik mereka, menurut sumber tersebut.&#13;
&#13;
AustralianSuper tidak segera menanggapi permintaan komentar.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, pengelola dana pensiun terbeesar kedua di Australia, Australian Retirement Trust, mengatakan telah mendeteksi &amp;quot;aktivitas login yang tidak biasa&amp;quot; yang memengaruhi &amp;quot;beberapa ratus&amp;quot; akun. Akun yang terdampak dikunci sebagai tindakan pencegahan, meskipun tidak ada transaksi atau perubahan yang mencurigakan. Australian Retirement Trust mengelola 300 miliar dolar Australia untuk 2,4 juta anggota.&#13;
&#13;
Rest Super, badan dana pensiun untuk pekerja ritel dengan aset senilai 93 miliar dolar Australia mengatakan pihaknya mengalami serangan yang memengaruhi sekitar 20.000 akun atau sekitar 1% dari 2 juta anggotanya.&#13;
&#13;
Bendahara Jim Chalmers mengatakan perkembangan tersebut &amp;quot;sangat memprihatinkan&amp;quot;, sementara menteri keamanan siber bayangan James Paterson meminta dana untuk mengganti kerugian anggota yang kehilangan uang akibat serangan tersebut.&#13;
&#13;
Rumah sakit nirlaba dan penyedia layanan perawatan lansia terbesar di Australia, St Vincent&amp;#39;s Health, perusahaan asuransi kesehatan swasta Medibank, dan perusahaan telekomunikasi Optus semuanya mengalami pelanggaran besar.&#13;
&#13;
Pemerintah pada tahun 2023 mengalokasikan 587 dolar Australia juta untuk mendanai strategi tujuh tahun guna meningkatkan keamanan siber warga negara, bisnis, dan lembaga.&#13;
</description><content:encoded>SYDNEY - Hacker menyerang dana pensiun di Australia dan mencuri tabungan para pensiunan. Peretasan ini membahayakan lebih dari 20 ribu akun dari dana pensiunan itu.&#13;
&#13;
1. Retas Dana Pensiun&#13;
&#13;
Koordinator Keamanan Siber Nasional, Michelle McGuinness mengatakan,ia mengetahui adanya &amp;quot;penjahat siber&amp;quot; yang menargetkan akun di sektor tabungan pensiun senilai 4,2 triliun dolar Australia (2,63 triliun dolar AS atau sekitar Rp44.100 triliun) di negara tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Asosiasi Dana Pensiun Australia, Badan industri tersebut, mengatakan &amp;quot;sejumlah&amp;quot; dana terkena dampak selama akhir pekan. Sementara skala penuh dari insiden tersebut masih belum jelas,&amp;nbsp;AustralianSuper, Australian Retirement Trust, Rest, Insignia, dan Hostplus pada Jumat mengonfirmasi adanya peretasan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
AustralianSuper mengatakan, hingga 600 kata sandi anggota telah dicuri untuk mengakses akun dan mencoba melakukan penipuan.&amp;nbsp;AustralianSuper merupakan pengelola dana pensiun terbesar di AS dengan mengelola 365 miliar dolar Australia untuk 3,5 juta anggota.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami mengambil tindakan segera untuk mengunci akun-akun ini dan memberi tahu para anggota tersebut,&amp;quot; kata Kepala Anggota AustralianSuper Rose Kerlin, melansir Reuters, Sabtu (5/4/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia mendesak semua anggota untuk memeriksa saldo daring mereka.&#13;
&#13;
2. Akun Tabungan Pensiun Diretas&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Empat anggota AustralianSuper mengalami total 500 ribu dolar Australia yang terkuras dari saldo mereka dan ditransfer ke akun lain yang bukan milik mereka, menurut sumber tersebut.&#13;
&#13;
AustralianSuper tidak segera menanggapi permintaan komentar.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, pengelola dana pensiun terbeesar kedua di Australia, Australian Retirement Trust, mengatakan telah mendeteksi &amp;quot;aktivitas login yang tidak biasa&amp;quot; yang memengaruhi &amp;quot;beberapa ratus&amp;quot; akun. Akun yang terdampak dikunci sebagai tindakan pencegahan, meskipun tidak ada transaksi atau perubahan yang mencurigakan. Australian Retirement Trust mengelola 300 miliar dolar Australia untuk 2,4 juta anggota.&#13;
&#13;
Rest Super, badan dana pensiun untuk pekerja ritel dengan aset senilai 93 miliar dolar Australia mengatakan pihaknya mengalami serangan yang memengaruhi sekitar 20.000 akun atau sekitar 1% dari 2 juta anggotanya.&#13;
&#13;
Bendahara Jim Chalmers mengatakan perkembangan tersebut &amp;quot;sangat memprihatinkan&amp;quot;, sementara menteri keamanan siber bayangan James Paterson meminta dana untuk mengganti kerugian anggota yang kehilangan uang akibat serangan tersebut.&#13;
&#13;
Rumah sakit nirlaba dan penyedia layanan perawatan lansia terbesar di Australia, St Vincent&amp;#39;s Health, perusahaan asuransi kesehatan swasta Medibank, dan perusahaan telekomunikasi Optus semuanya mengalami pelanggaran besar.&#13;
&#13;
Pemerintah pada tahun 2023 mengalokasikan 587 dolar Australia juta untuk mendanai strategi tujuh tahun guna meningkatkan keamanan siber warga negara, bisnis, dan lembaga.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
