<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banyak Brand Main di Segmen EV, Ternyata Cuma 4 Merek yang Untung</title><description>Dari sekian banyak brand yang bermain khusus di EV, ternyata hanya ada 4 merek yang untung.&#13;
</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2025/04/01/52/3127623/banyak-brand-main-di-segmen-ev-ternyata-cuma-4-merek-yang-untung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2025/04/01/52/3127623/banyak-brand-main-di-segmen-ev-ternyata-cuma-4-merek-yang-untung"/><item><title>Banyak Brand Main di Segmen EV, Ternyata Cuma 4 Merek yang Untung</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2025/04/01/52/3127623/banyak-brand-main-di-segmen-ev-ternyata-cuma-4-merek-yang-untung</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2025/04/01/52/3127623/banyak-brand-main-di-segmen-ev-ternyata-cuma-4-merek-yang-untung</guid><pubDate>Selasa 01 April 2025 13:29 WIB</pubDate><dc:creator>Erha Aprili Ramadhoni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/04/01/52/3127623/mobil_listrik-gvfN_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banyak Brand Main di Segmen EV, Ternyata Cuma 4 Merek yang Untung (Ilustrasi/Carscoops)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/04/01/52/3127623/mobil_listrik-gvfN_large.jpg</image><title>Banyak Brand Main di Segmen EV, Ternyata Cuma 4 Merek yang Untung (Ilustrasi/Carscoops)</title></images><description>JAKARTA - Populasi mobil listrik kian meningkat di belahan dunia. Ini sebanding dengan makin banyaknya brand yang memasarkan kendaraan ramah lingkungannya. Namun, dari banyaknya merek mobil listrik, ternyata hanya ada 4 yang meraup keuntungan pada 2024.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Cuma 4 Merek EV yang Untung&#13;
&#13;
Melansir Carscoops, Selasa (1/4/2025), studi mengungkap hanya 4 merek khusus EV yang saat ini untung. Sementara merek yang khusus memasarkan mobil listrik lainnya merugi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dari studi itu, Tesla dan BYD memimpin dengan memiliki kinerja terbaik. Studi tersebut meneliti rasio pendapatan operasional merek EV utama dan menemukan pada 2024, Tesla melaporkan margin operasi sebesar 7,2%. Angka ini menempatkan Tesla di atas BYD dengan angka 6,4%.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Namun, margin Tesla menurun jika dibandingkan 2023, dan margin BYD malah naik. Jika kondisi itu bertahan, BYD bisa segera melampaui Tesla dalam hal profitabilitas operasional.&#13;
&#13;
&#13;
Tesla Cybertruck (Foto: Reuters)&#13;
&#13;
&#13;
Kunci pertumbuhan kedua merek ini adalah integrasi vertikal. Ini membantu mereka untuk meningkatkan skala dan mencapai profitabilitas lebih cepat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dua merek EV lainnya yang telah mencapai profitabilitas adalah Li Auto dari China dan Series Group, yang mencakup merek Seres, Aito, dan Landian.&#13;
&#13;
Meskipun cuma ada 4 merek EV yang untung pada 2024, sebagian ada pula yang mendekat laba. Zeekr, bagian dari grup Geely, melaporkan margin operasi sebesar -8,5% tahun lalu. Namun dengan penjualan yang meningkat, perusahaan tersebut mungkin akan segera mulai menghasilkan laba bagi perusahaan induknya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Xpeng dan Leapmotor juga bergerak ke arah yang benar. Keduanya berhasil mengurangi lebih dari separuh kerugian mereka antara tahun 2023 dan 2024.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Brand EV Merugi&#13;
&#13;
Nio, pemain penting lainnya di pasar EV China, tetap merugi. Margin operasinya pada tahun 2024 mencapai lebih dari -30%. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
Tesla tetap menjadi satu-satunya merek kendaraan listrik non-China yang mencapai untung. Polestar belum melewati ambang batas itu, meskipun berhasil mengurangi kerugiannya pada 2024.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Demikian pula dengan Rivian yang tetap merugi. Meskipun seperti Polestar, perusahaan itu terus menerima pendanaan eksternal.&#13;
&#13;
Di sisi lain, Lucid mengalami kerugian paling tajam di sektor kendaraan listrik. Menurut data dari Rho Motion, margin operasinya pada tahun 2024 adalah -374%. Angka itu turun dari -500% tahun sebelumnya. Dukungan besar dari Arab Saudi membantu Lucid tetap bertahan, meskipun mengalami kekurangan besar.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Populasi mobil listrik kian meningkat di belahan dunia. Ini sebanding dengan makin banyaknya brand yang memasarkan kendaraan ramah lingkungannya. Namun, dari banyaknya merek mobil listrik, ternyata hanya ada 4 yang meraup keuntungan pada 2024.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Cuma 4 Merek EV yang Untung&#13;
&#13;
Melansir Carscoops, Selasa (1/4/2025), studi mengungkap hanya 4 merek khusus EV yang saat ini untung. Sementara merek yang khusus memasarkan mobil listrik lainnya merugi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dari studi itu, Tesla dan BYD memimpin dengan memiliki kinerja terbaik. Studi tersebut meneliti rasio pendapatan operasional merek EV utama dan menemukan pada 2024, Tesla melaporkan margin operasi sebesar 7,2%. Angka ini menempatkan Tesla di atas BYD dengan angka 6,4%.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Namun, margin Tesla menurun jika dibandingkan 2023, dan margin BYD malah naik. Jika kondisi itu bertahan, BYD bisa segera melampaui Tesla dalam hal profitabilitas operasional.&#13;
&#13;
&#13;
Tesla Cybertruck (Foto: Reuters)&#13;
&#13;
&#13;
Kunci pertumbuhan kedua merek ini adalah integrasi vertikal. Ini membantu mereka untuk meningkatkan skala dan mencapai profitabilitas lebih cepat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dua merek EV lainnya yang telah mencapai profitabilitas adalah Li Auto dari China dan Series Group, yang mencakup merek Seres, Aito, dan Landian.&#13;
&#13;
Meskipun cuma ada 4 merek EV yang untung pada 2024, sebagian ada pula yang mendekat laba. Zeekr, bagian dari grup Geely, melaporkan margin operasi sebesar -8,5% tahun lalu. Namun dengan penjualan yang meningkat, perusahaan tersebut mungkin akan segera mulai menghasilkan laba bagi perusahaan induknya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Xpeng dan Leapmotor juga bergerak ke arah yang benar. Keduanya berhasil mengurangi lebih dari separuh kerugian mereka antara tahun 2023 dan 2024.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Brand EV Merugi&#13;
&#13;
Nio, pemain penting lainnya di pasar EV China, tetap merugi. Margin operasinya pada tahun 2024 mencapai lebih dari -30%. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
Tesla tetap menjadi satu-satunya merek kendaraan listrik non-China yang mencapai untung. Polestar belum melewati ambang batas itu, meskipun berhasil mengurangi kerugiannya pada 2024.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Demikian pula dengan Rivian yang tetap merugi. Meskipun seperti Polestar, perusahaan itu terus menerima pendanaan eksternal.&#13;
&#13;
Di sisi lain, Lucid mengalami kerugian paling tajam di sektor kendaraan listrik. Menurut data dari Rho Motion, margin operasinya pada tahun 2024 adalah -374%. Angka itu turun dari -500% tahun sebelumnya. Dukungan besar dari Arab Saudi membantu Lucid tetap bertahan, meskipun mengalami kekurangan besar.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
