<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mobil Listrik Makin Laris, Penjualan di IIMS 2025 Diyakini Meningkat</title><description>Mobil Listrik Makin Laris, Penjualan di IIMS 2025 Diyakini Meningkat&#13;
</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2025/02/13/52/3113321/mobil-listrik-makin-laris-penjualan-di-iims-2025-diyakini-meningkat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2025/02/13/52/3113321/mobil-listrik-makin-laris-penjualan-di-iims-2025-diyakini-meningkat"/><item><title>Mobil Listrik Makin Laris, Penjualan di IIMS 2025 Diyakini Meningkat</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2025/02/13/52/3113321/mobil-listrik-makin-laris-penjualan-di-iims-2025-diyakini-meningkat</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2025/02/13/52/3113321/mobil-listrik-makin-laris-penjualan-di-iims-2025-diyakini-meningkat</guid><pubDate>Kamis 13 Februari 2025 10:00 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Fadli Ramadan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/02/13/52/3113321/byd_m6-7mjv_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mobil Listrik Makin Laris, Penjualan di IIMS 2025 Diyakini Meningkat (Ilustrasi/Dok BYD Motor Indonesia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/02/13/52/3113321/byd_m6-7mjv_large.jpg</image><title>Mobil Listrik Makin Laris, Penjualan di IIMS 2025 Diyakini Meningkat (Ilustrasi/Dok BYD Motor Indonesia)</title></images><description>JAKARTA - Penggunaan mobil listrik di Indonesia makin populer dengan hadirnya sejumlah brand baru. Ini membuat masyarakat semakin tertarik untuk menggunakan kendaraan ramah lingkungan karena menawarkan banyak keuntungan.&#13;
&#13;
1. 30 Persen SPK Mobil Listrik&#13;
&#13;
Rudi MF selaku Project Director IIMS 2025 mengakui peminat mobil listrik di Indonesia semakin berkembang setiap tahunnya. Hal ini dapat dilihat pada jumlah pemesanan kendaraan listrik murni di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau kita melihat rilis Gaikindo, pada 2023 itu angkanya masih di bawah 5 persen. Tahun 2024 dari total volume penjualan itu angkanya sudah mendekati 5 persen. Angkanya ini cukup bertumbuh signifikan. Tadi yang saya sampaikan, di IIMS 2024, dari total SPK sebanyak 30 persen berasal dari kendaraan listrik,&amp;quot; kata Rudi dalam talkshow di Morning News, Selasa (11/2/2025).&#13;
&#13;
2. Insentif Dorong Penjualan Mobil Listrik&#13;
&#13;
Peningkatan pengguna kendaraan listrik terjadi usai pemerintah memberikan sejumlah insentif yang membuat masyarakat semakin ringan dalam memiliki kendaraan listrik. Tahun ini, kebijakan tersebut juga dilanjutkan sebagai salah satu program prioritas.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi (insentif) ini sangat membantu sekali, terutama di pameran IIMS di awal tahun. Jadi ini kabar baik bagi stakeholder otomotif, baik produsen dan juga konsumen. Dengan insentif ini kita harapkan transaksi meningkat,&amp;quot; ujar Rudi.&#13;
&#13;
3. Pasar Turun, tapi Mobil Listrik dan Hybrid Naik&#13;
&#13;
Tahun lalu, industri otomotif Indonesia menghadapi tekanan dengan menurunnya jumlah penjualan. Namun, beberapa segmen mengalami peningkatan, terutama model elektrifikasi yang menjadi idola baru masyarakat Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita tahu, walaupun terjadi penurunan di 2024, ternyata ada beberapa kategori yang justru bertumbuh, seperti EV dan hybrid. Kalau kita lihat, mobil ini peningkatannya cukup signifikan. Bahkan, di IIMS tahun lalu, angkanya sudah lebih dari 30 persen dari total SPK untuk kendaraan EV,&amp;quot; ungkap Rudi.&#13;
&#13;
Hadirnya insentif untuk kendaraan listrik, diharapkan dapat mendorong masyarakat memboyong kendaraan baru. Sebab, ini juga menjadi upaya dari pemerintah dalam meningkatkan angka penjualan mobil yang sempat alami penurunan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi kami yakin trennya masih positif, masih akan terus bertumbuh mengikuti tren di dunia. Apalagi ditambah hybrid yang volume-nya lebih banyak dibanding yang pure EV. Diharapkan dua kebijakan tadi memberikan dampak besar,&amp;quot; ucap Rudi.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Penggunaan mobil listrik di Indonesia makin populer dengan hadirnya sejumlah brand baru. Ini membuat masyarakat semakin tertarik untuk menggunakan kendaraan ramah lingkungan karena menawarkan banyak keuntungan.&#13;
&#13;
1. 30 Persen SPK Mobil Listrik&#13;
&#13;
Rudi MF selaku Project Director IIMS 2025 mengakui peminat mobil listrik di Indonesia semakin berkembang setiap tahunnya. Hal ini dapat dilihat pada jumlah pemesanan kendaraan listrik murni di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau kita melihat rilis Gaikindo, pada 2023 itu angkanya masih di bawah 5 persen. Tahun 2024 dari total volume penjualan itu angkanya sudah mendekati 5 persen. Angkanya ini cukup bertumbuh signifikan. Tadi yang saya sampaikan, di IIMS 2024, dari total SPK sebanyak 30 persen berasal dari kendaraan listrik,&amp;quot; kata Rudi dalam talkshow di Morning News, Selasa (11/2/2025).&#13;
&#13;
2. Insentif Dorong Penjualan Mobil Listrik&#13;
&#13;
Peningkatan pengguna kendaraan listrik terjadi usai pemerintah memberikan sejumlah insentif yang membuat masyarakat semakin ringan dalam memiliki kendaraan listrik. Tahun ini, kebijakan tersebut juga dilanjutkan sebagai salah satu program prioritas.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi (insentif) ini sangat membantu sekali, terutama di pameran IIMS di awal tahun. Jadi ini kabar baik bagi stakeholder otomotif, baik produsen dan juga konsumen. Dengan insentif ini kita harapkan transaksi meningkat,&amp;quot; ujar Rudi.&#13;
&#13;
3. Pasar Turun, tapi Mobil Listrik dan Hybrid Naik&#13;
&#13;
Tahun lalu, industri otomotif Indonesia menghadapi tekanan dengan menurunnya jumlah penjualan. Namun, beberapa segmen mengalami peningkatan, terutama model elektrifikasi yang menjadi idola baru masyarakat Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita tahu, walaupun terjadi penurunan di 2024, ternyata ada beberapa kategori yang justru bertumbuh, seperti EV dan hybrid. Kalau kita lihat, mobil ini peningkatannya cukup signifikan. Bahkan, di IIMS tahun lalu, angkanya sudah lebih dari 30 persen dari total SPK untuk kendaraan EV,&amp;quot; ungkap Rudi.&#13;
&#13;
Hadirnya insentif untuk kendaraan listrik, diharapkan dapat mendorong masyarakat memboyong kendaraan baru. Sebab, ini juga menjadi upaya dari pemerintah dalam meningkatkan angka penjualan mobil yang sempat alami penurunan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi kami yakin trennya masih positif, masih akan terus bertumbuh mengikuti tren di dunia. Apalagi ditambah hybrid yang volume-nya lebih banyak dibanding yang pure EV. Diharapkan dua kebijakan tadi memberikan dampak besar,&amp;quot; ucap Rudi.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
