<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>India Kembangkan Model AI Saingan DeepSeek, Bakal Siap Tahun Ini </title><description>Kehadiran DeepSeek telah menunjukkan bahwa pengembangan model AI yang bisa diandalkan tak membutuhkan investasi modal yang sangat besar.&#13;
</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2025/02/02/56/3109847/india-kembangkan-model-ai-saingan-deepseek-bakal-siap-tahun-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2025/02/02/56/3109847/india-kembangkan-model-ai-saingan-deepseek-bakal-siap-tahun-ini"/><item><title>India Kembangkan Model AI Saingan DeepSeek, Bakal Siap Tahun Ini </title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2025/02/02/56/3109847/india-kembangkan-model-ai-saingan-deepseek-bakal-siap-tahun-ini</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2025/02/02/56/3109847/india-kembangkan-model-ai-saingan-deepseek-bakal-siap-tahun-ini</guid><pubDate>Minggu 02 Februari 2025 11:37 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/02/02/56/3109847/ilustrasi-iuRh_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/02/02/56/3109847/ilustrasi-iuRh_large.jpeg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Freepik)</title></images><description>NEW DELHI - India akan mengembangkan model bahasa besarnya (LLM) sendiri yang didukung oleh kecerdasan buatan (AI) untuk bersaing dengan DeepSeek dan ChatGPT, demikian disampaikan Menteri Elektronika dan TI Ashwini Vaishnaw. Diharapkan model AI ini akan &amp;quot;siap dalam 10 bulan ke depan,&amp;quot; katanya, seraya menambahkan bahwa kerangka dasarnya sudah ada.&#13;
&#13;
Dengan dasar yang lengkap, pemerintah sekarang berfokus pada pembuatan sistem yang disesuaikan dengan kebutuhan unik India, kata Vaishnaw.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Model AI yang Terjangkau&#13;
&#13;
Sebagai bagian dari dorongan AI-nya, pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi telah menyetujui 18 proposal yang ditujukan untuk mempercepat solusi AI di sektor-sektor utama seperti pertanian dan perubahan iklim. Menurut laporan Mint, dukungan ini mencakup akses ke daya komputasi, data, dan pendanaan.&#13;
&#13;
Vaishnaw juga mengungkapkan bahwa enam pengembang utama akan meluncurkan model AI dasar pada akhir tahun. Untuk membuat pengembangan terkait lebih &amp;quot;terjangkau dan mudah diakses,&amp;quot; menteri tersebut mengatakan pemerintah akan mensubsidi 40% dari biaya komputasi, menurunkan harga rata-rata per unit komputasi AI dari USD1,29 per jam, demikian dilaporkan RT.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Misi AI Senilai Rp19 Triliun&#13;
&#13;
Inisiatif ini merupakan komponen utama dari misi IndiaAI senilai USD1,2 miliar (sekira Rp19 triliun), yang berupaya mengembangkan model bahasa besar dan kecil. Untuk memperkuat kemampuan AI domestik, New Delhi tengah berupaya membangun infrastruktur komputasi yang terdiri dari lebih dari 18.000 unit pemrosesan grafis (GPU). Jio Platforms milik miliarder Mukesh Ambani merupakan salah satu perusahaan yang berlomba untuk mencapai hal ini, dengan memanfaatkan prosesor canggih seperti chip H100 Nvidia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Awal bulan ini, Bloomberg melaporkan bahwa Ambani berencana membangun apa yang bisa menjadi pusat data terbesar di dunia di Jamnagar, di negara bagian Gujarat. Konglomerat yang dipimpin Ambani, Reliance Industries, mengoperasikan kilang besar, yang dianggap sebagai yang terbesar di dunia, di Jamnagar.&#13;
&#13;
Pusat data tersebut diharapkan memiliki total kapasitas tiga gigawatt, yang akan menempatkan India di peta dalam hal kemampuan teknologi canggih. Pusat data operasional terbesar saat ini sebagian besar berlokasi di AS dan berukuran kurang dari satu gigawatt.&#13;
&#13;
Pernyataan Vaishnaw muncul tak lama setelah model AI DeepSeek menarik perhatian dunia. Model ini baru-baru ini melampaui ChatGPT milik OpenAI yang berbasis di Amerika Serikat (AS) sebagai asisten AI paling populer di App Store milik Apple. Para analis memandang terobosan model buatan China ini sebagai bukti bahwa inovasi AI tidak selalu memerlukan investasi modal besar-besaran, yang menandakan adanya perubahan dalam cara mencapai kemajuan teknologi semacam ini secara global.&#13;
</description><content:encoded>NEW DELHI - India akan mengembangkan model bahasa besarnya (LLM) sendiri yang didukung oleh kecerdasan buatan (AI) untuk bersaing dengan DeepSeek dan ChatGPT, demikian disampaikan Menteri Elektronika dan TI Ashwini Vaishnaw. Diharapkan model AI ini akan &amp;quot;siap dalam 10 bulan ke depan,&amp;quot; katanya, seraya menambahkan bahwa kerangka dasarnya sudah ada.&#13;
&#13;
Dengan dasar yang lengkap, pemerintah sekarang berfokus pada pembuatan sistem yang disesuaikan dengan kebutuhan unik India, kata Vaishnaw.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Model AI yang Terjangkau&#13;
&#13;
Sebagai bagian dari dorongan AI-nya, pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi telah menyetujui 18 proposal yang ditujukan untuk mempercepat solusi AI di sektor-sektor utama seperti pertanian dan perubahan iklim. Menurut laporan Mint, dukungan ini mencakup akses ke daya komputasi, data, dan pendanaan.&#13;
&#13;
Vaishnaw juga mengungkapkan bahwa enam pengembang utama akan meluncurkan model AI dasar pada akhir tahun. Untuk membuat pengembangan terkait lebih &amp;quot;terjangkau dan mudah diakses,&amp;quot; menteri tersebut mengatakan pemerintah akan mensubsidi 40% dari biaya komputasi, menurunkan harga rata-rata per unit komputasi AI dari USD1,29 per jam, demikian dilaporkan RT.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Misi AI Senilai Rp19 Triliun&#13;
&#13;
Inisiatif ini merupakan komponen utama dari misi IndiaAI senilai USD1,2 miliar (sekira Rp19 triliun), yang berupaya mengembangkan model bahasa besar dan kecil. Untuk memperkuat kemampuan AI domestik, New Delhi tengah berupaya membangun infrastruktur komputasi yang terdiri dari lebih dari 18.000 unit pemrosesan grafis (GPU). Jio Platforms milik miliarder Mukesh Ambani merupakan salah satu perusahaan yang berlomba untuk mencapai hal ini, dengan memanfaatkan prosesor canggih seperti chip H100 Nvidia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Awal bulan ini, Bloomberg melaporkan bahwa Ambani berencana membangun apa yang bisa menjadi pusat data terbesar di dunia di Jamnagar, di negara bagian Gujarat. Konglomerat yang dipimpin Ambani, Reliance Industries, mengoperasikan kilang besar, yang dianggap sebagai yang terbesar di dunia, di Jamnagar.&#13;
&#13;
Pusat data tersebut diharapkan memiliki total kapasitas tiga gigawatt, yang akan menempatkan India di peta dalam hal kemampuan teknologi canggih. Pusat data operasional terbesar saat ini sebagian besar berlokasi di AS dan berukuran kurang dari satu gigawatt.&#13;
&#13;
Pernyataan Vaishnaw muncul tak lama setelah model AI DeepSeek menarik perhatian dunia. Model ini baru-baru ini melampaui ChatGPT milik OpenAI yang berbasis di Amerika Serikat (AS) sebagai asisten AI paling populer di App Store milik Apple. Para analis memandang terobosan model buatan China ini sebagai bukti bahwa inovasi AI tidak selalu memerlukan investasi modal besar-besaran, yang menandakan adanya perubahan dalam cara mencapai kemajuan teknologi semacam ini secara global.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
