<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Paus Fransiskus Peringatkan Penggunaan Medsos Berlebihan Dapat Sebabkan &amp;lsquo;Brain Rot&amp;rsquo;</title><description>Brain rot adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan keterasingan akibat penggunaan media sosial secara berlebihan.&#13;
</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2025/01/27/57/3108170/paus-fransiskus-peringatkan-penggunaan-medsos-berlebihan-dapat-sebabkan-brain-rot</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2025/01/27/57/3108170/paus-fransiskus-peringatkan-penggunaan-medsos-berlebihan-dapat-sebabkan-brain-rot"/><item><title>Paus Fransiskus Peringatkan Penggunaan Medsos Berlebihan Dapat Sebabkan &amp;lsquo;Brain Rot&amp;rsquo;</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2025/01/27/57/3108170/paus-fransiskus-peringatkan-penggunaan-medsos-berlebihan-dapat-sebabkan-brain-rot</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2025/01/27/57/3108170/paus-fransiskus-peringatkan-penggunaan-medsos-berlebihan-dapat-sebabkan-brain-rot</guid><pubDate>Senin 27 Januari 2025 14:12 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/01/27/57/3108170/paus_fransiskus-0bUp_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Paus Fransiskus. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/01/27/57/3108170/paus_fransiskus-0bUp_large.jpg</image><title>Paus Fransiskus. (Foto: Reuters)</title></images><description>VATIKAN - Paus Fransiskus telah memperingatkan umat Katolik tentang risiko &amp;quot;pembusukan otak&amp;quot; atau &amp;ldquo;brain rot&amp;rdquo; akibat penggunaan media sosial yang berlebihan. Peringatan itu disampaikan Paus Fransiskus dalam pidatonya kepada para jurnalis dan profesional komunikasi lainnya di Vatikan pada Sabtu, (25/1/2025).&#13;
&#13;
&amp;quot;Komunikasi berarti melangkah keluar dari diri kita sendiri sedikit untuk memberikan sesuatu dari diri saya kepada orang lain,&amp;quot; kata Paus Fransiiskus, sebelum menyerukan kepada kaum muda untuk melatih keterampilan berpikir kritis yang lebih besar dan menghindari membuat diri mereka sendiri &amp;quot;brain rot&amp;quot; akibat penggunaan media sosial yang berlebihan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Brain rot&amp;quot; adalah istilah slang yang umum digunakan oleh &amp;#39;Gen Z&amp;#39; untuk menggambarkan keadaan keterasingan yang berasal dari konsumsi konten daring yang berlebihan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita membutuhkan wirausahawan yang berani, insinyur informasi yang berani, sehingga keindahan komunikasi tidak rusak,&amp;quot; kata Paus kepada para jurnalis yang berkumpul, sebagaimana dilansir RT. Pemuka agama Katolik dunia itu menyerukan kepada para jurnalis untuk &amp;quot;menceritakan kisah-kisah yang penuh harapan, peduli tentang takdir kita bersama, dan berusaha untuk menulis bersama sejarah masa depan kita.&amp;quot;&#13;
&#13;
Paus juga menyoroti 120 jurnalis yang kehilangan nyawa pada 2024, banyak dari mereka meliput konflik Israel-Hamas di Gaza.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ini adalah &amp;ldquo;momen sulit dalam sejarah umat manusia, dengan dunia yang masih terluka oleh perang dan kekerasan, oleh pertumpahan begitu banyak darah tak berdosa,&amp;rdquo; katanya, seraya menambahkan &amp;ldquo;ketika Anda melaporkan kejahatan, berikan ruang untuk kemungkinan memperbaiki apa yang telah terkoyak.&amp;rdquo;&#13;
&#13;
Paus Fransiskus adalah kritikus reguler media sosial. Musim panas lalu, ia memperingatkan bahwa platform ini &amp;ldquo;mengasingkan kaum muda.&amp;rdquo;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saat ini, berapa jam seseorang menghabiskan waktu di depan TV atau menggunakan ponsel kecil mereka? Berapa jam?&amp;rdquo; tanyanya dalam sebuah wawancara dengan CBS News saat itu.&#13;
</description><content:encoded>VATIKAN - Paus Fransiskus telah memperingatkan umat Katolik tentang risiko &amp;quot;pembusukan otak&amp;quot; atau &amp;ldquo;brain rot&amp;rdquo; akibat penggunaan media sosial yang berlebihan. Peringatan itu disampaikan Paus Fransiskus dalam pidatonya kepada para jurnalis dan profesional komunikasi lainnya di Vatikan pada Sabtu, (25/1/2025).&#13;
&#13;
&amp;quot;Komunikasi berarti melangkah keluar dari diri kita sendiri sedikit untuk memberikan sesuatu dari diri saya kepada orang lain,&amp;quot; kata Paus Fransiiskus, sebelum menyerukan kepada kaum muda untuk melatih keterampilan berpikir kritis yang lebih besar dan menghindari membuat diri mereka sendiri &amp;quot;brain rot&amp;quot; akibat penggunaan media sosial yang berlebihan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Brain rot&amp;quot; adalah istilah slang yang umum digunakan oleh &amp;#39;Gen Z&amp;#39; untuk menggambarkan keadaan keterasingan yang berasal dari konsumsi konten daring yang berlebihan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita membutuhkan wirausahawan yang berani, insinyur informasi yang berani, sehingga keindahan komunikasi tidak rusak,&amp;quot; kata Paus kepada para jurnalis yang berkumpul, sebagaimana dilansir RT. Pemuka agama Katolik dunia itu menyerukan kepada para jurnalis untuk &amp;quot;menceritakan kisah-kisah yang penuh harapan, peduli tentang takdir kita bersama, dan berusaha untuk menulis bersama sejarah masa depan kita.&amp;quot;&#13;
&#13;
Paus juga menyoroti 120 jurnalis yang kehilangan nyawa pada 2024, banyak dari mereka meliput konflik Israel-Hamas di Gaza.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ini adalah &amp;ldquo;momen sulit dalam sejarah umat manusia, dengan dunia yang masih terluka oleh perang dan kekerasan, oleh pertumpahan begitu banyak darah tak berdosa,&amp;rdquo; katanya, seraya menambahkan &amp;ldquo;ketika Anda melaporkan kejahatan, berikan ruang untuk kemungkinan memperbaiki apa yang telah terkoyak.&amp;rdquo;&#13;
&#13;
Paus Fransiskus adalah kritikus reguler media sosial. Musim panas lalu, ia memperingatkan bahwa platform ini &amp;ldquo;mengasingkan kaum muda.&amp;rdquo;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saat ini, berapa jam seseorang menghabiskan waktu di depan TV atau menggunakan ponsel kecil mereka? Berapa jam?&amp;rdquo; tanyanya dalam sebuah wawancara dengan CBS News saat itu.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
