<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Meta Hapuskan Pemeriksa Fakta di Facebook, Instagram, dan Threads</title><description>Pemeriksa fakta ini nantinya akan digantikan dengan community notes seperti yang digunakan di X.&#13;
</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2025/01/12/54/3103689/meta-hapuskan-pemeriksa-fakta-di-facebook-instagram-dan-threads</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2025/01/12/54/3103689/meta-hapuskan-pemeriksa-fakta-di-facebook-instagram-dan-threads"/><item><title>Meta Hapuskan Pemeriksa Fakta di Facebook, Instagram, dan Threads</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2025/01/12/54/3103689/meta-hapuskan-pemeriksa-fakta-di-facebook-instagram-dan-threads</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2025/01/12/54/3103689/meta-hapuskan-pemeriksa-fakta-di-facebook-instagram-dan-threads</guid><pubDate>Minggu 12 Januari 2025 14:06 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/01/12/54/3103689/ilustrasi-wp6W_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/01/12/54/3103689/ilustrasi-wp6W_large.jpg</image><title>Ilustrasi. </title></images><description>JAKARTA - Meta, pemilik Facebook dan platform media sosial lainnya, menerapkan perubahan besar pada kebijakan moderasi kontennya. Perubahan itu diumumkan oleh pendiri Meta Mark Zuckerberg dalam sebuah video.&#13;
&#13;
Di antara perubahan tersebut, adalah bahwa Meta menghapus penggunaan organisasi pemeriksa fakta, dan beralih ke sistem catatan komunitas (community notes) &amp;ndash; mirip dengan yang digunakan oleh platform X.&#13;
&#13;
Langkah tersebut diambil saat para eksekutif teknologi bersiap menyambut dilantiknya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang pendukung sayap kanannya telah lama mengecam moderasi konten daring sebagai alat penyensoran.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Berlaku di Semua Platform Meta&#13;
&#13;
Dalam video yang diunggah ke platform media sosial, Zuckerberg menjelaskan bahwa Meta berencana untuk menghapus pemeriksaan fakta dan menggantinya dengan sistem catatan komunitas baru yang dapat digunakan pengguna untuk mengidentifikasi kiriman orang lain yang mungkin berisi informasi yang menyesatkan atau dipalsukan. Meta berencana untuk meluncurkan sistem catatan komunitas ini dalam beberapa bulan mendatang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sistem kami memberikan konsekuensi nyata dalam bentuk label yang mengganggu dan pengurangan distribusi. Program yang dimaksudkan untuk memberikan informasi terlalu sering menjadi alat untuk menyensor,&amp;rdquo; kata Zuckerberg sebagaimana dilansir Al Jazeera.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Meskipun kebijakan ini akan berlaku untuk semua pokok bahasan, Zuckerberg secara khusus menyoroti isu &amp;ldquo;gender dan imigrasi&amp;rdquo;.&#13;
&#13;
Modifikasi Meta yang akan datang akan berlaku di tiga platform media sosial utamanya: Facebook, Instagram, dan Threads, yang digunakan oleh lebih dari 3 miliar orang di seluruh dunia.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Cara Kerja Pemeriksa Fakta&#13;
&#13;
Saat ini, platform media sosial seperti Facebook dan Threads menggunakan organisasi pemeriksa fakta pihak ketiga untuk memverifikasi keaslian dan keakuratan konten yang diunggah ke setiap platform. Organisasi-organisasi ini mengevaluasi konten dan menandai misinformasi untuk pemeriksaan lebih lanjut.&#13;
&#13;
Ketika pemeriksa fakta menentukan suatu konten sebagai konten palsu, Meta akan mengambil tindakan untuk membatasi jangkauan konten tersebut secara substansial, memastikan bahwa konten tersebut menjangkau audiens yang jauh lebih kecil.&#13;
&#13;
Namun, pemeriksa fakta pihak ketiga tidak memiliki kewenangan untuk menghapus konten, menangguhkan akun, atau menghapus halaman dari platform. Hanya Meta yang dapat menghapus konten dari platformnya yang melanggar Standar Komunitas dan kebijakan Iklannya. Ini termasuk, tetapi tidak terbatas pada, ujaran kebencian, akun palsu, dan materi terkait teroris.&#13;
&#13;
Sejak 2016, Meta telah bekerja sama dengan lebih dari 90 organisasi pemeriksa fakta dalam lebih dari 60 bahasa di seluruh dunia. Beberapa organisasi pemeriksa fakta utama yang bekerja sama dengannya meliputi PolitiFact, Check Your Fact, FactCheck.org, dan AFP Fact Check. Beberapa kemitraan dengan organisasi pemeriksa fakta telah terjalin hampir 10 tahun, dengan PolitiFact menjadi salah satu yang pertama bergabung dengan Meta pada 2016.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Community Notes&#13;
&#13;
Kini, dengan kebijakan baru tersebut, Meta akan menggunakan Community Notes, alih-alih pemeriksa fakta, untuk memoderasi konten. Di X, Community Notes muncul dalam kotak berlabel &amp;ldquo;Konteks yang ditambahkan pembaca&amp;rdquo; di bawah postingan yang telah diidentifikasi berpotensi menyesatkan atau tidak akurat.&#13;
&#13;
Community Notes biasanya memberikan koreksi atau klarifikasi, sering kali didukung oleh hyperlink ke sumber daring tepercaya yang dapat memverifikasi informasi yang diberikan.&#13;
&#13;
Langkah Meta ini telah mendapat kritik dari beberapa pihak, termasuk para pakar yang memperingatkan bahwa perubahan tersebut dapat membuka pintu bagi peningkatan misinformasi yang muncul di platform Meta. Sementara yang lain meyakini Meta sengaja mengamil langkah tersebut untuk menenangkan kelompok sayap kanan menjelang pemilihan presiden Trump yang kedua dan membuka pintu bagi lebih banyak konten yang berpusat pada MAGA, kelompok pendukung Trump.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Meta, pemilik Facebook dan platform media sosial lainnya, menerapkan perubahan besar pada kebijakan moderasi kontennya. Perubahan itu diumumkan oleh pendiri Meta Mark Zuckerberg dalam sebuah video.&#13;
&#13;
Di antara perubahan tersebut, adalah bahwa Meta menghapus penggunaan organisasi pemeriksa fakta, dan beralih ke sistem catatan komunitas (community notes) &amp;ndash; mirip dengan yang digunakan oleh platform X.&#13;
&#13;
Langkah tersebut diambil saat para eksekutif teknologi bersiap menyambut dilantiknya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang pendukung sayap kanannya telah lama mengecam moderasi konten daring sebagai alat penyensoran.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Berlaku di Semua Platform Meta&#13;
&#13;
Dalam video yang diunggah ke platform media sosial, Zuckerberg menjelaskan bahwa Meta berencana untuk menghapus pemeriksaan fakta dan menggantinya dengan sistem catatan komunitas baru yang dapat digunakan pengguna untuk mengidentifikasi kiriman orang lain yang mungkin berisi informasi yang menyesatkan atau dipalsukan. Meta berencana untuk meluncurkan sistem catatan komunitas ini dalam beberapa bulan mendatang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sistem kami memberikan konsekuensi nyata dalam bentuk label yang mengganggu dan pengurangan distribusi. Program yang dimaksudkan untuk memberikan informasi terlalu sering menjadi alat untuk menyensor,&amp;rdquo; kata Zuckerberg sebagaimana dilansir Al Jazeera.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Meskipun kebijakan ini akan berlaku untuk semua pokok bahasan, Zuckerberg secara khusus menyoroti isu &amp;ldquo;gender dan imigrasi&amp;rdquo;.&#13;
&#13;
Modifikasi Meta yang akan datang akan berlaku di tiga platform media sosial utamanya: Facebook, Instagram, dan Threads, yang digunakan oleh lebih dari 3 miliar orang di seluruh dunia.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Cara Kerja Pemeriksa Fakta&#13;
&#13;
Saat ini, platform media sosial seperti Facebook dan Threads menggunakan organisasi pemeriksa fakta pihak ketiga untuk memverifikasi keaslian dan keakuratan konten yang diunggah ke setiap platform. Organisasi-organisasi ini mengevaluasi konten dan menandai misinformasi untuk pemeriksaan lebih lanjut.&#13;
&#13;
Ketika pemeriksa fakta menentukan suatu konten sebagai konten palsu, Meta akan mengambil tindakan untuk membatasi jangkauan konten tersebut secara substansial, memastikan bahwa konten tersebut menjangkau audiens yang jauh lebih kecil.&#13;
&#13;
Namun, pemeriksa fakta pihak ketiga tidak memiliki kewenangan untuk menghapus konten, menangguhkan akun, atau menghapus halaman dari platform. Hanya Meta yang dapat menghapus konten dari platformnya yang melanggar Standar Komunitas dan kebijakan Iklannya. Ini termasuk, tetapi tidak terbatas pada, ujaran kebencian, akun palsu, dan materi terkait teroris.&#13;
&#13;
Sejak 2016, Meta telah bekerja sama dengan lebih dari 90 organisasi pemeriksa fakta dalam lebih dari 60 bahasa di seluruh dunia. Beberapa organisasi pemeriksa fakta utama yang bekerja sama dengannya meliputi PolitiFact, Check Your Fact, FactCheck.org, dan AFP Fact Check. Beberapa kemitraan dengan organisasi pemeriksa fakta telah terjalin hampir 10 tahun, dengan PolitiFact menjadi salah satu yang pertama bergabung dengan Meta pada 2016.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Community Notes&#13;
&#13;
Kini, dengan kebijakan baru tersebut, Meta akan menggunakan Community Notes, alih-alih pemeriksa fakta, untuk memoderasi konten. Di X, Community Notes muncul dalam kotak berlabel &amp;ldquo;Konteks yang ditambahkan pembaca&amp;rdquo; di bawah postingan yang telah diidentifikasi berpotensi menyesatkan atau tidak akurat.&#13;
&#13;
Community Notes biasanya memberikan koreksi atau klarifikasi, sering kali didukung oleh hyperlink ke sumber daring tepercaya yang dapat memverifikasi informasi yang diberikan.&#13;
&#13;
Langkah Meta ini telah mendapat kritik dari beberapa pihak, termasuk para pakar yang memperingatkan bahwa perubahan tersebut dapat membuka pintu bagi peningkatan misinformasi yang muncul di platform Meta. Sementara yang lain meyakini Meta sengaja mengamil langkah tersebut untuk menenangkan kelompok sayap kanan menjelang pemilihan presiden Trump yang kedua dan membuka pintu bagi lebih banyak konten yang berpusat pada MAGA, kelompok pendukung Trump.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
