<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Begini Strategi Hyundai Hadapi Kenaikan PPN Jadi 12 Persen</title><description>Hyundai membeberkan siasat untuk menghadapi rencana kenaikan PPN jadi 12 persen.&#13;
</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/12/01/52/3091382/begini-strategi-hyundai-hadapi-kenaikan-ppn-jadi-12-persen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2024/12/01/52/3091382/begini-strategi-hyundai-hadapi-kenaikan-ppn-jadi-12-persen"/><item><title>Begini Strategi Hyundai Hadapi Kenaikan PPN Jadi 12 Persen</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/12/01/52/3091382/begini-strategi-hyundai-hadapi-kenaikan-ppn-jadi-12-persen</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2024/12/01/52/3091382/begini-strategi-hyundai-hadapi-kenaikan-ppn-jadi-12-persen</guid><pubDate>Senin 02 Desember 2024 08:07 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Fadli Ramadan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/01/52/3091382/hyundai_all_new_kona_electric-fktW_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Begini Strategi Hyundai Hadapi Kenaikan PPN Jadi 12 Persen (Fadli Ramadan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/01/52/3091382/hyundai_all_new_kona_electric-fktW_large.jpg</image><title>Begini Strategi Hyundai Hadapi Kenaikan PPN Jadi 12 Persen (Fadli Ramadan)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah berencana menaikkan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) menjadi 12 persen dari 11 persen. Ini membuat setiap produsen haru mempersiapkan strategi agar tidak ditinggal pembeli karena harga mobil akan naik.&#13;
&#13;
PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) membeberkan upayanya dalam menjaga konsumennya. Terlebih kenaikan PPN 12 persen juga akan berdampak pada naiknya harga kebutuhan pokok yang akan menjadi prioritas masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Misalnya, mobil seharga Rp300 juta, kenaikan 1 persen itu berarti tambahan Rp3 juta. Memang, untuk konsumen kredit, dampaknya tidak begitu terasa. Tapi tetap saja, kenaikan ini cukup signifikan,&amp;quot; kata Chief Operating Officer HMID, Fransiscus Soerjopranoto, di Jakarta, belum lama ini.&#13;
&#13;
Frans mengungkapkan produsen masih bisa melanjutkan program-program yang diberlakukan pada akhir 2024. Ini untuk menarik minat calon konsumen dan membuat kenaikan harga mobil tidak terlalu dirasakan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk mobil, kami masih bisa siasati. Dari sisi produsen, ada kebijakan yang memungkinkan kami tidak menaikkan harga mobil terlebih dulu,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Selain kenaikan PPN 12 persen, pemerintah daerah juga merencanakan opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Frans mengatakan kebijakan ini bisa menambah beban industri otomotif.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Dulu sempat ada kenaikan dan itu membuat penurunan penjualan. Kita harapkan pemerintah berhitung. Tapi untuk Hyundai, kami sudah antisipasi dan awal tahun depan ada dua produk baru yang akan diluncurkan,&amp;quot; ucapnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Untuk itu, Frans berharap pemerintah memberikan insentif bagi industri otomotif, terurama kendaraan listrik dan hybrid. Sebab, itu merupakan segmen yang saat ini digandrungi masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kelanjutan insentif mobil listrik tahun depan sangat diharapkan. Kalau insentif ini bisa ditahan atau diperpanjang, pasti akan mendorong volume penjualan,&amp;quot; tuturnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah berencana menaikkan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) menjadi 12 persen dari 11 persen. Ini membuat setiap produsen haru mempersiapkan strategi agar tidak ditinggal pembeli karena harga mobil akan naik.&#13;
&#13;
PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) membeberkan upayanya dalam menjaga konsumennya. Terlebih kenaikan PPN 12 persen juga akan berdampak pada naiknya harga kebutuhan pokok yang akan menjadi prioritas masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Misalnya, mobil seharga Rp300 juta, kenaikan 1 persen itu berarti tambahan Rp3 juta. Memang, untuk konsumen kredit, dampaknya tidak begitu terasa. Tapi tetap saja, kenaikan ini cukup signifikan,&amp;quot; kata Chief Operating Officer HMID, Fransiscus Soerjopranoto, di Jakarta, belum lama ini.&#13;
&#13;
Frans mengungkapkan produsen masih bisa melanjutkan program-program yang diberlakukan pada akhir 2024. Ini untuk menarik minat calon konsumen dan membuat kenaikan harga mobil tidak terlalu dirasakan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk mobil, kami masih bisa siasati. Dari sisi produsen, ada kebijakan yang memungkinkan kami tidak menaikkan harga mobil terlebih dulu,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Selain kenaikan PPN 12 persen, pemerintah daerah juga merencanakan opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Frans mengatakan kebijakan ini bisa menambah beban industri otomotif.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Dulu sempat ada kenaikan dan itu membuat penurunan penjualan. Kita harapkan pemerintah berhitung. Tapi untuk Hyundai, kami sudah antisipasi dan awal tahun depan ada dua produk baru yang akan diluncurkan,&amp;quot; ucapnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Untuk itu, Frans berharap pemerintah memberikan insentif bagi industri otomotif, terurama kendaraan listrik dan hybrid. Sebab, itu merupakan segmen yang saat ini digandrungi masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kelanjutan insentif mobil listrik tahun depan sangat diharapkan. Kalau insentif ini bisa ditahan atau diperpanjang, pasti akan mendorong volume penjualan,&amp;quot; tuturnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
