<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PPN Naik Jadi 12 Persen, Konsumen Bakal Beralih ke Mobil Listrik?</title><description>Naiknya PPN jadi 12 dinilai bakal berdampak positif terhadap penjualan mobil listrik.&#13;
</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/11/20/52/3087765/ppn-naik-jadi-12-persen-konsumen-bakal-beralih-ke-mobil-listrik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2024/11/20/52/3087765/ppn-naik-jadi-12-persen-konsumen-bakal-beralih-ke-mobil-listrik"/><item><title>PPN Naik Jadi 12 Persen, Konsumen Bakal Beralih ke Mobil Listrik?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/11/20/52/3087765/ppn-naik-jadi-12-persen-konsumen-bakal-beralih-ke-mobil-listrik</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2024/11/20/52/3087765/ppn-naik-jadi-12-persen-konsumen-bakal-beralih-ke-mobil-listrik</guid><pubDate>Rabu 20 November 2024 13:51 WIB</pubDate><dc:creator>Erha Aprili Ramadhoni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/20/52/3087765/mobil_listrik-h6cI_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PPN naik jadi 12 persen, konsumen bakal beralih ke mobil listrik? (Fadli Ramadan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/20/52/3087765/mobil_listrik-h6cI_large.jpg</image><title>PPN naik jadi 12 persen, konsumen bakal beralih ke mobil listrik? (Fadli Ramadan)</title></images><description>JAKARTA - Pajak Pertambahan Nilai (PPN) bakal naik dari 11 persen menjadi 12 persen mulai 1 Januari 2025. Kebijakan ini dinilai bakal berdampak positif terhadap penjualan mobil listrik.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Moeldoko, meski PPN naik jadi 12 persen, industri mobil listrik masih terbantu dengan adanya insentif potongan PPN 10 persen.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Mungkin enggak begitu signifikan karena kita ada skema minus 10 persen. Dari 1 persen jadi 2 persen jadi cukup menolong,&amp;quot; kata Moeldoko di Kemayoran, Jakarta, Selasa (20/11/2024).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dengan diberlakukannya PPN 12 persen, Moeldoko menilai, ini akan merangsang konsumen untuk beralih ke kendaraan ramah lingkungan. Itu karena harga mobil listrik bisa lebih murah dengan adanya insentif.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu nanti akan memberikan rangsangan yang semakin kencang orang akan buat pilihan daripada beli ini (ICE) sudah boros, harganya mahal, mendingan beli EV efisien harganya lebih murah,&amp;quot; tuturnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebagaimana diketahui, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Ekonomi Airlangga Hartanto yang mengusulkan untuk melanjutkan beberapa insentif prioritas pada 2025. Salah satunya insentif PPN untuk mobil listrik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Beberapa insentif prioritas yang sedang berjalan kami usulkan untuk dilanjutkan tahun depan, dan ini akan segera dibahas dengan Kementerian Keuangan,&amp;quot; ungkap Airlangga dalam siaran pers.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, di tengah kondisi pasar yang lesu, kenaikan PPN jadi 12 persen bakal diikuti dengan naiknya harga mobil.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya, pasti menaikkan harga, ya. Tapi kalau soal market mungkin problem-nya musti di Gaikindo ya. Tapi paling tidak (imbas kenaikan PPN) menambah pricing, menambah harga jual ya, pasti dari 11 persen ke 12 persen pasti nambah ya,&amp;quot; kata Chief Marketing dan Sales Officer Astra Credit Companies (ACC) Tan Chian Hok di Jakarta, Jumat (15/11/2024).&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Pajak Pertambahan Nilai (PPN) bakal naik dari 11 persen menjadi 12 persen mulai 1 Januari 2025. Kebijakan ini dinilai bakal berdampak positif terhadap penjualan mobil listrik.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Moeldoko, meski PPN naik jadi 12 persen, industri mobil listrik masih terbantu dengan adanya insentif potongan PPN 10 persen.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Mungkin enggak begitu signifikan karena kita ada skema minus 10 persen. Dari 1 persen jadi 2 persen jadi cukup menolong,&amp;quot; kata Moeldoko di Kemayoran, Jakarta, Selasa (20/11/2024).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dengan diberlakukannya PPN 12 persen, Moeldoko menilai, ini akan merangsang konsumen untuk beralih ke kendaraan ramah lingkungan. Itu karena harga mobil listrik bisa lebih murah dengan adanya insentif.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu nanti akan memberikan rangsangan yang semakin kencang orang akan buat pilihan daripada beli ini (ICE) sudah boros, harganya mahal, mendingan beli EV efisien harganya lebih murah,&amp;quot; tuturnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebagaimana diketahui, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Ekonomi Airlangga Hartanto yang mengusulkan untuk melanjutkan beberapa insentif prioritas pada 2025. Salah satunya insentif PPN untuk mobil listrik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Beberapa insentif prioritas yang sedang berjalan kami usulkan untuk dilanjutkan tahun depan, dan ini akan segera dibahas dengan Kementerian Keuangan,&amp;quot; ungkap Airlangga dalam siaran pers.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, di tengah kondisi pasar yang lesu, kenaikan PPN jadi 12 persen bakal diikuti dengan naiknya harga mobil.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya, pasti menaikkan harga, ya. Tapi kalau soal market mungkin problem-nya musti di Gaikindo ya. Tapi paling tidak (imbas kenaikan PPN) menambah pricing, menambah harga jual ya, pasti dari 11 persen ke 12 persen pasti nambah ya,&amp;quot; kata Chief Marketing dan Sales Officer Astra Credit Companies (ACC) Tan Chian Hok di Jakarta, Jumat (15/11/2024).&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
