<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menkomdigi Meutya: Konektivitas Berkeadilan di Tanah Air Instruksi Presiden Prabowo</title><description>Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Vidia Hafid, optimistis membangun konektivitas internet berkeadilan ke pelosok Tanah Air.&#13;
</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/10/31/54/3080711/menkomdigi-meutya-konektivitas-berkeadilan-di-tanah-air-instruksi-presiden-prabowo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2024/10/31/54/3080711/menkomdigi-meutya-konektivitas-berkeadilan-di-tanah-air-instruksi-presiden-prabowo"/><item><title>Menkomdigi Meutya: Konektivitas Berkeadilan di Tanah Air Instruksi Presiden Prabowo</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/10/31/54/3080711/menkomdigi-meutya-konektivitas-berkeadilan-di-tanah-air-instruksi-presiden-prabowo</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2024/10/31/54/3080711/menkomdigi-meutya-konektivitas-berkeadilan-di-tanah-air-instruksi-presiden-prabowo</guid><pubDate>Kamis 31 Oktober 2024 13:04 WIB</pubDate><dc:creator>Ravie Wardani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/10/31/54/3080711/meutya_vidia_hafid-aQDd_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkomdigi Meutya Vidia Hafid, optimistis membangun konektivitas internet berkeadilan ke pelosok Tanah Air/fFoto: Ravie Wardani-Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/10/31/54/3080711/meutya_vidia_hafid-aQDd_large.jpg</image><title>Menkomdigi Meutya Vidia Hafid, optimistis membangun konektivitas internet berkeadilan ke pelosok Tanah Air/fFoto: Ravie Wardani-Okezone</title></images><description>JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Vidia Hafid, optimistis membangun konektivitas internet berkeadilan ke pelosok Tanah Air. Hal ini sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto.&#13;
&#13;
&amp;quot;Konektivitas berkeadilan merupakan harapan yang ingin dicapai bersama-sama. Pak Prabowo selalu sampaikan tidak boleh ada yang dibeda-bedakan,&amp;quot; kata Meutya Hafid dalam kunjungannya di Desa Amarasi, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (30/10/2024).&#13;
&#13;
Meutya juga menyoroti fasilitas internet di daerah 3T (Terluar, Tertingal, dan Terdepan). Hingga kini, daerah tersebut menjadi sasaran utama pemerintah dalam merealisasikan pemerataan koneksi internet.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya rasa sebagai Presiden tentu kita perlu pedomani, dan salah satu wujud keadilan bagi konektivitas adalah daerah 3T yang belum sepenuhnya dapat akses internet sebaik daerah lainnya,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Dalam kunjungan perdananya, Meutya langsung mendapat permintaan khusus dari penduduk Desa Amarasi, khususnya dalam bidang pendidikan.&#13;
&#13;
Masyarakat ingin pihaknya memasang Base Transceiver Station (BTS) demi terciptanya infrastruktur telekomunikasi yang optimal dalam proses belajar mengajar.&#13;
&#13;
Meski ada penyediaan akses internet BLU BAKTI Komdigi, warga menilai fasilitas tersebut masih kurang menunjang pendidikan berbasis online di wilayah ini.&#13;
&#13;
&amp;quot;Permintaan di Amarasi ini ada dua, pertama ada jaringan, karena kalau jaringan konektivitas tidak melulu bentuknya power, ada satelit yang dikuatkan, khusunya mungkin di kantor-kantor layanan desa,&amp;quot; ujar Meutya Hafid.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita kasih 1 bulanlah ya (pengembangannya) untuk akses internet di Amarasih ini,&amp;quot; lanjutnya.&#13;
Dalam tinjauan kedua tepatnya di Stasiun Bumi Satria-1 Kelurahan Bolok, Kupang Barat, Meutya disambut hangat oleh puluhan pemuka agama.&#13;
&#13;
Dia kemudian mengajak mereka untuk mengawal penggunaan internet bagi anak-anak di Kupang. Jika tidak diawasi, Meutya khawatir, hal ini justru membawa dampak negatif bagi generasi muda.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jangan sampai kami di Kementerian membuat infrastruktur tapi digunakan yang tidak baik oleh anak-anak kita. Ini adalah tugas negara, pakai anggaran negara, tidak murah, tentu ini sangat penting. Yang lebih berat lagi bagaimana pemanfaatannya,&amp;quot; tutur Meutya.&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami di sini sangat berharap sekali pada para pendeta, tolong disampaikan di gereja-gereja, disampaikan agar pemanfaatan internet ini untuk kebaikan,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Vidia Hafid, optimistis membangun konektivitas internet berkeadilan ke pelosok Tanah Air. Hal ini sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto.&#13;
&#13;
&amp;quot;Konektivitas berkeadilan merupakan harapan yang ingin dicapai bersama-sama. Pak Prabowo selalu sampaikan tidak boleh ada yang dibeda-bedakan,&amp;quot; kata Meutya Hafid dalam kunjungannya di Desa Amarasi, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (30/10/2024).&#13;
&#13;
Meutya juga menyoroti fasilitas internet di daerah 3T (Terluar, Tertingal, dan Terdepan). Hingga kini, daerah tersebut menjadi sasaran utama pemerintah dalam merealisasikan pemerataan koneksi internet.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya rasa sebagai Presiden tentu kita perlu pedomani, dan salah satu wujud keadilan bagi konektivitas adalah daerah 3T yang belum sepenuhnya dapat akses internet sebaik daerah lainnya,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Dalam kunjungan perdananya, Meutya langsung mendapat permintaan khusus dari penduduk Desa Amarasi, khususnya dalam bidang pendidikan.&#13;
&#13;
Masyarakat ingin pihaknya memasang Base Transceiver Station (BTS) demi terciptanya infrastruktur telekomunikasi yang optimal dalam proses belajar mengajar.&#13;
&#13;
Meski ada penyediaan akses internet BLU BAKTI Komdigi, warga menilai fasilitas tersebut masih kurang menunjang pendidikan berbasis online di wilayah ini.&#13;
&#13;
&amp;quot;Permintaan di Amarasi ini ada dua, pertama ada jaringan, karena kalau jaringan konektivitas tidak melulu bentuknya power, ada satelit yang dikuatkan, khusunya mungkin di kantor-kantor layanan desa,&amp;quot; ujar Meutya Hafid.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita kasih 1 bulanlah ya (pengembangannya) untuk akses internet di Amarasih ini,&amp;quot; lanjutnya.&#13;
Dalam tinjauan kedua tepatnya di Stasiun Bumi Satria-1 Kelurahan Bolok, Kupang Barat, Meutya disambut hangat oleh puluhan pemuka agama.&#13;
&#13;
Dia kemudian mengajak mereka untuk mengawal penggunaan internet bagi anak-anak di Kupang. Jika tidak diawasi, Meutya khawatir, hal ini justru membawa dampak negatif bagi generasi muda.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jangan sampai kami di Kementerian membuat infrastruktur tapi digunakan yang tidak baik oleh anak-anak kita. Ini adalah tugas negara, pakai anggaran negara, tidak murah, tentu ini sangat penting. Yang lebih berat lagi bagaimana pemanfaatannya,&amp;quot; tutur Meutya.&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami di sini sangat berharap sekali pada para pendeta, tolong disampaikan di gereja-gereja, disampaikan agar pemanfaatan internet ini untuk kebaikan,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
