<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pasar Lesu, Toyota Pangkas Target Produksi Mobil Listrik hingga 30 Persen</title><description>Pasar lesu, Toyota memangkas target mobil listrik hingga 30 persen.&#13;
</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/09/12/52/3062061/pasar-lesu-toyota-pangkas-target-produksi-mobil-listrik-hingga-30-persen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2024/09/12/52/3062061/pasar-lesu-toyota-pangkas-target-produksi-mobil-listrik-hingga-30-persen"/><item><title>Pasar Lesu, Toyota Pangkas Target Produksi Mobil Listrik hingga 30 Persen</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/09/12/52/3062061/pasar-lesu-toyota-pangkas-target-produksi-mobil-listrik-hingga-30-persen</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2024/09/12/52/3062061/pasar-lesu-toyota-pangkas-target-produksi-mobil-listrik-hingga-30-persen</guid><pubDate>Kamis 12 September 2024 14:13 WIB</pubDate><dc:creator>Erha Aprili Ramadhoni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/09/12/52/3062061/toyota-hcjY_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pasar lesu, Toyota pangkas target mobil listrik hingga 30 persen. (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/09/12/52/3062061/toyota-hcjY_large.jpg</image><title>Pasar lesu, Toyota pangkas target mobil listrik hingga 30 persen. (Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Di tengah lesunya pasar mobil listrik, Toyota Motor Corp menurunkan target produksi mobil ramah lingkungan itu pada 2026 hingga 30 persen. Toyota kini menargetkan memproduksi sekitar 1 juta mobil listrik.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Demikian diungkapkan sumber, melansir Kyodonews, Kamis (12/9/2024). Langkah ini diambil di tengah lesunya penjualan mobil listrik sehingga Toyota mempertimbangkan kembali target mereka.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pada April 2023, Presiden Toyota Koji Sato mengatakan, pihaknya berencana untuk menjual 1,5 juta kendaraan listrik pada tahun 2026. Ini merupakan perubahan strategi besar bagi Toyota.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pasar kendaraan listrik global awalnya naik pesat berkat model-model populer yang dibuat Tesla dan BYD dari China. Namun, penjualan di segmen tersebut melambat karena mobil bertenaga baterai gagal mendapatkan daya tarik di luar pengadopsi awal. Hal ini karena biayanya yang tinggi dan kurangnya stasiun pengisian daya.&#13;
&#13;
Prospek pasar kendaraan listrik juga dibayangi persaingan harga yang semakin ketat di China. Merek-merek lokal menggerogoti pangsa pasar produsen asing dengan mobil listrik yang harganya lebih terjangkau.&#13;
&#13;
Toyota menjual sekitar 104.000 kendaraan listrik pada 2023, lebih dari empat kali lipat dari penjualannya tahun sebelumnya. Namun, ini jauh lebih rendah dibandingkan total penjualan kendaraannya yang lebih dari 10 juta unit.&#13;
&#13;
Sebaliknya, mobil hybridnya sangat diminati karena kendaraan berbahan bakar bensin-listrik semakin dipandang sebagai solusi praktis untuk mendorong netralitas karbon.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Toyota akan menanggapi permintaan pasar secara fleksibel, dengan rencana untuk meningkatkan produksi mobil plug in hybrid, kata sumber.&#13;
&#13;
Sementara itu, di Indonesia, Toyota memasarkan satu model mobil listrik yakni BZ4X. Berdasarkan data Gaikindo, penjualan wholesale BZ4X tampak lesu. Penjualan tertinggi yakni 12 unit pada Juni 2024. Namun, penjualan mobil yang masih diimpor dari Jepang tersebut mencapai 32 unit pada Agustus 2024.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Di tengah lesunya pasar mobil listrik, Toyota Motor Corp menurunkan target produksi mobil ramah lingkungan itu pada 2026 hingga 30 persen. Toyota kini menargetkan memproduksi sekitar 1 juta mobil listrik.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Demikian diungkapkan sumber, melansir Kyodonews, Kamis (12/9/2024). Langkah ini diambil di tengah lesunya penjualan mobil listrik sehingga Toyota mempertimbangkan kembali target mereka.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pada April 2023, Presiden Toyota Koji Sato mengatakan, pihaknya berencana untuk menjual 1,5 juta kendaraan listrik pada tahun 2026. Ini merupakan perubahan strategi besar bagi Toyota.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Pasar kendaraan listrik global awalnya naik pesat berkat model-model populer yang dibuat Tesla dan BYD dari China. Namun, penjualan di segmen tersebut melambat karena mobil bertenaga baterai gagal mendapatkan daya tarik di luar pengadopsi awal. Hal ini karena biayanya yang tinggi dan kurangnya stasiun pengisian daya.&#13;
&#13;
Prospek pasar kendaraan listrik juga dibayangi persaingan harga yang semakin ketat di China. Merek-merek lokal menggerogoti pangsa pasar produsen asing dengan mobil listrik yang harganya lebih terjangkau.&#13;
&#13;
Toyota menjual sekitar 104.000 kendaraan listrik pada 2023, lebih dari empat kali lipat dari penjualannya tahun sebelumnya. Namun, ini jauh lebih rendah dibandingkan total penjualan kendaraannya yang lebih dari 10 juta unit.&#13;
&#13;
Sebaliknya, mobil hybridnya sangat diminati karena kendaraan berbahan bakar bensin-listrik semakin dipandang sebagai solusi praktis untuk mendorong netralitas karbon.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Toyota akan menanggapi permintaan pasar secara fleksibel, dengan rencana untuk meningkatkan produksi mobil plug in hybrid, kata sumber.&#13;
&#13;
Sementara itu, di Indonesia, Toyota memasarkan satu model mobil listrik yakni BZ4X. Berdasarkan data Gaikindo, penjualan wholesale BZ4X tampak lesu. Penjualan tertinggi yakni 12 unit pada Juni 2024. Namun, penjualan mobil yang masih diimpor dari Jepang tersebut mencapai 32 unit pada Agustus 2024.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
