<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kronologi Penangkapan CEO Telegram Pavel Durov oleh Otoritas Prancis</title><description>Berikut kronologi penangkapan CEO Telegram Pavel Durov. &#13;
</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/08/26/54/3054427/kronologi-penangkapan-ceo-telegram-pavel-durov-oleh-otoritas-prancis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2024/08/26/54/3054427/kronologi-penangkapan-ceo-telegram-pavel-durov-oleh-otoritas-prancis"/><item><title>Kronologi Penangkapan CEO Telegram Pavel Durov oleh Otoritas Prancis</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/08/26/54/3054427/kronologi-penangkapan-ceo-telegram-pavel-durov-oleh-otoritas-prancis</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2024/08/26/54/3054427/kronologi-penangkapan-ceo-telegram-pavel-durov-oleh-otoritas-prancis</guid><pubDate>Senin 26 Agustus 2024 13:48 WIB</pubDate><dc:creator>David Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/26/54/3054427/ceo_dan_pendiri_telegram_pavel_durov-Yxro_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">CEO dan Pendiri Telegram Pavel Durov. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/26/54/3054427/ceo_dan_pendiri_telegram_pavel_durov-Yxro_large.jpg</image><title>CEO dan Pendiri Telegram Pavel Durov. </title></images><description>JAKARTA - Pavel Durov, pendiri dan CEO aplikasi pesan instan populer Telegram, ditangkap oleh otoritas Prancis pada Sabtu (24/8/2024) sekira pukul 20.00 waktu setempat.&#13;
&#13;
Durov yang berkewarganegaraan Rusia ditangkap oleh otoritas Prancis tak lama setelah mendarat di bandara Le Bourget, yang menggunakan jet pribadinya.&#13;
&#13;
Penangkapan Durov ini terkait dengan tuduhan serius mengenai penggunaan platform Telegram untuk aktivitas ilegal seperti pencucian uang, perdagangan narkoba, dan penyebaran konten pelecehan anak.&#13;
&#13;
Pelanggaran &amp;ndash; pelanggaran ini termasuk eksploitasi seksual secara online, sepeti memiliki dan mendistribusikan konten pornografi terhadap anak dan perawatan yang bertujuan untuk seksual.&#13;
&#13;
Otoritas Prancis menyatakan bahwa Telegram telah gagal dalam memoderasi konten berbahaya yang beredar di platformnya dan kurang kooperatif dalam memberikan akses data kepada penegak hukum.&#13;
&#13;
Penangkapan Durov ini memicu kekhawatiran global mengenai kebebasan berpendapat dan privasi pengguna internet. Penangkapan ini dapat merusak citra Telegram sebagai platform komunikasi yang aman dan bebas.&#13;
&#13;
Pasca penangkapan Durov, Telegram menyatakan akan mematuhi undang-undang UU yang diterapkan Uni Eropa, termasuk Undang-Undang Layanan Digital.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Pavel Durov, pendiri dan CEO aplikasi pesan instan populer Telegram, ditangkap oleh otoritas Prancis pada Sabtu (24/8/2024) sekira pukul 20.00 waktu setempat.&#13;
&#13;
Durov yang berkewarganegaraan Rusia ditangkap oleh otoritas Prancis tak lama setelah mendarat di bandara Le Bourget, yang menggunakan jet pribadinya.&#13;
&#13;
Penangkapan Durov ini terkait dengan tuduhan serius mengenai penggunaan platform Telegram untuk aktivitas ilegal seperti pencucian uang, perdagangan narkoba, dan penyebaran konten pelecehan anak.&#13;
&#13;
Pelanggaran &amp;ndash; pelanggaran ini termasuk eksploitasi seksual secara online, sepeti memiliki dan mendistribusikan konten pornografi terhadap anak dan perawatan yang bertujuan untuk seksual.&#13;
&#13;
Otoritas Prancis menyatakan bahwa Telegram telah gagal dalam memoderasi konten berbahaya yang beredar di platformnya dan kurang kooperatif dalam memberikan akses data kepada penegak hukum.&#13;
&#13;
Penangkapan Durov ini memicu kekhawatiran global mengenai kebebasan berpendapat dan privasi pengguna internet. Penangkapan ini dapat merusak citra Telegram sebagai platform komunikasi yang aman dan bebas.&#13;
&#13;
Pasca penangkapan Durov, Telegram menyatakan akan mematuhi undang-undang UU yang diterapkan Uni Eropa, termasuk Undang-Undang Layanan Digital.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
