<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Alasan Hyundai Berani Rakit Lokal Mobil Listrik Bertenaga Buas</title><description>Hyundai mengungkap alasannya berani merakit lokal mobil listrik bertenaga buas.&#13;
</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/08/20/52/3051672/ini-alasan-hyundai-berani-rakit-lokal-mobil-listrik-bertenaga-buas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2024/08/20/52/3051672/ini-alasan-hyundai-berani-rakit-lokal-mobil-listrik-bertenaga-buas"/><item><title>Ini Alasan Hyundai Berani Rakit Lokal Mobil Listrik Bertenaga Buas</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/08/20/52/3051672/ini-alasan-hyundai-berani-rakit-lokal-mobil-listrik-bertenaga-buas</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2024/08/20/52/3051672/ini-alasan-hyundai-berani-rakit-lokal-mobil-listrik-bertenaga-buas</guid><pubDate>Selasa 20 Agustus 2024 10:51 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Fadli Ramadan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/20/52/3051672/ioniq_5_n-qur3_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ini alasan Hyundai berani merakit lokal mobil listrik bertenaga buas. (Fadli Ramadan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/20/52/3051672/ioniq_5_n-qur3_large.jpg</image><title>Ini alasan Hyundai berani merakit lokal mobil listrik bertenaga buas. (Fadli Ramadan)</title></images><description>JAKARTA - Hyundai Ioniq 5 N resmi meluncur saat ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024 pada Juli kemarin. Mobil listrik bertenaga buas ini dibanderol Rp1,3 miliar, yang ditujukan untuk segmen tertentu.&#13;
&#13;
Meski memiliki harga tinggi dan berada di segmen yang terbatas, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) berencana melakukan perakitan lokal Ioniq 5 N. Padahal, mobil listrik tersebut memiliki sejumlah perbedaan dengan Ioniq 5 yang sudah dirakit secara lokal pada pabrik mereka di Cikarang, Jawa Barat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hyundai Ioniq 5 N itu kita katakan produksi lokal HMMI (Hyundai Motor Manufacturing Indonesia). Karena memang Ioniq 5-nya diproduksi di lokal,&amp;quot; kata Chief Operating Officer (COO) PT HMID Fransiscus Soerjopranoto saat ditemui di Jakarta Selatan, belum lama ini.&#13;
&#13;
Kehadiran Ioniq 5 N, ia menyebutkan, bisa menambah pilihan mobil listrik bagi masyarakat Indonesia dari Hyundai. Kendati memiliki harga tinggi, Ioniq 5 N cukup diterima dengan positif sepanjang gelaran GIIAS 2024.&#13;
&#13;
Secara total, Ioniq 5 N memberikan kontribusi besar dalam jumlah penjualan mobil Hyundai di ajang otomotif tahunan itu. Tercatat selama 11 hari pameran, Ioniq 5 N mencatatkan 130 SPK (Surat Pemesanan Kendaraan).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi ternyata dengan membuat varian 5 N yang high performance itu (orang punya banyak pilihan-red). Kita juga tampilkan Ioniq 5 batik, dan Ioniq 5. Orang-orang lihat, Ioniq 5 N harganya Rp1,3 miliar, terus ngelihat Ioniq 5 harganya Rp800 juta, Ioniq 5 batik Rp1 miliar misalnya. Jadi orang punya pilihan,&amp;quot; tutur Frans.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, banyaknya pilihan membuat penjualan Hyundai Ioniq 5 semakin baik. Oleh sebab itu, pihaknya akan berusaha untuk menghadirkan varian atau model terbaru demi meningkatkan gairah calon konsumen untuk memboyongnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan orang punya pilihan tersebut, Ioniq 5-nya jadi bagus. SPK-nya. Tadinya mungkin rerata turun jadi 200, naik jadi 400. Jadi dengan kita buat satu varian saja yang bisa menyentuh satu market itu bisa meningkatkan market yang lain,&amp;quot; ucapnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Hyundai Ioniq 5 N resmi meluncur saat ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024 pada Juli kemarin. Mobil listrik bertenaga buas ini dibanderol Rp1,3 miliar, yang ditujukan untuk segmen tertentu.&#13;
&#13;
Meski memiliki harga tinggi dan berada di segmen yang terbatas, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) berencana melakukan perakitan lokal Ioniq 5 N. Padahal, mobil listrik tersebut memiliki sejumlah perbedaan dengan Ioniq 5 yang sudah dirakit secara lokal pada pabrik mereka di Cikarang, Jawa Barat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hyundai Ioniq 5 N itu kita katakan produksi lokal HMMI (Hyundai Motor Manufacturing Indonesia). Karena memang Ioniq 5-nya diproduksi di lokal,&amp;quot; kata Chief Operating Officer (COO) PT HMID Fransiscus Soerjopranoto saat ditemui di Jakarta Selatan, belum lama ini.&#13;
&#13;
Kehadiran Ioniq 5 N, ia menyebutkan, bisa menambah pilihan mobil listrik bagi masyarakat Indonesia dari Hyundai. Kendati memiliki harga tinggi, Ioniq 5 N cukup diterima dengan positif sepanjang gelaran GIIAS 2024.&#13;
&#13;
Secara total, Ioniq 5 N memberikan kontribusi besar dalam jumlah penjualan mobil Hyundai di ajang otomotif tahunan itu. Tercatat selama 11 hari pameran, Ioniq 5 N mencatatkan 130 SPK (Surat Pemesanan Kendaraan).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi ternyata dengan membuat varian 5 N yang high performance itu (orang punya banyak pilihan-red). Kita juga tampilkan Ioniq 5 batik, dan Ioniq 5. Orang-orang lihat, Ioniq 5 N harganya Rp1,3 miliar, terus ngelihat Ioniq 5 harganya Rp800 juta, Ioniq 5 batik Rp1 miliar misalnya. Jadi orang punya pilihan,&amp;quot; tutur Frans.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, banyaknya pilihan membuat penjualan Hyundai Ioniq 5 semakin baik. Oleh sebab itu, pihaknya akan berusaha untuk menghadirkan varian atau model terbaru demi meningkatkan gairah calon konsumen untuk memboyongnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan orang punya pilihan tersebut, Ioniq 5-nya jadi bagus. SPK-nya. Tadinya mungkin rerata turun jadi 200, naik jadi 400. Jadi dengan kita buat satu varian saja yang bisa menyentuh satu market itu bisa meningkatkan market yang lain,&amp;quot; ucapnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
