<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Serukan Beralih ke Telegram, Presiden Venezuela: WhatsApp Go To Hell!</title><description>Maduro secara terbuka meng-uninstall WhatsApp dari ponselnya dan mendesak warga menggunakan WeChat dan Telegram.&#13;
</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/08/08/54/3046013/serukan-beralih-ke-telegram-presiden-venezuela-whatsapp-go-to-hell</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2024/08/08/54/3046013/serukan-beralih-ke-telegram-presiden-venezuela-whatsapp-go-to-hell"/><item><title>Serukan Beralih ke Telegram, Presiden Venezuela: WhatsApp Go To Hell!</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/08/08/54/3046013/serukan-beralih-ke-telegram-presiden-venezuela-whatsapp-go-to-hell</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2024/08/08/54/3046013/serukan-beralih-ke-telegram-presiden-venezuela-whatsapp-go-to-hell</guid><pubDate>Kamis 08 Agustus 2024 12:52 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/08/54/3046013/presiden_venezuela_nicolas_maduro-C0yK_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Venezuela Nicolas Maduro. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/08/54/3046013/presiden_venezuela_nicolas_maduro-C0yK_large.jpg</image><title>Presiden Venezuela Nicolas Maduro. (Foto: Reuters)</title></images><description>CARACAS - Presiden Venezuela Nicolas Maduro secara terbuka telah meng-uninstall aplikasi perpesanan WhatsApp dari ponselnya dan meminta para pendukungnya untuk mengikuti jejaknya. Maduro mengklaim bahwa platform tersebut digunakan untuk melemahkan negara Amerika Selatan tersebut.&#13;
&#13;
Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh jaringan TV Telesur di Caracas pada Selasa, (7/8/2024) Maduro mengatakan bahwa aplikasi pengiriman pesan milik Meta tersebut dieksploitasi oleh &amp;quot;kaum fasis&amp;quot; untuk memicu kekerasan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Semua dari kita yang saat ini berkomunikasi melalui WhatsApp akan berkomunikasi melalui WeChat dan Telegram mulai sekarang, dan kami akan senang. Karena WhatsApp tidak akan berada di tangan para pengedar narkoba Kolombia untuk menyerang Venezuela. WhatsApp tidak akan berada di tangan para pengkhianat, tidak juga Kekaisaran Amerika Utara... Ini adalah imperialisme teknologi,&amp;quot; kata Maduro sebagaimana dilansir RT.&#13;
&#13;
Ia selanjutnya menunjukkan tampilan telepon pintarnya yang menunjukkan proses uninstall aplikasi tersebut, dan berkata: &amp;quot;Saya bebas dari WhatsApp, saya merasa damai...&amp;quot;&#13;
&#13;
Sebelumnya pada hari itu, selama rapat umum para pendukungnya di Caracas, Maduro mendesak warga untuk menghapus akun WhatsApp mereka dan beralih ke Telegram dan WeChat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini harus dilakukan. WhatsApp, keluarlah dari Venezuela! Karena di sanalah para penjahat mengancam para pemuda dan pemimpin rakyat,&amp;rdquo; seru Maduro dalam pidato yang disiarkan di televisi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dari telepon-telepon di Kolombia, Miami, Peru, dan Chili, para pengecut ini bersembunyi di balik anonimitas (sang pengirim pesan) &amp;hellip; Namun saya katakan kepada para fasis pengecut: kalian akan bersembunyi, tetapi para pemuda patriotik dan revolusioner ada di jalan-jalan, dan kami tidak akan pernah bersembunyi,&amp;rdquo; seru pemimpin Venezuela itu, seraya menambahkan &amp;ldquo;WhatsApp, go to hell! (pergilah ke neraka!)&amp;rdquo;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pada Minggu, (4/8/2024) Maduro juga mengatakan TikTok dan Instagram digunakan untuk menyebarkan &amp;quot;kebencian&amp;quot; dan berjanji untuk mengatur penggunaannya.&#13;
&#13;
Serangan pemimpin Amerika Selatan itu terhadap platform media sosial menyusul protes baru-baru ini yang meletus di Venezuela menyusul pengumuman hasil pemilihan presiden di mana ia dinyatakan sebagai pemenang. Maduro mengutuk unjuk rasa itu sebagai upaya &amp;quot;kudeta terhadap Venezuela.&amp;quot; Menteri Pertahanan Vladimir Padrino Lopez juga menuduh oposisi yang didukung Barat berupaya melakukan &amp;quot;kudeta media&amp;quot; dan mengutuk protes tersebut.&#13;
&#13;
Dewan Pemilihan Nasional Venezuela (CNE) pada 28 Juli mendeklarasikan Maduro sebagai pemenang pemilihan presiden negara itu. Pada Jumat, (2/8/2024) otoritas Venezuela meratifikasi kemenangan Maduro setelah penghitungan suara akhir mengungkapkan bahwa ia telah memenangkan 52% suara, dibandingkan dengan 43% untuk saingan utamanya Edmundo Gonzalez.&#13;
&#13;
Maduro sebelumnya berselisih dengan Elon Musk, menuduh pemerintah Amerika Serikat (AS) dan pengusaha kelahiran Afrika Selatan itu berusaha mengatur kudeta di negaranya.&#13;
&#13;
Maduro akan menjalani masa jabatan ketiga berturut-turut selama enam tahun, setelah pertama kali menjabat pada tahun 2013 menyusul kematian Presiden Hugo Chavez. Sebagian besar negara Amerika Latin, khususnya anggota Kelompok Lima, menolak mengakui pemilihannya kembali pada tahun 2018, bersama dengan AS dan Uni Eropa.&#13;
</description><content:encoded>CARACAS - Presiden Venezuela Nicolas Maduro secara terbuka telah meng-uninstall aplikasi perpesanan WhatsApp dari ponselnya dan meminta para pendukungnya untuk mengikuti jejaknya. Maduro mengklaim bahwa platform tersebut digunakan untuk melemahkan negara Amerika Selatan tersebut.&#13;
&#13;
Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh jaringan TV Telesur di Caracas pada Selasa, (7/8/2024) Maduro mengatakan bahwa aplikasi pengiriman pesan milik Meta tersebut dieksploitasi oleh &amp;quot;kaum fasis&amp;quot; untuk memicu kekerasan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Semua dari kita yang saat ini berkomunikasi melalui WhatsApp akan berkomunikasi melalui WeChat dan Telegram mulai sekarang, dan kami akan senang. Karena WhatsApp tidak akan berada di tangan para pengedar narkoba Kolombia untuk menyerang Venezuela. WhatsApp tidak akan berada di tangan para pengkhianat, tidak juga Kekaisaran Amerika Utara... Ini adalah imperialisme teknologi,&amp;quot; kata Maduro sebagaimana dilansir RT.&#13;
&#13;
Ia selanjutnya menunjukkan tampilan telepon pintarnya yang menunjukkan proses uninstall aplikasi tersebut, dan berkata: &amp;quot;Saya bebas dari WhatsApp, saya merasa damai...&amp;quot;&#13;
&#13;
Sebelumnya pada hari itu, selama rapat umum para pendukungnya di Caracas, Maduro mendesak warga untuk menghapus akun WhatsApp mereka dan beralih ke Telegram dan WeChat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini harus dilakukan. WhatsApp, keluarlah dari Venezuela! Karena di sanalah para penjahat mengancam para pemuda dan pemimpin rakyat,&amp;rdquo; seru Maduro dalam pidato yang disiarkan di televisi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dari telepon-telepon di Kolombia, Miami, Peru, dan Chili, para pengecut ini bersembunyi di balik anonimitas (sang pengirim pesan) &amp;hellip; Namun saya katakan kepada para fasis pengecut: kalian akan bersembunyi, tetapi para pemuda patriotik dan revolusioner ada di jalan-jalan, dan kami tidak akan pernah bersembunyi,&amp;rdquo; seru pemimpin Venezuela itu, seraya menambahkan &amp;ldquo;WhatsApp, go to hell! (pergilah ke neraka!)&amp;rdquo;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pada Minggu, (4/8/2024) Maduro juga mengatakan TikTok dan Instagram digunakan untuk menyebarkan &amp;quot;kebencian&amp;quot; dan berjanji untuk mengatur penggunaannya.&#13;
&#13;
Serangan pemimpin Amerika Selatan itu terhadap platform media sosial menyusul protes baru-baru ini yang meletus di Venezuela menyusul pengumuman hasil pemilihan presiden di mana ia dinyatakan sebagai pemenang. Maduro mengutuk unjuk rasa itu sebagai upaya &amp;quot;kudeta terhadap Venezuela.&amp;quot; Menteri Pertahanan Vladimir Padrino Lopez juga menuduh oposisi yang didukung Barat berupaya melakukan &amp;quot;kudeta media&amp;quot; dan mengutuk protes tersebut.&#13;
&#13;
Dewan Pemilihan Nasional Venezuela (CNE) pada 28 Juli mendeklarasikan Maduro sebagai pemenang pemilihan presiden negara itu. Pada Jumat, (2/8/2024) otoritas Venezuela meratifikasi kemenangan Maduro setelah penghitungan suara akhir mengungkapkan bahwa ia telah memenangkan 52% suara, dibandingkan dengan 43% untuk saingan utamanya Edmundo Gonzalez.&#13;
&#13;
Maduro sebelumnya berselisih dengan Elon Musk, menuduh pemerintah Amerika Serikat (AS) dan pengusaha kelahiran Afrika Selatan itu berusaha mengatur kudeta di negaranya.&#13;
&#13;
Maduro akan menjalani masa jabatan ketiga berturut-turut selama enam tahun, setelah pertama kali menjabat pada tahun 2013 menyusul kematian Presiden Hugo Chavez. Sebagian besar negara Amerika Latin, khususnya anggota Kelompok Lima, menolak mengakui pemilihannya kembali pada tahun 2018, bersama dengan AS dan Uni Eropa.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
