<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Antisipasi Kepunahan, Ilmuwan Usulkan Kirim Sel Beku Hewan Langka ke Bulan</title><description>Biorepositori di Bulan diperkirakan akan menelan biaya lima kali lebih mahal dibandingkan di Bumi.&#13;
</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/08/06/56/3045138/antisipasi-kepunahan-ilmuwan-usulkan-kirim-sel-beku-hewan-langka-ke-bulan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2024/08/06/56/3045138/antisipasi-kepunahan-ilmuwan-usulkan-kirim-sel-beku-hewan-langka-ke-bulan"/><item><title>Antisipasi Kepunahan, Ilmuwan Usulkan Kirim Sel Beku Hewan Langka ke Bulan</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/08/06/56/3045138/antisipasi-kepunahan-ilmuwan-usulkan-kirim-sel-beku-hewan-langka-ke-bulan</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2024/08/06/56/3045138/antisipasi-kepunahan-ilmuwan-usulkan-kirim-sel-beku-hewan-langka-ke-bulan</guid><pubDate>Selasa 06 Agustus 2024 17:49 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/08/06/56/3045138/bulan-W5aF_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bulan. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/08/06/56/3045138/bulan-W5aF_large.jpg</image><title>Bulan. (Foto: Reuters)</title></images><description>PARA ilmuwan mengusulkan untuk mengirim sel beku dari jutaan spesies hewan yang &amp;#39;dikriopreservasi&amp;#39; ke &amp;#39;biorepositori&amp;#39; di Bulan. Ini bertujuan untuk melindungi berbagai macam hewan di Bumi jika terjadi kepunahan.&#13;
&#13;
Jika kehidupan di Bumi punah, sel-sel ini diharapkan dapat dikloning untuk menciptakan kehidupan baru &amp;ndash; baik di Bumi, Bulan, atau planet lain.&#13;
&#13;
Para ilmuwan di Kebun Binatang Nasional dan Institut Biologi Konservasi Smithsonian (NZCBI) di Washington, DC telah menguraikan rencana mereka yang sangat ambisius dalam sebuah makalah yang diterbitkan di BioScience.&#13;
&#13;
Meskipun mereka tidak memperkirakan biaya pasti dari biorepositori bulan, mereka mengatakan bahwa biaya pembuatannya kemungkinan lima kali lebih mahal daripada di Bumi, tetapi lebih murah untuk dirawat.&#13;
&#13;
Gudang penyimpanan Bulan ini akan menyimpan sel-sel spesies hewan yang dikriopreservasi, meskipun versi lain berpotensi menyimpan benih tanaman beku juga.&#13;
&#13;
&amp;quot;Awalnya, biorepositori Bulan akan menargetkan spesies yang paling terancam di Bumi saat ini,&amp;quot; kata penulis utama Mary Hagedorn, seorang ahli kriobiologi di NZCBI, sebagaimana dilansir Daily Mail.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tetapi tujuan akhir kami adalah mengkriopreservasi sebagian besar spesies di Bumi.&amp;quot;&#13;
&#13;
Dengan jarak rata-rata 238.855 mil, Bulan cukup jauh dari Bumi untuk bertahan dari kerusakan iklim yang akan memusnahkan hewan-hewan di planet ini.&#13;
&#13;
Namun, tempat ini juga memiliki keuntungan tambahan karena cukup dingin untuk menjaga sampel sel hewan tetap beku, tanpa memerlukan listrik seperti di Bumi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Para ilmuwan mengusulkan untuk menempatkan &amp;#39;biorepositori&amp;#39; di wilayah kutub Bulan yang sangat dingin, yang memiliki kawah yang tidak pernah menerima sinar matahari karena orientasi dan kedalamannya.&#13;
&#13;
Daerah yang disebut selalu dibayangi ini suhunya bisa mencapai -246&amp;deg;C &amp;ndash; lebih dari cukup dingin untuk penyimpanan kriopreservasi.&#13;
&#13;
Para ahli mengambil inspirasi dari Global Seed Vault di Svalbard, Norwegia, bunker bawah tanah yang menyimpan benih beku jika panen di Bumi musnah.&#13;
&#13;
Pada 2017, pencairan lapisan tanah beku mengancam koleksi tersebut dengan banjir &amp;ndash; menunjukkan bahwa bunker bawah tanah pun bisa rentan terhadap perubahan iklim.&#13;
&#13;
Dibandingkan dengan benih, sel hewan memerlukan suhu penyimpanan yang jauh lebih rendah untuk pengawetan, yaitu -196&amp;deg;C.&#13;
&#13;
Sebagai bagian dari penelitian mereka, Hagedorn dan rekan-rekannya telah melakukan kriopreservasi sampel kulit dari ikan karang yang disebut starry goby &amp;ndash; khususnya dari siripnya.&#13;
&#13;
Sirip tersebut mengandung jenis sel kulit yang disebut fibroblas, yang menghasilkan kerangka struktural untuk jaringan hewan dan memainkan peran penting dalam penyembuhan luka.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selanjutnya, sampel akan menjalani pengujian paparan radiasi &amp;ndash; mirip dengan apa yang terpapar pada permukaan Bulan &amp;ndash; untuk mempersiapkan bahan biologis yang akan dikirim ke Bulan.&#13;
&#13;
Langkah masa depan lainnya adalah merancang kemasan yang dapat menahan tingkat radiasi dan gravitasi mikro yang umum terjadi dalam perjalanan luar angkasa.&#13;
&#13;
Sampel berpotensi pertama-tama akan dikirim ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) untuk melihat bagaimana mereka akan bertahan di luar angkasa, jika diperlukan perubahan pada kemasan.&#13;
&#13;
Akhirnya, muatan pertama sampel sel dari spesies yang paling terancam dapat diangkut bersama para astronot sebagai bagian dari misi mendatang ke bulan di bawah program Artemis NASA.&#13;
&#13;
Artemis pada akhirnya akan membangun pangkalan permanen dan &amp;#39;keberadaan manusia yang berkelanjutan&amp;#39; di bulan, dengan bangunan dan infrastruktur.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Tentu saja, proyek ambisius tersebut kemungkinan akan menghadapi banyak rintangan, termasuk jumlah spesies hewan di Bumi yang diperkirakan mencapai 7 juta.&#13;
&#13;
Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada November tahun lalu, 2 juta spesies kini terancam punah, baik hewan maupun tumbuhan.&#13;
&#13;
Namun, para ilmuwan menekankan bahwa ini adalah &amp;#39;program selama puluhan tahun&amp;#39; dan proyek jangka panjang yang akan membutuhkan kerja sama internasional yang besar.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mewujudkan biorepositori Bulan akan membutuhkan kolaborasi oleh berbagai negara, kelompok budaya, lembaga, dan pemangku kepentingan internasional untuk mengembangkan penyimpanan sampel, tata kelola, dan rencana jangka panjang yang dapat diterima,&amp;rdquo; kata mereka.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Melindungi kehidupan Bumi harus menjadi prioritas utama dalam upaya menuju lokasi Bulan bagi industri dan berbagai jenis ilmu pengetahuan.&amp;rdquo;&#13;
</description><content:encoded>PARA ilmuwan mengusulkan untuk mengirim sel beku dari jutaan spesies hewan yang &amp;#39;dikriopreservasi&amp;#39; ke &amp;#39;biorepositori&amp;#39; di Bulan. Ini bertujuan untuk melindungi berbagai macam hewan di Bumi jika terjadi kepunahan.&#13;
&#13;
Jika kehidupan di Bumi punah, sel-sel ini diharapkan dapat dikloning untuk menciptakan kehidupan baru &amp;ndash; baik di Bumi, Bulan, atau planet lain.&#13;
&#13;
Para ilmuwan di Kebun Binatang Nasional dan Institut Biologi Konservasi Smithsonian (NZCBI) di Washington, DC telah menguraikan rencana mereka yang sangat ambisius dalam sebuah makalah yang diterbitkan di BioScience.&#13;
&#13;
Meskipun mereka tidak memperkirakan biaya pasti dari biorepositori bulan, mereka mengatakan bahwa biaya pembuatannya kemungkinan lima kali lebih mahal daripada di Bumi, tetapi lebih murah untuk dirawat.&#13;
&#13;
Gudang penyimpanan Bulan ini akan menyimpan sel-sel spesies hewan yang dikriopreservasi, meskipun versi lain berpotensi menyimpan benih tanaman beku juga.&#13;
&#13;
&amp;quot;Awalnya, biorepositori Bulan akan menargetkan spesies yang paling terancam di Bumi saat ini,&amp;quot; kata penulis utama Mary Hagedorn, seorang ahli kriobiologi di NZCBI, sebagaimana dilansir Daily Mail.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tetapi tujuan akhir kami adalah mengkriopreservasi sebagian besar spesies di Bumi.&amp;quot;&#13;
&#13;
Dengan jarak rata-rata 238.855 mil, Bulan cukup jauh dari Bumi untuk bertahan dari kerusakan iklim yang akan memusnahkan hewan-hewan di planet ini.&#13;
&#13;
Namun, tempat ini juga memiliki keuntungan tambahan karena cukup dingin untuk menjaga sampel sel hewan tetap beku, tanpa memerlukan listrik seperti di Bumi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Para ilmuwan mengusulkan untuk menempatkan &amp;#39;biorepositori&amp;#39; di wilayah kutub Bulan yang sangat dingin, yang memiliki kawah yang tidak pernah menerima sinar matahari karena orientasi dan kedalamannya.&#13;
&#13;
Daerah yang disebut selalu dibayangi ini suhunya bisa mencapai -246&amp;deg;C &amp;ndash; lebih dari cukup dingin untuk penyimpanan kriopreservasi.&#13;
&#13;
Para ahli mengambil inspirasi dari Global Seed Vault di Svalbard, Norwegia, bunker bawah tanah yang menyimpan benih beku jika panen di Bumi musnah.&#13;
&#13;
Pada 2017, pencairan lapisan tanah beku mengancam koleksi tersebut dengan banjir &amp;ndash; menunjukkan bahwa bunker bawah tanah pun bisa rentan terhadap perubahan iklim.&#13;
&#13;
Dibandingkan dengan benih, sel hewan memerlukan suhu penyimpanan yang jauh lebih rendah untuk pengawetan, yaitu -196&amp;deg;C.&#13;
&#13;
Sebagai bagian dari penelitian mereka, Hagedorn dan rekan-rekannya telah melakukan kriopreservasi sampel kulit dari ikan karang yang disebut starry goby &amp;ndash; khususnya dari siripnya.&#13;
&#13;
Sirip tersebut mengandung jenis sel kulit yang disebut fibroblas, yang menghasilkan kerangka struktural untuk jaringan hewan dan memainkan peran penting dalam penyembuhan luka.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selanjutnya, sampel akan menjalani pengujian paparan radiasi &amp;ndash; mirip dengan apa yang terpapar pada permukaan Bulan &amp;ndash; untuk mempersiapkan bahan biologis yang akan dikirim ke Bulan.&#13;
&#13;
Langkah masa depan lainnya adalah merancang kemasan yang dapat menahan tingkat radiasi dan gravitasi mikro yang umum terjadi dalam perjalanan luar angkasa.&#13;
&#13;
Sampel berpotensi pertama-tama akan dikirim ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) untuk melihat bagaimana mereka akan bertahan di luar angkasa, jika diperlukan perubahan pada kemasan.&#13;
&#13;
Akhirnya, muatan pertama sampel sel dari spesies yang paling terancam dapat diangkut bersama para astronot sebagai bagian dari misi mendatang ke bulan di bawah program Artemis NASA.&#13;
&#13;
Artemis pada akhirnya akan membangun pangkalan permanen dan &amp;#39;keberadaan manusia yang berkelanjutan&amp;#39; di bulan, dengan bangunan dan infrastruktur.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Tentu saja, proyek ambisius tersebut kemungkinan akan menghadapi banyak rintangan, termasuk jumlah spesies hewan di Bumi yang diperkirakan mencapai 7 juta.&#13;
&#13;
Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada November tahun lalu, 2 juta spesies kini terancam punah, baik hewan maupun tumbuhan.&#13;
&#13;
Namun, para ilmuwan menekankan bahwa ini adalah &amp;#39;program selama puluhan tahun&amp;#39; dan proyek jangka panjang yang akan membutuhkan kerja sama internasional yang besar.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mewujudkan biorepositori Bulan akan membutuhkan kolaborasi oleh berbagai negara, kelompok budaya, lembaga, dan pemangku kepentingan internasional untuk mengembangkan penyimpanan sampel, tata kelola, dan rencana jangka panjang yang dapat diterima,&amp;rdquo; kata mereka.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Melindungi kehidupan Bumi harus menjadi prioritas utama dalam upaya menuju lokasi Bulan bagi industri dan berbagai jenis ilmu pengetahuan.&amp;rdquo;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
