<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Benarkah Cara Mengemudi Wanita Lebih Mengkhawatirkan Dibandingkan Pria?</title><description>Benarkah cara mengemudi wanita lebih mengkhawatirkan dibandingkan pria?&#13;
</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/07/27/52/3040307/benarkah-cara-mengemudi-wanita-lebih-mengkhawatirkan-dibandingkan-pria</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2024/07/27/52/3040307/benarkah-cara-mengemudi-wanita-lebih-mengkhawatirkan-dibandingkan-pria"/><item><title>Benarkah Cara Mengemudi Wanita Lebih Mengkhawatirkan Dibandingkan Pria?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/07/27/52/3040307/benarkah-cara-mengemudi-wanita-lebih-mengkhawatirkan-dibandingkan-pria</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2024/07/27/52/3040307/benarkah-cara-mengemudi-wanita-lebih-mengkhawatirkan-dibandingkan-pria</guid><pubDate>Sabtu 27 Juli 2024 09:04 WIB</pubDate><dc:creator>Erha Aprili Ramadhoni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/27/52/3040307/nyetir-bY3E_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Benarkan cara mengemudi wanita lebih mengkhawatirkan dibandingkan pria? (Ilustrasi/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/27/52/3040307/nyetir-bY3E_large.jpg</image><title>Benarkan cara mengemudi wanita lebih mengkhawatirkan dibandingkan pria? (Ilustrasi/Freepik)</title></images><description>TANGERANG &amp;ndash; Tak sedikit anggapan pengemudi mobil wanita lebih mengkhawatirkan dibandingkan pengemudi pria saat berada di jalanan. Namun, benarkah demikian?&#13;
&#13;
Pembalap nasional, Rifat Sungkar, tak sepakat dengan anggapan itu. Ia menjelaskan, pengguna jalan raya tidak bisa dibedakan dari gendernya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kebetulan ketika saya diminta safety driving, saya sempat belajar ke Belanda tentang psikologi mengemudi. Memang pengguna jalan raya tidak bisa dibedakan gender,&amp;rdquo; kata Rifat yang pernah menjadi duta safety driving saat diskusi di booth Mitsubishi di arena Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024, Jumat (26/7/2024).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Meski begitu, ia mengungkap adanya perbedaan antara pengemudi wanita dan pria. Hal ini terkait masalah mental dan kepekaan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tapi antara perempuan dan laki-laki ada perbedaan mental. Terutama mental dan kepekaan,&amp;rdquo; ujarnya. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karena laki-laki sering diberikan kewajiban mengemudi jadi dia saat mengemudi merasa jadi leader. Perempuan disuruh mengemudi bukan jadi leader tapi keharusan,&amp;rdquo; lanjutnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia menyebut, saat mengemudi perempuan kerap kurang sensitif dengan kecepataan kendaraannya. Inilah yang sering membuat terjadinya kecelakaan tabrak belakang dari pengemudi wanita.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Untuk mengemudi kelemahan perempuan dibanding laki-laki adalah sensitivitas kecepatan. Banyak perempuan tidak bisa rasain sekarang ada di speed berapa,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Perbedaan lainnya antara pengemudi wanita dengan laki-laki adalah reaction time. Rifat menyebut, perempuan lebih perhatian dengan sekelilingnya saat berkendara. Inilai yang menurutnya perempuan bisa lebih aman dibandingkan pengemudi laki-laki.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Perempuan lebih safety karena dia jadi lebih aware sama lingkungan. Reaction timenya lama, perempuan hampir 5 detik. Kalau laki-laki 2 detik,&amp;rdquo; tuturnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>TANGERANG &amp;ndash; Tak sedikit anggapan pengemudi mobil wanita lebih mengkhawatirkan dibandingkan pengemudi pria saat berada di jalanan. Namun, benarkah demikian?&#13;
&#13;
Pembalap nasional, Rifat Sungkar, tak sepakat dengan anggapan itu. Ia menjelaskan, pengguna jalan raya tidak bisa dibedakan dari gendernya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kebetulan ketika saya diminta safety driving, saya sempat belajar ke Belanda tentang psikologi mengemudi. Memang pengguna jalan raya tidak bisa dibedakan gender,&amp;rdquo; kata Rifat yang pernah menjadi duta safety driving saat diskusi di booth Mitsubishi di arena Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024, Jumat (26/7/2024).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Meski begitu, ia mengungkap adanya perbedaan antara pengemudi wanita dan pria. Hal ini terkait masalah mental dan kepekaan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tapi antara perempuan dan laki-laki ada perbedaan mental. Terutama mental dan kepekaan,&amp;rdquo; ujarnya. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karena laki-laki sering diberikan kewajiban mengemudi jadi dia saat mengemudi merasa jadi leader. Perempuan disuruh mengemudi bukan jadi leader tapi keharusan,&amp;rdquo; lanjutnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia menyebut, saat mengemudi perempuan kerap kurang sensitif dengan kecepataan kendaraannya. Inilah yang sering membuat terjadinya kecelakaan tabrak belakang dari pengemudi wanita.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Untuk mengemudi kelemahan perempuan dibanding laki-laki adalah sensitivitas kecepatan. Banyak perempuan tidak bisa rasain sekarang ada di speed berapa,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Perbedaan lainnya antara pengemudi wanita dengan laki-laki adalah reaction time. Rifat menyebut, perempuan lebih perhatian dengan sekelilingnya saat berkendara. Inilai yang menurutnya perempuan bisa lebih aman dibandingkan pengemudi laki-laki.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Perempuan lebih safety karena dia jadi lebih aware sama lingkungan. Reaction timenya lama, perempuan hampir 5 detik. Kalau laki-laki 2 detik,&amp;rdquo; tuturnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
