<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Atasi Penjualan Mobil Stagnan 1 Juta Unit, Ini Jurus Kemenperin </title><description>Sejak 2013 lalu, penjualan mobil stagnan di angka 1 juta unit. &#13;
</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/07/11/52/3032922/atasi-penjualan-mobil-stagnan-1-juta-unit-ini-jurus-kemenperin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2024/07/11/52/3032922/atasi-penjualan-mobil-stagnan-1-juta-unit-ini-jurus-kemenperin"/><item><title>Atasi Penjualan Mobil Stagnan 1 Juta Unit, Ini Jurus Kemenperin </title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/07/11/52/3032922/atasi-penjualan-mobil-stagnan-1-juta-unit-ini-jurus-kemenperin</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2024/07/11/52/3032922/atasi-penjualan-mobil-stagnan-1-juta-unit-ini-jurus-kemenperin</guid><pubDate>Kamis 11 Juli 2024 18:12 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Fadli Ramadan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/11/52/3032922/penjualan_mobil-uvCo_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Atasi penjualan mobil stagnan 1 juta unit, ini jurus Kemenperin. (Ilustrasi/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/11/52/3032922/penjualan_mobil-uvCo_large.jpg</image><title>Atasi penjualan mobil stagnan 1 juta unit, ini jurus Kemenperin. (Ilustrasi/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Industri otomotif Indonesia, khususnya roda empat, mengalami fasel one million trap atau terjebak pada angka 1 juta unit sejak 2013. Sejumlah cara sudah dilakukan, tapi angka penjualan mobil masih stagnan pada 1 juta unit.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebagai informasi, penjualan mobil tertinggi di Indonesia terjadi pada 2013, dengan total sebanyak 1.229.881 unit terjual. Peningkatan itu terjadi setelah pemerintah mengeluarkan mengenai kendaraan bermotor hemat energi dan harga terjangkau atau biasa dikenal Low Cost Green Car (LCGC).&#13;
&#13;
Harga mobil yang terjangkau membuat kalangan menengah ke bawah di Indonesia dapat memiliki kendaraan roda empat. Bahkan, angka penjualan LCGC pada 2013 mendominasi sebesar 30 persen di pasar domestik.&#13;
&#13;
Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Kukuh Kumara, mengatakan stagnansi yang terjadi akibat harga mobil yang terus naik. Kondisi ini tak dibarengi pendapatan masyarakat Indonesia, ditambah harga kebutuhan pokok yang juga naik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Salah satu faktor pemicu stagnasi pasar mobil adalah harga mobil baru tidak terjangkau oleh pendapatan per kapita masyarakat. Gap antara pendapatan rumah tangga dan harga mobil baru makin lebar,&amp;rdquo; kata Kukuh di Jakarta, Rabu (10/7/2024).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara itu, Plt Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementeruan Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika mengungkapkan hal senada. Menurutnya, perlu ada stimulus agar orang-orang mau membeli mobil baru.&#13;
&#13;
&amp;quot;Stagnasi penjualan mobil di Indonesia dipengaruhi oleh melemahnya daya beli masyarakat Indonesia. Dalam upaya tersebut, diperlukan suatu program untuk menstimulus pembelian mobil baru. Tentunya, pemberian stimulus harus tetap mengedepankan komitmen Indonesia untuk mengurangi emisi karbon,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menyebutkan, salah satu langkah yang dilakukan pemerintah adalah memberikan insentif pada mobil listrik. Hal itu membuat mobil listrik yang dipasarkan di Indonesia memiliki harga terjangkau.&#13;
&#13;
&amp;quot;Apa yang mesti kita lakukan untuk mendorong industri ini adalah dengan hal-hal yang perlu kita lakukan. Bagaimana insentif diperluas untuk low emission vehicle karena kita yang BEV itu hampir sama dengan negara lain,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Selain itu, Kemenperin bakal berupaya menurunkan suku bunga untuk meringankan beban masyarakat Indonesia dalam memboyong mobil baru dengan skema kredit. Cara ini diyakini efektif, karena sebagian besar masyarakat Indonesia membeli kendaraan dengan cara mencicil.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Berkaitan dengan penurunan daya beli masyarakat, pelonggaran suku bunga untuk pembelian mobil baru secara kredit dapat menjadi salah satu opsi untuk mengembalikan minat masyarakat untuk dapat membeli mobil baru,&amp;rdquo; tutur Putu.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Industri otomotif Indonesia, khususnya roda empat, mengalami fasel one million trap atau terjebak pada angka 1 juta unit sejak 2013. Sejumlah cara sudah dilakukan, tapi angka penjualan mobil masih stagnan pada 1 juta unit.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebagai informasi, penjualan mobil tertinggi di Indonesia terjadi pada 2013, dengan total sebanyak 1.229.881 unit terjual. Peningkatan itu terjadi setelah pemerintah mengeluarkan mengenai kendaraan bermotor hemat energi dan harga terjangkau atau biasa dikenal Low Cost Green Car (LCGC).&#13;
&#13;
Harga mobil yang terjangkau membuat kalangan menengah ke bawah di Indonesia dapat memiliki kendaraan roda empat. Bahkan, angka penjualan LCGC pada 2013 mendominasi sebesar 30 persen di pasar domestik.&#13;
&#13;
Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Kukuh Kumara, mengatakan stagnansi yang terjadi akibat harga mobil yang terus naik. Kondisi ini tak dibarengi pendapatan masyarakat Indonesia, ditambah harga kebutuhan pokok yang juga naik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Salah satu faktor pemicu stagnasi pasar mobil adalah harga mobil baru tidak terjangkau oleh pendapatan per kapita masyarakat. Gap antara pendapatan rumah tangga dan harga mobil baru makin lebar,&amp;rdquo; kata Kukuh di Jakarta, Rabu (10/7/2024).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara itu, Plt Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementeruan Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika mengungkapkan hal senada. Menurutnya, perlu ada stimulus agar orang-orang mau membeli mobil baru.&#13;
&#13;
&amp;quot;Stagnasi penjualan mobil di Indonesia dipengaruhi oleh melemahnya daya beli masyarakat Indonesia. Dalam upaya tersebut, diperlukan suatu program untuk menstimulus pembelian mobil baru. Tentunya, pemberian stimulus harus tetap mengedepankan komitmen Indonesia untuk mengurangi emisi karbon,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menyebutkan, salah satu langkah yang dilakukan pemerintah adalah memberikan insentif pada mobil listrik. Hal itu membuat mobil listrik yang dipasarkan di Indonesia memiliki harga terjangkau.&#13;
&#13;
&amp;quot;Apa yang mesti kita lakukan untuk mendorong industri ini adalah dengan hal-hal yang perlu kita lakukan. Bagaimana insentif diperluas untuk low emission vehicle karena kita yang BEV itu hampir sama dengan negara lain,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Selain itu, Kemenperin bakal berupaya menurunkan suku bunga untuk meringankan beban masyarakat Indonesia dalam memboyong mobil baru dengan skema kredit. Cara ini diyakini efektif, karena sebagian besar masyarakat Indonesia membeli kendaraan dengan cara mencicil.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Berkaitan dengan penurunan daya beli masyarakat, pelonggaran suku bunga untuk pembelian mobil baru secara kredit dapat menjadi salah satu opsi untuk mengembalikan minat masyarakat untuk dapat membeli mobil baru,&amp;rdquo; tutur Putu.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
