<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Digempur Mobil Listrik China hingga Penjualan Turun, Honda Tutup Pabrik di Thailand </title><description>Di tengah gempuran mobil listrik China dan penjualan yang turun, Honda menghentikan produksi di salah satu pabrik di Thailand.&#13;
</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/07/10/52/3032517/digempur-mobil-listrik-china-hingga-penjualan-turun-honda-tutup-pabrik-di-thailand</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2024/07/10/52/3032517/digempur-mobil-listrik-china-hingga-penjualan-turun-honda-tutup-pabrik-di-thailand"/><item><title>Digempur Mobil Listrik China hingga Penjualan Turun, Honda Tutup Pabrik di Thailand </title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/07/10/52/3032517/digempur-mobil-listrik-china-hingga-penjualan-turun-honda-tutup-pabrik-di-thailand</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2024/07/10/52/3032517/digempur-mobil-listrik-china-hingga-penjualan-turun-honda-tutup-pabrik-di-thailand</guid><pubDate>Rabu 10 Juli 2024 18:53 WIB</pubDate><dc:creator>Erha Aprili Ramadhoni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/10/52/3032517/mobil_listrik_prototipe_honda_saat_dipamerkan_di_thailand_international_motor_expo-0IQv_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Digempur mobil listrik China dan penjualan turun, Honda tutup pabrik di Thailand. (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/10/52/3032517/mobil_listrik_prototipe_honda_saat_dipamerkan_di_thailand_international_motor_expo-0IQv_large.jpg</image><title>Digempur mobil listrik China dan penjualan turun, Honda tutup pabrik di Thailand. (Reuters)</title></images><description>TOKYO - Honda Motor dilaporkan bakal menutup satu pabriknya di Provinsi Ayutthaya, Thailand pada 2025. Honda bakal mengonsolidasikan produksinya di pabrik yang berada di Provinsi Prachinburi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Demikian disampaikan pihak Honda Motor, melansir Reuters, Rabu (10/7/2024).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Langkah ini menyoroti kondisi sulit yang dihadapi Honda di Thailand di tengah agresifnya merek-merek China dan meningkatnya permintaan atas mobil listrik. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
Juru Bicara Honda menyatakan, pihaknya berencana menghentikan produksi di pabrik Ayutthaya pada 2025. Pabrik yang pertama kali dibuka pada 1996 itu nantinya dialihfungsikan untuk memproduksi suku cadang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia melanjutkan, pihaknya akan mengonsolidasikan produksi kendaraan di pabrik Prachinburi, yang dibuka pada 2016.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Honda melaporkan, produksi mobil di Thailand pada 2019 mencapai 228 ribu per tahun dan turun menjadi di bawah 150 ribu per tahun pada 2023.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara itu, dalam 4 tahun terakhir, penjualan Honda di Thailand berada di bawah 100 ribu unit.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Juru bicara Honda menyatakan, dengan menghentikan produksi di pabrik Ayutthaya dapat menghilangkan kesenjangan antara produksi kendaraan dan penjualan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun, ia melanjutkan, Honda telah mengekspor mobil produksi di Thailand, terutama ke pasar Asia Tenggara lainnya seperti Indonesia dan Filipina, kata juru bicara tersebut.&#13;
&#13;
Honda berencana melakukan investasi tambahan yang berpusat di pabrik Prachinburi selama beberapa tahun mendatang untuk memfasilitasi peralihan ke produksi kendaraan hibrida dibandingkan yang menggunakan mesin pembakaran internal.&#13;
&#13;
Di China, Honda dan rivalnya, produsen mobil Jepang, Nissan Motor, sangat terpukul oleh persaingan dari merek-merek China yang sedang naik daun. Brand China mampu menarik minat konsumen untuk beralih ke mobil listrik yang dianggap rendah biaya.&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>TOKYO - Honda Motor dilaporkan bakal menutup satu pabriknya di Provinsi Ayutthaya, Thailand pada 2025. Honda bakal mengonsolidasikan produksinya di pabrik yang berada di Provinsi Prachinburi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Demikian disampaikan pihak Honda Motor, melansir Reuters, Rabu (10/7/2024).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Langkah ini menyoroti kondisi sulit yang dihadapi Honda di Thailand di tengah agresifnya merek-merek China dan meningkatnya permintaan atas mobil listrik. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
Juru Bicara Honda menyatakan, pihaknya berencana menghentikan produksi di pabrik Ayutthaya pada 2025. Pabrik yang pertama kali dibuka pada 1996 itu nantinya dialihfungsikan untuk memproduksi suku cadang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia melanjutkan, pihaknya akan mengonsolidasikan produksi kendaraan di pabrik Prachinburi, yang dibuka pada 2016.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Honda melaporkan, produksi mobil di Thailand pada 2019 mencapai 228 ribu per tahun dan turun menjadi di bawah 150 ribu per tahun pada 2023.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara itu, dalam 4 tahun terakhir, penjualan Honda di Thailand berada di bawah 100 ribu unit.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Juru bicara Honda menyatakan, dengan menghentikan produksi di pabrik Ayutthaya dapat menghilangkan kesenjangan antara produksi kendaraan dan penjualan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun, ia melanjutkan, Honda telah mengekspor mobil produksi di Thailand, terutama ke pasar Asia Tenggara lainnya seperti Indonesia dan Filipina, kata juru bicara tersebut.&#13;
&#13;
Honda berencana melakukan investasi tambahan yang berpusat di pabrik Prachinburi selama beberapa tahun mendatang untuk memfasilitasi peralihan ke produksi kendaraan hibrida dibandingkan yang menggunakan mesin pembakaran internal.&#13;
&#13;
Di China, Honda dan rivalnya, produsen mobil Jepang, Nissan Motor, sangat terpukul oleh persaingan dari merek-merek China yang sedang naik daun. Brand China mampu menarik minat konsumen untuk beralih ke mobil listrik yang dianggap rendah biaya.&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
