<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Setelah 3 Dekade, Jepang Akhirnya Ucapkan Selamat Tinggal pada Disket</title><description>Hingga bulan lalu, masyarakat Jepang masih menggunakan disket untuk menyerahkan dokumen mereka pada pemerintah.&#13;
</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/07/08/54/3031532/setelah-3-dekade-jepang-akhirnya-ucapkan-selamat-tinggal-pada-disket</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2024/07/08/54/3031532/setelah-3-dekade-jepang-akhirnya-ucapkan-selamat-tinggal-pada-disket"/><item><title>Setelah 3 Dekade, Jepang Akhirnya Ucapkan Selamat Tinggal pada Disket</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/07/08/54/3031532/setelah-3-dekade-jepang-akhirnya-ucapkan-selamat-tinggal-pada-disket</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2024/07/08/54/3031532/setelah-3-dekade-jepang-akhirnya-ucapkan-selamat-tinggal-pada-disket</guid><pubDate>Senin 08 Juli 2024 17:19 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/07/08/54/3031532/floppy_disk-vK1e_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Floppy disk. (Foto: AP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/07/08/54/3031532/floppy_disk-vK1e_large.jpg</image><title>Floppy disk. (Foto: AP)</title></images><description>TOKYO &amp;ndash; Setelah tiga dekade, pada 2024, Jepang akhirnya mengucapkan selamat tinggal pada floppy disk atau yang kita kenal sebagai disket. Digunakan luas pada 1970-1990-an, disket saat sejak awal abad ini telah dianggap sebagai sebuah media penyimpanan yang ketinggalan zaman.&#13;
&#13;
Namun, hingga bulan lalu, masyarakat Jepang masih diminta untuk menyerahkan dokumen kepada pemerintah menggunakan disket tersebut, dengan lebih dari 1.000 peraturan yang mengharuskan penggunaannya.&#13;
&#13;
Namun aturan tersebut kini akhirnya dihapuskan, kata Menteri Digital Taro Kono, sebagaimana dilansir BBC.&#13;
&#13;
Pada 2021, Kono telah &amp;quot;menyatakan perang&amp;quot; terhadap floppy disk. Pekan lalu, hampir tiga tahun kemudian, dia akhirnya mengumumkan: &amp;quot;Kami telah memenangkan perang terhadap floppy disk!&amp;quot;&#13;
&#13;
Kono telah bertekad untuk menghilangkan teknologi lama sejak dia ditunjuk untuk jabatan tersebut. Dia sebelumnya juga mengatakan akan &amp;quot;menyingkirkan mesin faks&amp;quot;.&#13;
&#13;
Jepang yang pernah dipandang sebagai negara besar di bidang teknologi, dalam beberapa tahun terakhir masih tertinggal dalam gelombang transformasi digital global karena penolakan mereka terhadap perubahan.&#13;
&#13;
Misalnya saja, tempat kerja masih lebih memilih mesin faks dibandingkan email &amp;ndash; rencana sebelumnya untuk menghapus mesin ini dari kantor-kantor pemerintah dibatalkan karena adanya penolakan.&#13;
&#13;
Pengumuman tersebut dibahas secara luas di media sosial Jepang, dengan salah satu pengguna di X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, menyebut disket sebagai &amp;quot;simbol pemerintahan yang anakronistik&amp;quot;.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pemerintah masih menggunakan floppy disk? Itu sudah ketinggalan jaman... Saya kira mereka hanya penuh dengan orang-orang tua,&amp;quot; baca komentar lain di X.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Komentar lainnya lebih bersifat nostalgia. &amp;ldquo;Saya ingin tahu apakah floppy disk akan mulai muncul di situs lelang,&amp;rdquo; tulis seorang pengguna sebagaimana dilansir BBC.&#13;
&#13;
Dibuat pada tahun 1960-an, perangkat berbentuk persegi ini tidak lagi populer pada 1990-an seiring ditemukannya solusi penyimpanan yang lebih efisien.&#13;
&#13;
Floppy disk berukuran tiga setengah inci hanya dapat menampung data hingga 1,44 MB. Lebih dari 22.000 disk semacam itu diperlukan untuk mereplikasi memory stick yang menyimpan informasi sebesar 32GB.&#13;
&#13;
Sony, produsen disk terakhir, mengakhiri produksinya pada 2011.&#13;
&#13;
Sebagai bagian dari kampanye digitalisasi birokrasinya yang terlambat, Jepang meluncurkan Badan Digital pada September 2021, yang dipimpin oleh Kono.&#13;
&#13;
Namun upaya Jepang untuk melakukan digitalisasi mungkin lebih mudah diucapkan daripada dilakukan.&#13;
&#13;
Banyak bisnis di Jepang masih memerlukan dokumen resmi untuk disahkan menggunakan stempel pribadi berukir yang disebut hanko, meskipun pemerintah telah berupaya untuk menghapusnya secara bertahap.&#13;
&#13;
Orang-orang menjauh dari stempel tersebut dengan sangat cepat, kata surat kabar lokal The Japan Times.&#13;
&#13;
Dan baru pada 2019 penyedia pager terakhir di negara tersebut menutup layanannya, dan pelanggan swasta terakhir menjelaskan bahwa itu adalah metode komunikasi pilihan bagi ibunya yang sudah lanjut usia.&#13;
</description><content:encoded>TOKYO &amp;ndash; Setelah tiga dekade, pada 2024, Jepang akhirnya mengucapkan selamat tinggal pada floppy disk atau yang kita kenal sebagai disket. Digunakan luas pada 1970-1990-an, disket saat sejak awal abad ini telah dianggap sebagai sebuah media penyimpanan yang ketinggalan zaman.&#13;
&#13;
Namun, hingga bulan lalu, masyarakat Jepang masih diminta untuk menyerahkan dokumen kepada pemerintah menggunakan disket tersebut, dengan lebih dari 1.000 peraturan yang mengharuskan penggunaannya.&#13;
&#13;
Namun aturan tersebut kini akhirnya dihapuskan, kata Menteri Digital Taro Kono, sebagaimana dilansir BBC.&#13;
&#13;
Pada 2021, Kono telah &amp;quot;menyatakan perang&amp;quot; terhadap floppy disk. Pekan lalu, hampir tiga tahun kemudian, dia akhirnya mengumumkan: &amp;quot;Kami telah memenangkan perang terhadap floppy disk!&amp;quot;&#13;
&#13;
Kono telah bertekad untuk menghilangkan teknologi lama sejak dia ditunjuk untuk jabatan tersebut. Dia sebelumnya juga mengatakan akan &amp;quot;menyingkirkan mesin faks&amp;quot;.&#13;
&#13;
Jepang yang pernah dipandang sebagai negara besar di bidang teknologi, dalam beberapa tahun terakhir masih tertinggal dalam gelombang transformasi digital global karena penolakan mereka terhadap perubahan.&#13;
&#13;
Misalnya saja, tempat kerja masih lebih memilih mesin faks dibandingkan email &amp;ndash; rencana sebelumnya untuk menghapus mesin ini dari kantor-kantor pemerintah dibatalkan karena adanya penolakan.&#13;
&#13;
Pengumuman tersebut dibahas secara luas di media sosial Jepang, dengan salah satu pengguna di X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, menyebut disket sebagai &amp;quot;simbol pemerintahan yang anakronistik&amp;quot;.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pemerintah masih menggunakan floppy disk? Itu sudah ketinggalan jaman... Saya kira mereka hanya penuh dengan orang-orang tua,&amp;quot; baca komentar lain di X.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Komentar lainnya lebih bersifat nostalgia. &amp;ldquo;Saya ingin tahu apakah floppy disk akan mulai muncul di situs lelang,&amp;rdquo; tulis seorang pengguna sebagaimana dilansir BBC.&#13;
&#13;
Dibuat pada tahun 1960-an, perangkat berbentuk persegi ini tidak lagi populer pada 1990-an seiring ditemukannya solusi penyimpanan yang lebih efisien.&#13;
&#13;
Floppy disk berukuran tiga setengah inci hanya dapat menampung data hingga 1,44 MB. Lebih dari 22.000 disk semacam itu diperlukan untuk mereplikasi memory stick yang menyimpan informasi sebesar 32GB.&#13;
&#13;
Sony, produsen disk terakhir, mengakhiri produksinya pada 2011.&#13;
&#13;
Sebagai bagian dari kampanye digitalisasi birokrasinya yang terlambat, Jepang meluncurkan Badan Digital pada September 2021, yang dipimpin oleh Kono.&#13;
&#13;
Namun upaya Jepang untuk melakukan digitalisasi mungkin lebih mudah diucapkan daripada dilakukan.&#13;
&#13;
Banyak bisnis di Jepang masih memerlukan dokumen resmi untuk disahkan menggunakan stempel pribadi berukir yang disebut hanko, meskipun pemerintah telah berupaya untuk menghapusnya secara bertahap.&#13;
&#13;
Orang-orang menjauh dari stempel tersebut dengan sangat cepat, kata surat kabar lokal The Japan Times.&#13;
&#13;
Dan baru pada 2019 penyedia pager terakhir di negara tersebut menutup layanannya, dan pelanggan swasta terakhir menjelaskan bahwa itu adalah metode komunikasi pilihan bagi ibunya yang sudah lanjut usia.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
