<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rasio Kepemilikan Mobil di Indonesia Masih Rendah, 99 Unit Per 1.000 Penduduk</title><description>Dengan masih rendahnya rasio kepemilikan mobil di Indonesia, Menperin mendorong Jepang tingkatkan pengembangan mobil listrik. &#13;
</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/06/27/52/3026766/rasio-kepemilikan-mobil-di-indonesia-masih-rendah-99-unit-per-1-000-penduduk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2024/06/27/52/3026766/rasio-kepemilikan-mobil-di-indonesia-masih-rendah-99-unit-per-1-000-penduduk"/><item><title>Rasio Kepemilikan Mobil di Indonesia Masih Rendah, 99 Unit Per 1.000 Penduduk</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/06/27/52/3026766/rasio-kepemilikan-mobil-di-indonesia-masih-rendah-99-unit-per-1-000-penduduk</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2024/06/27/52/3026766/rasio-kepemilikan-mobil-di-indonesia-masih-rendah-99-unit-per-1-000-penduduk</guid><pubDate>Kamis 27 Juni 2024 14:10 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Fadli Ramadan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/27/52/3026766/mobil-ceO7_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rasio kepemilikan mobil di Indonesia masih rendah, 99 unit per 1.000 penduduk. (Ilustrasi/Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/27/52/3026766/mobil-ceO7_large.jpg</image><title>Rasio kepemilikan mobil di Indonesia masih rendah, 99 unit per 1.000 penduduk. (Ilustrasi/Ist)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, bertemu dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Ken Saito, di Tokyo. Dalam kunjungannya itu, Menperin ungkap rasio kepemilikan mobil di Indonesia masih sangat rendah.&#13;
&#13;
Salah satu isu dalam pertemuan itu adalah membahas kerja sama dalam bidang otomotif antara Jepang dan Indonesia. Menperin mendorong peningkatan kerja sama, terutama dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.&#13;
&#13;
Menperin juga memaparkan peluang besar kepada industri otomotif Jepang untuk berpartisipasi mengisi gap consumption per capita untuk produk otomotif. Menurutnya, ini sangat penting untuk meningkatkan status ekonomi Indonesia secara dunia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saat ini rasio kepemilikan kendaraan roda empat di Indonesia adalah 99 mobil/1.000 penduduk. Saya yakin dalam waktu tidak terlalu lama bisa didorong untuk mencapai 150/1000. Karenanya, saya mengharapkan produk mobil dari Jepang dapat mengisi gap tersebut,&amp;rdquo; kata Menperin, dalam keterangannya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain potensi rasio kepemilikan mobil, isu lain yang dibahas terkait transisi energi. Hal ini sebelumnya sudah didiskusikan &amp;nbsp;Presiden RI Joko Widodo dan Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida. Keduanya telah membahas proyek prioritas di bidang transisi energi dalam kerangka Asia Zero Emission Community (AZEC), pada Desember 2023 lalu di Jepang.&#13;
&#13;
Menperin juga mendorong penyelesaian perundingan substantif Protokol Perubahan Indonesia&amp;ndash;Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA). Saat ini, dalam kerangka IJEPA, kedua negara sudah menyelesaikan perundingan substantif Protokol Perubahan IJEPA.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menteri METI Ken Saito mengungkapkan, Indonesia merupakan basis penting bagi produksi dan ekspor otomotif Jepang. Investasi perusahaan otomotif Jepang di Indonesia diyakini bakal menjadi keuntungan bagi kedua negara.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami ingin meningkatkan kerja sama untuk memperkuat daya saing industri otomotif di Indonesia. Kami mendukung secepatnya diskusi mengenai isi kerja sama yang lebih detail di tingkat direktur jenderal,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Isu lainnya yang dibahas adalah mengenai kerja sama di bidang pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Untuk meningkatkan kompetensi di bidang industri, Menperin Agus memiliki gagasan pertukaran SDM antara Indonesia-Jepang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pelatihan SDM juga penting bagi pengembangan SDM generasi berikut. Untuk itu, perlu tindak lanjut untuk membahas rencana tersebut secara lebih detail,&amp;quot; ucap Agus.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, bertemu dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Ken Saito, di Tokyo. Dalam kunjungannya itu, Menperin ungkap rasio kepemilikan mobil di Indonesia masih sangat rendah.&#13;
&#13;
Salah satu isu dalam pertemuan itu adalah membahas kerja sama dalam bidang otomotif antara Jepang dan Indonesia. Menperin mendorong peningkatan kerja sama, terutama dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.&#13;
&#13;
Menperin juga memaparkan peluang besar kepada industri otomotif Jepang untuk berpartisipasi mengisi gap consumption per capita untuk produk otomotif. Menurutnya, ini sangat penting untuk meningkatkan status ekonomi Indonesia secara dunia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saat ini rasio kepemilikan kendaraan roda empat di Indonesia adalah 99 mobil/1.000 penduduk. Saya yakin dalam waktu tidak terlalu lama bisa didorong untuk mencapai 150/1000. Karenanya, saya mengharapkan produk mobil dari Jepang dapat mengisi gap tersebut,&amp;rdquo; kata Menperin, dalam keterangannya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain potensi rasio kepemilikan mobil, isu lain yang dibahas terkait transisi energi. Hal ini sebelumnya sudah didiskusikan &amp;nbsp;Presiden RI Joko Widodo dan Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida. Keduanya telah membahas proyek prioritas di bidang transisi energi dalam kerangka Asia Zero Emission Community (AZEC), pada Desember 2023 lalu di Jepang.&#13;
&#13;
Menperin juga mendorong penyelesaian perundingan substantif Protokol Perubahan Indonesia&amp;ndash;Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA). Saat ini, dalam kerangka IJEPA, kedua negara sudah menyelesaikan perundingan substantif Protokol Perubahan IJEPA.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menteri METI Ken Saito mengungkapkan, Indonesia merupakan basis penting bagi produksi dan ekspor otomotif Jepang. Investasi perusahaan otomotif Jepang di Indonesia diyakini bakal menjadi keuntungan bagi kedua negara.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami ingin meningkatkan kerja sama untuk memperkuat daya saing industri otomotif di Indonesia. Kami mendukung secepatnya diskusi mengenai isi kerja sama yang lebih detail di tingkat direktur jenderal,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Isu lainnya yang dibahas adalah mengenai kerja sama di bidang pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Untuk meningkatkan kompetensi di bidang industri, Menperin Agus memiliki gagasan pertukaran SDM antara Indonesia-Jepang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pelatihan SDM juga penting bagi pengembangan SDM generasi berikut. Untuk itu, perlu tindak lanjut untuk membahas rencana tersebut secara lebih detail,&amp;quot; ucap Agus.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
