<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mobil Listrik Buatan Indonesia Ditargetkan Bisa Diekspor ke 54 Negara</title><description>Pemerintah Indonesia menargetkan mobil listrik yang diproduksi di Tanah Air bisa diekspor ke 54 negara.
</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/06/21/52/3024384/mobil-listrik-buatan-indonesia-ditargetkan-bisa-diekspor-ke-54-negara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2024/06/21/52/3024384/mobil-listrik-buatan-indonesia-ditargetkan-bisa-diekspor-ke-54-negara"/><item><title>Mobil Listrik Buatan Indonesia Ditargetkan Bisa Diekspor ke 54 Negara</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/06/21/52/3024384/mobil-listrik-buatan-indonesia-ditargetkan-bisa-diekspor-ke-54-negara</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2024/06/21/52/3024384/mobil-listrik-buatan-indonesia-ditargetkan-bisa-diekspor-ke-54-negara</guid><pubDate>Sabtu 22 Juni 2024 10:42 WIB</pubDate><dc:creator>Erha Aprili Ramadhoni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/21/52/3024384/neta_v_ii_diproduksi_di_bekasi-BkXG_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemerintah targetkan dapat mengekspor mobil listrik yang diproduksi di Bekasi ke 54 negara. (Dok Neta Auto Indonesia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/21/52/3024384/neta_v_ii_diproduksi_di_bekasi-BkXG_large.jpg</image><title>Pemerintah targetkan dapat mengekspor mobil listrik yang diproduksi di Bekasi ke 54 negara. (Dok Neta Auto Indonesia)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Perindustrian (Menperin) Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita, melakukan kunjungan ke Beijing, China, pada 12 Juni 2024. Kedatangan Menperin &amp;nbsp;untuk berdiskusi perihal kesepakatan menjadikan Indonesia sebagai negara hub basis produksi ekspor mobil listrik.&amp;nbsp;

Menperin berdikusi dengan 4 perusahaan kendaraan listrik, termasuk Neta&amp;nbsp;Auto Overseas. Dalam diskusi itu disepakati soal kontribusi untuk memperluas pasar ekspor mobil listrik Indonesia.

Vice President of Neta Auto Indonesia, &amp;nbsp;Zhou Jiang, setuju akan hal ini. Pihaknya setuju dan mendukung untuk menjadikan Indonesia sebagai hub produksi electric vehicle (EV) setir kanan untuk pasar ekspor.&amp;nbsp;

&amp;quot;Tentunya, kami pun akan berkomitmen untuk memenuhi TKDN hingga 60% di akhir tahun 2026 sebagai upaya kami memenuhi program pemerintah Indonesia. Kami harap kesepakatan dan komitmen Neta ini akan memajukan industri mobil listrik Tanah Air,&amp;rdquo; kata Zhou Jiang dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (22/6/2024).&amp;nbsp;

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah Indonesia juga menetapkan target produksi kendaraan listrik pada 2030 mencapai 600 ribu unit.&amp;nbsp;

Pemerintah mengharapkan Neta, sebagai salah satu distributor mobil listrik Indonesia dapat berkontribusi meningkatkan produksi mobil listrik setir kanan dan memasarkannya hingga ke 54 negara.&amp;nbsp;

&amp;nbsp;



Sinkronisasi antara pemerintah serta peran para pelaku industri kendaraan listrik ini diharapkan mampu membuat pasar otomotif Tanah Air maju hingga ke pasar ASEAN dan mancanegara.

&amp;ldquo;Kami sangat mengapresiasi pemerintah khususnya Kementerian Perindustrian, yang telah mendukung Neta dalam proses pemanfaatan insentif sehingga Neta dapat meraih nilai TKDN sebesar 44 persen untuk produk baru kami yaitu Neta V-II. Ke depannya, kami berkomitmen untuk terus berupaya mengikuti rencana dan langkah kemajuan kendaraan mobil listrik,&amp;rdquo; tutut &amp;nbsp;Zhou Jiang.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Perindustrian (Menperin) Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita, melakukan kunjungan ke Beijing, China, pada 12 Juni 2024. Kedatangan Menperin &amp;nbsp;untuk berdiskusi perihal kesepakatan menjadikan Indonesia sebagai negara hub basis produksi ekspor mobil listrik.&amp;nbsp;

Menperin berdikusi dengan 4 perusahaan kendaraan listrik, termasuk Neta&amp;nbsp;Auto Overseas. Dalam diskusi itu disepakati soal kontribusi untuk memperluas pasar ekspor mobil listrik Indonesia.

Vice President of Neta Auto Indonesia, &amp;nbsp;Zhou Jiang, setuju akan hal ini. Pihaknya setuju dan mendukung untuk menjadikan Indonesia sebagai hub produksi electric vehicle (EV) setir kanan untuk pasar ekspor.&amp;nbsp;

&amp;quot;Tentunya, kami pun akan berkomitmen untuk memenuhi TKDN hingga 60% di akhir tahun 2026 sebagai upaya kami memenuhi program pemerintah Indonesia. Kami harap kesepakatan dan komitmen Neta ini akan memajukan industri mobil listrik Tanah Air,&amp;rdquo; kata Zhou Jiang dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (22/6/2024).&amp;nbsp;

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah Indonesia juga menetapkan target produksi kendaraan listrik pada 2030 mencapai 600 ribu unit.&amp;nbsp;

Pemerintah mengharapkan Neta, sebagai salah satu distributor mobil listrik Indonesia dapat berkontribusi meningkatkan produksi mobil listrik setir kanan dan memasarkannya hingga ke 54 negara.&amp;nbsp;

&amp;nbsp;



Sinkronisasi antara pemerintah serta peran para pelaku industri kendaraan listrik ini diharapkan mampu membuat pasar otomotif Tanah Air maju hingga ke pasar ASEAN dan mancanegara.

&amp;ldquo;Kami sangat mengapresiasi pemerintah khususnya Kementerian Perindustrian, yang telah mendukung Neta dalam proses pemanfaatan insentif sehingga Neta dapat meraih nilai TKDN sebesar 44 persen untuk produk baru kami yaitu Neta V-II. Ke depannya, kami berkomitmen untuk terus berupaya mengikuti rencana dan langkah kemajuan kendaraan mobil listrik,&amp;rdquo; tutut &amp;nbsp;Zhou Jiang.
</content:encoded></item></channel></rss>
