<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kenapa Tak Ada Palisade Listrik? Ini Penjelasannya</title><description>Mobil bensin dengan listrik memiliki platform berbeda. 
</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/06/18/52/3022865/kenapa-tak-ada-palisade-listrik-ini-penjelasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2024/06/18/52/3022865/kenapa-tak-ada-palisade-listrik-ini-penjelasannya"/><item><title>Kenapa Tak Ada Palisade Listrik? Ini Penjelasannya</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/06/18/52/3022865/kenapa-tak-ada-palisade-listrik-ini-penjelasannya</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2024/06/18/52/3022865/kenapa-tak-ada-palisade-listrik-ini-penjelasannya</guid><pubDate>Selasa 18 Juni 2024 19:42 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Fadli Ramadan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/18/52/3022865/hyundai_palisade_xrt-3eE0_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hyundai Palisade XRT (Okezone/Erha A Ramadhoni)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/18/52/3022865/hyundai_palisade_xrt-3eE0_large.jpg</image><title>Hyundai Palisade XRT (Okezone/Erha A Ramadhoni)</title></images><description>JAKARTA - PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) merupakan salah satu brand yang fokus pada mobil listrik di Tanah Air. Namun, mereka masih menjual mobil dengan mesin pembakaran internal (ICE). Sehingga muncul pertanyaan apakah mobil bermesin bensin bisa diubah menjadi kendaraan listrik.

Chief Operating Officer (COO) PT HMID, Fransiscus Soerjopranoto, mengatakan hal tersebut tidak akan pernah terjadi. Itu karena antara mobil ICE dan mobil listrik berbeda, mulai dari tahap pengembangan sampai menjadi sebuah kendaraan.

&amp;quot;Mungkin begini, di pasar ada Yaris Hybrid, Corolla Hybrid, lho kok gak ada Palisade EV atau Yaris EV. Kalau di otomotif itu jalurnya atau kiblatnya itu beda, antara EV dengan combustion. Sehingga masing-masing engineer-nya itu, pembuatnya, punya pride, punya kebanggaan sendiri,&amp;quot; kata Frans saat kunjungan iNews Tower, belum lama ini.

Ia mengungkapkan, hal tersebut juga yang membuat nama-nama mobil listrik sangat unik. Mengingat kendaraan tersebut dibuat sesuai dengan hasil pemikiran dan imajinasi dari desainer mobil listrik tersebut.

&amp;quot;Sehingga mereka menciptakan nama-nama model sesuai dengan apa yang ada dalam konsep pemikirannya dia. Makanya jalurnya desainnya pun berbeda sekali, bukan cuma mesinnya, tapi tampilannya pun berbeda. Kalau hybrid kan masih berbasis mesin pembakaran,&amp;quot; ujarnya.

&amp;nbsp;



&amp;quot;Makanya nama-nama (mobil listrik) itu asing, karena konsumennya berbeda. Makanya ada nama mobil listrik Ioniq, apasih artinya? Atau bZ4X itu apa sih? Saya saja tidak terbayang kenapa namanya bZ4X,&amp;quot; lanjutnya.

Frans juga mengatakan engineer mobil listrik didominasi oleh anak-anak muda karena sudah tidak berurusan dengan permesinan lagi. Untuk itu, mobil listrik yang saat ini beredar memiliki desain dan tampilan yang menarik serta unik agar menjadi pusat perhatian calon konsumen.

&amp;quot;Dari mesin yang sekian ratus ribu komponen sekarang menjadi puluhan ribu komponen, sehingga beralih ke tampilan. Sekarang seperti iPad pindah ke mobil, bahkan di GIIAS nanti bisa kita lihat itu di dasbor layar full dari kiri ke kanan. Memang teknologinya sekarang sudah mengarah seperti itu,&amp;quot; tuturnya.

Namun untuk mobil hybrid, dikatakan Frans masih bisa mengusung nama yang sama. Pasalnya, mobil tersebut masih mengandalkan mesin pembakaran sebaga sumber daya utama, dengan menggabungkan motor listrik dan baterai agar lebih efisien BBM dan rendah emisi.

&amp;quot;Itu sebabnya namanya tidak pernah ada Yaris EV. Kalau Avanza Hybrid, Xpander Hybrid, itu sangat mungkin, karena masih ada combustion yang di attach baterai yang dibesarkan. Kalau ini kan sepenuhnya gak ada mesinnya, full listrik. Platformnya juga sepenuhnya berbeda, jadi semuanya sudah beda jalur,&amp;quot; ungkapnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) merupakan salah satu brand yang fokus pada mobil listrik di Tanah Air. Namun, mereka masih menjual mobil dengan mesin pembakaran internal (ICE). Sehingga muncul pertanyaan apakah mobil bermesin bensin bisa diubah menjadi kendaraan listrik.

Chief Operating Officer (COO) PT HMID, Fransiscus Soerjopranoto, mengatakan hal tersebut tidak akan pernah terjadi. Itu karena antara mobil ICE dan mobil listrik berbeda, mulai dari tahap pengembangan sampai menjadi sebuah kendaraan.

&amp;quot;Mungkin begini, di pasar ada Yaris Hybrid, Corolla Hybrid, lho kok gak ada Palisade EV atau Yaris EV. Kalau di otomotif itu jalurnya atau kiblatnya itu beda, antara EV dengan combustion. Sehingga masing-masing engineer-nya itu, pembuatnya, punya pride, punya kebanggaan sendiri,&amp;quot; kata Frans saat kunjungan iNews Tower, belum lama ini.

Ia mengungkapkan, hal tersebut juga yang membuat nama-nama mobil listrik sangat unik. Mengingat kendaraan tersebut dibuat sesuai dengan hasil pemikiran dan imajinasi dari desainer mobil listrik tersebut.

&amp;quot;Sehingga mereka menciptakan nama-nama model sesuai dengan apa yang ada dalam konsep pemikirannya dia. Makanya jalurnya desainnya pun berbeda sekali, bukan cuma mesinnya, tapi tampilannya pun berbeda. Kalau hybrid kan masih berbasis mesin pembakaran,&amp;quot; ujarnya.

&amp;nbsp;



&amp;quot;Makanya nama-nama (mobil listrik) itu asing, karena konsumennya berbeda. Makanya ada nama mobil listrik Ioniq, apasih artinya? Atau bZ4X itu apa sih? Saya saja tidak terbayang kenapa namanya bZ4X,&amp;quot; lanjutnya.

Frans juga mengatakan engineer mobil listrik didominasi oleh anak-anak muda karena sudah tidak berurusan dengan permesinan lagi. Untuk itu, mobil listrik yang saat ini beredar memiliki desain dan tampilan yang menarik serta unik agar menjadi pusat perhatian calon konsumen.

&amp;quot;Dari mesin yang sekian ratus ribu komponen sekarang menjadi puluhan ribu komponen, sehingga beralih ke tampilan. Sekarang seperti iPad pindah ke mobil, bahkan di GIIAS nanti bisa kita lihat itu di dasbor layar full dari kiri ke kanan. Memang teknologinya sekarang sudah mengarah seperti itu,&amp;quot; tuturnya.

Namun untuk mobil hybrid, dikatakan Frans masih bisa mengusung nama yang sama. Pasalnya, mobil tersebut masih mengandalkan mesin pembakaran sebaga sumber daya utama, dengan menggabungkan motor listrik dan baterai agar lebih efisien BBM dan rendah emisi.

&amp;quot;Itu sebabnya namanya tidak pernah ada Yaris EV. Kalau Avanza Hybrid, Xpander Hybrid, itu sangat mungkin, karena masih ada combustion yang di attach baterai yang dibesarkan. Kalau ini kan sepenuhnya gak ada mesinnya, full listrik. Platformnya juga sepenuhnya berbeda, jadi semuanya sudah beda jalur,&amp;quot; ungkapnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
