<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bangun Pabrik, Hyundai Buka Peluang Pasok Baterai ke Brand Lain </title><description>Hyundai tak menutup kemungkinan untuk memasok baterai mobil listrik ke brand lainnya. &#13;
</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/06/13/52/3021149/bangun-pabrik-hyundai-buka-peluang-pasok-baterai-ke-brand-lain</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2024/06/13/52/3021149/bangun-pabrik-hyundai-buka-peluang-pasok-baterai-ke-brand-lain"/><item><title>Bangun Pabrik, Hyundai Buka Peluang Pasok Baterai ke Brand Lain </title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/06/13/52/3021149/bangun-pabrik-hyundai-buka-peluang-pasok-baterai-ke-brand-lain</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2024/06/13/52/3021149/bangun-pabrik-hyundai-buka-peluang-pasok-baterai-ke-brand-lain</guid><pubDate>Kamis 13 Juni 2024 16:37 WIB</pubDate><dc:creator>Erha Aprili Ramadhoni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/13/52/3021149/hyundai-Jg7z_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bangun pabrik, Hyundai buka peluang pasok baterai ke brand lain. (Ilustrasi/Hyundai Motors Indonesia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/13/52/3021149/hyundai-Jg7z_large.jpg</image><title>Bangun pabrik, Hyundai buka peluang pasok baterai ke brand lain. (Ilustrasi/Hyundai Motors Indonesia)</title></images><description>JAKARTA - Hyundai tengah membangun pabrik baterai di Karawang, Jawa Barat. Hyundai tak menutup kemungkinan untuk memasok baterai mobil listrik ke brand lainnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hal itu sebagaimana diungkapkan Chief Operating Officer (COO) PT Hyundai Motors Indonesia (HMID), Fransiscus Soerjopranoto, saat kunjungan ke kantor redaksi di iNews Tower, Jakarta, Kamis (13/6/2024).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau kapasitasnya memadai, teman-teman di (industri) otomotif mau memanfaatkan pabrik baterai ini kita enggak menutup kemungkinan. Jadi ada beberapa pemain yang sudah bertanya &amp;#39;apakah kalau kita cocok dan pakai baterainya di Indonesia boleh?&amp;#39;, Jawabannya boleh,&amp;quot; katanya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Diketahui, pabrik yang dibangun di Karawang tersebut merupakan kerja sama antara Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
Hyundai kunjungan ke iNews Tower. (MPI/Fadli Ramadhan)&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, pihaknya total berinvestasi sebesar USD 3 miliar untuk membangun pabrik perakitan dan baterai.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Nilai investasi sebesar USD 3 miliar itu secara total, jadi USD 1,5 miliar pabrik perakitan. Kemudian USD 1,1 miliar plus USD 60 juta itu pabrik baterai,&amp;quot; tutur Soerjo.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, kapasitas produksi pabrik tersebut mencapai 150 ribu hingga maksimal 250 ribu.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Soerjo mengatakan, dengan adanya pabrik baterai mobil listrik di Karawang, nantinya bisa mengekspor baterai ke negara-negara lain.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan hadirnya baterai mobil listrik di karawang, kita bisa pastikan semua mobil listrik yang ada di negara-negara ASEAN itu sumbernya ada di Indonesia dan kita bisa ekspor keluar,&amp;quot; tutur Soerjo.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dengan hal ini, impian pemerintah agar Indonesia bisa menjadi hub untuk mengirim keluar baterai listrik bisa terwujud.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi apa yang dicita-citakan Kemenperin bahwa Indonesia menjadi hub untuk ekspor ke negara-negara lain akan segera terwujud,&amp;quot; ujarnya.&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Hyundai tengah membangun pabrik baterai di Karawang, Jawa Barat. Hyundai tak menutup kemungkinan untuk memasok baterai mobil listrik ke brand lainnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hal itu sebagaimana diungkapkan Chief Operating Officer (COO) PT Hyundai Motors Indonesia (HMID), Fransiscus Soerjopranoto, saat kunjungan ke kantor redaksi di iNews Tower, Jakarta, Kamis (13/6/2024).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau kapasitasnya memadai, teman-teman di (industri) otomotif mau memanfaatkan pabrik baterai ini kita enggak menutup kemungkinan. Jadi ada beberapa pemain yang sudah bertanya &amp;#39;apakah kalau kita cocok dan pakai baterainya di Indonesia boleh?&amp;#39;, Jawabannya boleh,&amp;quot; katanya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Diketahui, pabrik yang dibangun di Karawang tersebut merupakan kerja sama antara Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
Hyundai kunjungan ke iNews Tower. (MPI/Fadli Ramadhan)&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, pihaknya total berinvestasi sebesar USD 3 miliar untuk membangun pabrik perakitan dan baterai.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Nilai investasi sebesar USD 3 miliar itu secara total, jadi USD 1,5 miliar pabrik perakitan. Kemudian USD 1,1 miliar plus USD 60 juta itu pabrik baterai,&amp;quot; tutur Soerjo.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, kapasitas produksi pabrik tersebut mencapai 150 ribu hingga maksimal 250 ribu.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Soerjo mengatakan, dengan adanya pabrik baterai mobil listrik di Karawang, nantinya bisa mengekspor baterai ke negara-negara lain.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan hadirnya baterai mobil listrik di karawang, kita bisa pastikan semua mobil listrik yang ada di negara-negara ASEAN itu sumbernya ada di Indonesia dan kita bisa ekspor keluar,&amp;quot; tutur Soerjo.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dengan hal ini, impian pemerintah agar Indonesia bisa menjadi hub untuk mengirim keluar baterai listrik bisa terwujud.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi apa yang dicita-citakan Kemenperin bahwa Indonesia menjadi hub untuk ekspor ke negara-negara lain akan segera terwujud,&amp;quot; ujarnya.&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
