<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kenapa PO Bus yang Bangkrut Susah untuk Bangkit dan Berjaya Lagi</title><description>Seringkali kita mendengar beberapa perusahaan otobus (PO) yang sempat berjaya pada masanya, dan sekarang sudah tidak aktif.&#13;
</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/06/07/52/3018674/kenapa-po-bus-yang-bangkrut-susah-untuk-bangkit-dan-berjaya-lagi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2024/06/07/52/3018674/kenapa-po-bus-yang-bangkrut-susah-untuk-bangkit-dan-berjaya-lagi"/><item><title>Kenapa PO Bus yang Bangkrut Susah untuk Bangkit dan Berjaya Lagi</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/06/07/52/3018674/kenapa-po-bus-yang-bangkrut-susah-untuk-bangkit-dan-berjaya-lagi</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2024/06/07/52/3018674/kenapa-po-bus-yang-bangkrut-susah-untuk-bangkit-dan-berjaya-lagi</guid><pubDate>Jum'at 07 Juni 2024 17:13 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdinando Tamaro</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/07/52/3018674/po_bus-O9wy_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepana PO bus yang bangkrut susah bangkit lagi? (Ilustrasi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/07/52/3018674/po_bus-O9wy_large.jpg</image><title>Kepana PO bus yang bangkrut susah bangkit lagi? (Ilustrasi)</title></images><description>JAKARTA - Setiap perusahaan pasti memiliki masa kejayaannya. Namun, masa kejayaan yang pernah ada, apakah masih bisa diulang?&#13;
&#13;
Mungkin seringkali kita mendengar beberapa perusahaan otobus (PO) yang sempat berjaya pada masanya, dan sekarang sudah tidak aktif kembali. Beberapa PO bus yang sudah tidak berjaya lagi susah untuk bangkit.&#13;
&#13;
Ada beberapa faktor mengapa PO Bus bangkrut. Berikut poin-poin mengapa PO bus bisa bangkrut dan tidak berjaya lagi, sebagaimana dihimpun Okezone, Jumat (7/6/2024) : &amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Persaingan yang dinamis&#13;
&#13;
Persaingan kerap terjadi dalam perusahaan di bidang apapun. Untuk PO Bus, intensitas persaingannya tinggi karena setiap daerah memiliki persaingan bus yang berbeda. PO bus ada yang bersaing dari segi kualitas, harga, hingga kenyamanan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
2. Kepercayaan Konsumen&#13;
&#13;
Untuk faktor ini, menjadi kunci dasar dalam membangun sebuah PO. Karena kepercayaan terhadap sesuatu tidak bisa dibeli ataupun disepelekan begitu saja. Ketika konsumen sudah terikat dengan kita dan memiliki sikap percaya, ini sikap yang harus dijaga dan dipertahankan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
3. Modal Terbatas&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Butuh modal yang cukup besar untuk mengelola perusahaan. Ini membuat perusahaan harus memiliki modal yang cukup untuk menaungi PO bus. Dikarenakan modal yang diperlukan untuk gaji sopir bus hingga perawatan unit bus menjadi salah satu faktor pentingnya modal dalam usaha ini.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
4. Tidak Ada inovasi&#13;
&#13;
Bangkit dari keterpurukan harus memiliki inovasi baru, inovasi baru yang mengarah ke faktor yang sudah ada dalam PO Bus tersebut. Sebagai contoh, perubahan armada yang lebih nyaman, perubahan rute. Ini akan lahir ketika PO bus sudah mengalami tahap pembelajaran dari kegagalan yang sudah dijalankan.&#13;
&#13;
Itulah faktor-faktor mengapa PO Bus bangkrut dan tidak bisa bertahan sampai masa kini. PO pun sulit bangkit dari keterpurukan.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Setiap perusahaan pasti memiliki masa kejayaannya. Namun, masa kejayaan yang pernah ada, apakah masih bisa diulang?&#13;
&#13;
Mungkin seringkali kita mendengar beberapa perusahaan otobus (PO) yang sempat berjaya pada masanya, dan sekarang sudah tidak aktif kembali. Beberapa PO bus yang sudah tidak berjaya lagi susah untuk bangkit.&#13;
&#13;
Ada beberapa faktor mengapa PO Bus bangkrut. Berikut poin-poin mengapa PO bus bisa bangkrut dan tidak berjaya lagi, sebagaimana dihimpun Okezone, Jumat (7/6/2024) : &amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Persaingan yang dinamis&#13;
&#13;
Persaingan kerap terjadi dalam perusahaan di bidang apapun. Untuk PO Bus, intensitas persaingannya tinggi karena setiap daerah memiliki persaingan bus yang berbeda. PO bus ada yang bersaing dari segi kualitas, harga, hingga kenyamanan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
2. Kepercayaan Konsumen&#13;
&#13;
Untuk faktor ini, menjadi kunci dasar dalam membangun sebuah PO. Karena kepercayaan terhadap sesuatu tidak bisa dibeli ataupun disepelekan begitu saja. Ketika konsumen sudah terikat dengan kita dan memiliki sikap percaya, ini sikap yang harus dijaga dan dipertahankan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
3. Modal Terbatas&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Butuh modal yang cukup besar untuk mengelola perusahaan. Ini membuat perusahaan harus memiliki modal yang cukup untuk menaungi PO bus. Dikarenakan modal yang diperlukan untuk gaji sopir bus hingga perawatan unit bus menjadi salah satu faktor pentingnya modal dalam usaha ini.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
4. Tidak Ada inovasi&#13;
&#13;
Bangkit dari keterpurukan harus memiliki inovasi baru, inovasi baru yang mengarah ke faktor yang sudah ada dalam PO Bus tersebut. Sebagai contoh, perubahan armada yang lebih nyaman, perubahan rute. Ini akan lahir ketika PO bus sudah mengalami tahap pembelajaran dari kegagalan yang sudah dijalankan.&#13;
&#13;
Itulah faktor-faktor mengapa PO Bus bangkrut dan tidak bisa bertahan sampai masa kini. PO pun sulit bangkit dari keterpurukan.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
