<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Suzuki Juga Terseret Skandal, Spesifikasi Pengereman Dipalsukan</title><description>Suzuki terjerat skandal pemalsuan sertifikasi pengujian pengereman.&#13;
</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/06/06/52/3018071/suzuki-juga-terseret-skandal-spesifikasi-pengereman-dipalsukan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2024/06/06/52/3018071/suzuki-juga-terseret-skandal-spesifikasi-pengereman-dipalsukan"/><item><title>Suzuki Juga Terseret Skandal, Spesifikasi Pengereman Dipalsukan</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/06/06/52/3018071/suzuki-juga-terseret-skandal-spesifikasi-pengereman-dipalsukan</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2024/06/06/52/3018071/suzuki-juga-terseret-skandal-spesifikasi-pengereman-dipalsukan</guid><pubDate>Kamis 06 Juni 2024 12:47 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Fadli Ramadan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/06/52/3018071/suzuki-uJvh_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Suzuki juga terseret skandal, spesifikasi pengereman dipalsukan.  </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/06/52/3018071/suzuki-uJvh_large.jpg</image><title>Suzuki juga terseret skandal, spesifikasi pengereman dipalsukan.  </title></images><description>JAKARTA - Suzuki Motor Corporation ikut terjerat skandal yang berdampak pada sejumlah model kendaraan yang dipasarkannya. Hal ini menyebabkan produsen asal Jepang itu melakukan penarikan kembali atau recall terhadap sebanyak 2 juta unit kendaraan yang beredar di negara asalnya.&#13;
&#13;
Setelah ditemukan skandal pemalsuan sertifikasi di grup Toyota, pemerintah Jepang meminta Suzuki untuk melakukan penyelidikan. Suzuki menemukan ada satu kasus yang terjadi pada 2014. Kasus tersebut adalah sertifikasi pengujian pengereman dipalsukan.&#13;
&#13;
Dalam siaran persnya, Suzuki menyebutkan bahwa mobil yang terlibat dalam pemalsuan itu adalah Alto Cargo. Temuan Suzuki adalah jarak pengereman dipalsukan yang mana lebih pendek dalam pengujian sebenarnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dalam Catatan Uji dan Hasil Sistem Pengereman Truk dan Bus yang diserahkan pada saat pengajuan tipe Alto(non-ABS) pada bulan September 2014, penghentian jarak dalam fade test tercatat lebih pendek dari jarak berhenti yang diukur dalam pengujian sebenarnya,&amp;quot; demikian pernyataan Suzuki dalam siaran pers.&#13;
&#13;
Dalam uji sertifikasi internal, ditemukan tekanan rem lemah, jauh di bawah nilai yang ditentukan. Hal ini menghasilkan jarak berhenti yang tidak memenuhi persyaratan hukum.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun, disebutkan, tidak ada waktu untuk melakukan pengujian ulang sebelum batas waktu penyampaian laporan hasil tes tersebut. Suzuki yakin bahwa seseorang yang terlibat dalam pengujian menulis jarak pengereman tidak sesuai dengan hasil pengujian.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat ini, pengujian sertifikasi internal dilakukan oleh departemen sertifikasi hukum, yang merupakan organisasi independen dari departemen desain dan pengembangan, dan hasil pengujian serta laporan ditinjau di hadapan departemen tersebut, untuk mencegah tindakan penipuan,&amp;quot; lanjut Suzuki.&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Suzuki Motor Corporation ikut terjerat skandal yang berdampak pada sejumlah model kendaraan yang dipasarkannya. Hal ini menyebabkan produsen asal Jepang itu melakukan penarikan kembali atau recall terhadap sebanyak 2 juta unit kendaraan yang beredar di negara asalnya.&#13;
&#13;
Setelah ditemukan skandal pemalsuan sertifikasi di grup Toyota, pemerintah Jepang meminta Suzuki untuk melakukan penyelidikan. Suzuki menemukan ada satu kasus yang terjadi pada 2014. Kasus tersebut adalah sertifikasi pengujian pengereman dipalsukan.&#13;
&#13;
Dalam siaran persnya, Suzuki menyebutkan bahwa mobil yang terlibat dalam pemalsuan itu adalah Alto Cargo. Temuan Suzuki adalah jarak pengereman dipalsukan yang mana lebih pendek dalam pengujian sebenarnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dalam Catatan Uji dan Hasil Sistem Pengereman Truk dan Bus yang diserahkan pada saat pengajuan tipe Alto(non-ABS) pada bulan September 2014, penghentian jarak dalam fade test tercatat lebih pendek dari jarak berhenti yang diukur dalam pengujian sebenarnya,&amp;quot; demikian pernyataan Suzuki dalam siaran pers.&#13;
&#13;
Dalam uji sertifikasi internal, ditemukan tekanan rem lemah, jauh di bawah nilai yang ditentukan. Hal ini menghasilkan jarak berhenti yang tidak memenuhi persyaratan hukum.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun, disebutkan, tidak ada waktu untuk melakukan pengujian ulang sebelum batas waktu penyampaian laporan hasil tes tersebut. Suzuki yakin bahwa seseorang yang terlibat dalam pengujian menulis jarak pengereman tidak sesuai dengan hasil pengujian.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat ini, pengujian sertifikasi internal dilakukan oleh departemen sertifikasi hukum, yang merupakan organisasi independen dari departemen desain dan pengembangan, dan hasil pengujian serta laporan ditinjau di hadapan departemen tersebut, untuk mencegah tindakan penipuan,&amp;quot; lanjut Suzuki.&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
