<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kenapa Banyak Brand China Ramaikan Industri Otomotif Indonesia?</title><description>Banyak brand asal China meramaikan industri otomotif Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/05/09/52/3006457/kenapa-banyak-brand-china-ramaikan-industri-otomotif-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2024/05/09/52/3006457/kenapa-banyak-brand-china-ramaikan-industri-otomotif-indonesia"/><item><title>Kenapa Banyak Brand China Ramaikan Industri Otomotif Indonesia?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/05/09/52/3006457/kenapa-banyak-brand-china-ramaikan-industri-otomotif-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2024/05/09/52/3006457/kenapa-banyak-brand-china-ramaikan-industri-otomotif-indonesia</guid><pubDate>Kamis 09 Mei 2024 17:24 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Fadli Ramadan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/09/52/3006457/kenapa-banyak-brand-china-ramaikan-industri-otomotif-indonesia-6E5L1ESiT7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kenapa banyak brand China ramaikan industri otomotif Indonesia? (Ilustrasi/Wuling Motors)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/09/52/3006457/kenapa-banyak-brand-china-ramaikan-industri-otomotif-indonesia-6E5L1ESiT7.jpg</image><title>Kenapa banyak brand China ramaikan industri otomotif Indonesia? (Ilustrasi/Wuling Motors)</title></images><description>




JAKARTA &amp;ndash; Banyak brand asal China meramaikan industri otomotif Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Sebagian besar menawarkan mobil listrik dengan harga terjangkau.

Ketua Umum Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) Yohannes Nangoi mengatakan kehadiran merek China tak lepas dari karakteristik Indonesia. Sebagai negara berkembang dan fokus pada kendaraan listrik, Indonesia dianggap pasar yang bagus.

&amp;ldquo;Indonesia merupakan salah satu pusat ekonomi besar di Asia Tenggara, dengan kaum muda mendominasi mayoritas dari 275 juta penduduknya. Indonesia menjadi pasar mobil yang sangat potensial dan dinamis, sehingga sangat menarik bagi para produsen kendaraan bermotor global,&amp;rdquo; kata Nangoi di Jakarta Pusat, belum lama ini.

Namun, Nangoi memastikan hal tersebut bukan hal yang negatif, melainkan bagus bagi industri otomotif Indonesia. Banyaknya produsen yang bersaing akan menghasilkan produk yang lebih berkualitas dan harga yang terjangkau.








BACA JUGA:
AS-China Tegang Gara-Gara Mobil Listrik, Pendiri Nio Singgung Hal Ini










Bahkan, produsen asal China mulai serius dalam meramaikan persaingan industri otomotif di Indonesia. Sejumlah brand asal negeri Tirai Bambu itu sudah melakukan investasi dan akan membangun pabrik di Tanah Air.







BACA JUGA:
Pesanan Mobil Listrik SU7 Tembus 70 Ribu Unit, Xiaomi Fokus di China











&amp;ldquo;Saat ini produsen mobil global, khususnya dari Tiongkok, terus bidik pasar Indonesia, dan mereka semangat berinvestasi guna membangun pabrik dan infrastrukturnya di Tanah Air. Bagi Gaikindo ini tentu menjadi hal yang sangat positif bagi perkembangan industri otomotif Indonesia,&amp;rdquo; ujar Nangoi.

Kehadiran brand asal China juga diharapkan dapat mengeluarkan Indonesia dari jebakan penjualan 1 juta unit mobil setiap tahunnya. Terlebih, pada kuartal pertama tahun 2024 penjualan mobil alami penurunan.







BACA JUGA:
Produsen China Bikin Baterai LFP dengan Jarak Tempuh Lebih dari 1.000 Km









Nangoi mengungkapkan penurunan itu terjadi karena berbagai faktor, salah satunya adalah Pemilu 2024 yang membuat masyarakat menahan diri. Selain itu, suku buka yang alami kenaikan juga menjadi penyebab utama.



&amp;ldquo;Industri otomotif kuartal pertama turun 22 persen, karena memang beberapa poin. Seperti bahan baku yang naik, adanya pengaruh agenda politik yang begitu besar dan saya melihat ada peraturan baru yang ketat sehingga penjualan terganggu,&amp;rdquo; ungkapnya.

</description><content:encoded>




JAKARTA &amp;ndash; Banyak brand asal China meramaikan industri otomotif Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Sebagian besar menawarkan mobil listrik dengan harga terjangkau.

Ketua Umum Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) Yohannes Nangoi mengatakan kehadiran merek China tak lepas dari karakteristik Indonesia. Sebagai negara berkembang dan fokus pada kendaraan listrik, Indonesia dianggap pasar yang bagus.

&amp;ldquo;Indonesia merupakan salah satu pusat ekonomi besar di Asia Tenggara, dengan kaum muda mendominasi mayoritas dari 275 juta penduduknya. Indonesia menjadi pasar mobil yang sangat potensial dan dinamis, sehingga sangat menarik bagi para produsen kendaraan bermotor global,&amp;rdquo; kata Nangoi di Jakarta Pusat, belum lama ini.

Namun, Nangoi memastikan hal tersebut bukan hal yang negatif, melainkan bagus bagi industri otomotif Indonesia. Banyaknya produsen yang bersaing akan menghasilkan produk yang lebih berkualitas dan harga yang terjangkau.








BACA JUGA:
AS-China Tegang Gara-Gara Mobil Listrik, Pendiri Nio Singgung Hal Ini










Bahkan, produsen asal China mulai serius dalam meramaikan persaingan industri otomotif di Indonesia. Sejumlah brand asal negeri Tirai Bambu itu sudah melakukan investasi dan akan membangun pabrik di Tanah Air.







BACA JUGA:
Pesanan Mobil Listrik SU7 Tembus 70 Ribu Unit, Xiaomi Fokus di China











&amp;ldquo;Saat ini produsen mobil global, khususnya dari Tiongkok, terus bidik pasar Indonesia, dan mereka semangat berinvestasi guna membangun pabrik dan infrastrukturnya di Tanah Air. Bagi Gaikindo ini tentu menjadi hal yang sangat positif bagi perkembangan industri otomotif Indonesia,&amp;rdquo; ujar Nangoi.

Kehadiran brand asal China juga diharapkan dapat mengeluarkan Indonesia dari jebakan penjualan 1 juta unit mobil setiap tahunnya. Terlebih, pada kuartal pertama tahun 2024 penjualan mobil alami penurunan.







BACA JUGA:
Produsen China Bikin Baterai LFP dengan Jarak Tempuh Lebih dari 1.000 Km









Nangoi mengungkapkan penurunan itu terjadi karena berbagai faktor, salah satunya adalah Pemilu 2024 yang membuat masyarakat menahan diri. Selain itu, suku buka yang alami kenaikan juga menjadi penyebab utama.



&amp;ldquo;Industri otomotif kuartal pertama turun 22 persen, karena memang beberapa poin. Seperti bahan baku yang naik, adanya pengaruh agenda politik yang begitu besar dan saya melihat ada peraturan baru yang ketat sehingga penjualan terganggu,&amp;rdquo; ungkapnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
