<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Meta Tutup Layanan Threads di Turki, Ada Apa? </title><description>Layanan Meta lainnya seperti Facebook dan Instagram di Turki tidak terdampak penutupan ini.&#13;
</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/04/16/54/2996590/meta-tutup-layanan-threads-di-turki-ada-apa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2024/04/16/54/2996590/meta-tutup-layanan-threads-di-turki-ada-apa"/><item><title>Meta Tutup Layanan Threads di Turki, Ada Apa? </title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/04/16/54/2996590/meta-tutup-layanan-threads-di-turki-ada-apa</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2024/04/16/54/2996590/meta-tutup-layanan-threads-di-turki-ada-apa</guid><pubDate>Selasa 16 April 2024 15:50 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/16/54/2996590/threads-dLZ4_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Threads. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/16/54/2996590/threads-dLZ4_large.jpg</image><title>Threads. (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Pemilik Facebook, Meta, mengatakan pada Senin, (15/4/2024) bahwa pihaknya akan &amp;ldquo;sementara&amp;rdquo; menutup layanan pesan singkat Threads di Turki setelah ada perintah dari pengawas kompetisi Ankara mengenai pembagian data.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Keputusan sementara dari Otoritas Persaingan Turki (TCA) &amp;ldquo;tidak berdampak&amp;rdquo; pada layanan Meta lainnya seperti Facebook, Instagram dan WhatsApp di Turki, kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan yang diposting di situs webnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami tidak setuju dengan perintah sementara tersebut, kami yakin kami mematuhi semua persyaratan hukum Turki, dan kami akan mengajukan banding,&amp;rdquo; kata Meta sebagaimana dilansir Techxplore. Meski begitu, perusahaan tersebut mengatakan bahwa pihaknya &amp;ldquo;tidak punya pilihan selain menutup sementara Threads&amp;rdquo; di Turki.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Meta meluncurkan Threads tahun lalu sebagai pesaing X (sebelumnya Twitter), dan bosnya Mark Zuckerberg mengatakan pada Februari bahwa layanan tersebut memiliki 130 juta pengguna bulanan di seluruh dunia.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Threads&amp;nbsp;tersedia di Turki sejak awal, sementara pengguna di Uni Eropa harus menunggu berbulan-bulan hingga Meta menghasilkan versi yang disesuaikan dengan undang-undang perlindungan data dan persaingan yang ketat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dalam temuannya pada Maret, TCA mengatakan bahwa kombinasi data pengguna Meta dari Instagram dengan profil Threads orang-orang &amp;quot;akan menyebabkan kerugian yang tidak dapat diperbaiki&amp;quot;.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Mengingat basis pengguna, pengumpulan data, dan sumber daya keuangannya yang luas, &amp;ldquo;Praktik Meta di pasar merupakan penghalang masuk&amp;rdquo; bagi calon pesaing, tambah otoritas tersebut.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Meta mengatakan akan memungkinkan pengguna Threads yang sudah ada untuk menghapus atau menonaktifkan profil mereka sebelum batas waktu 29 April, dengan kemungkinan untuk mengaktifkannya kembali jika keputusan tersebut dibatalkan.&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Pemilik Facebook, Meta, mengatakan pada Senin, (15/4/2024) bahwa pihaknya akan &amp;ldquo;sementara&amp;rdquo; menutup layanan pesan singkat Threads di Turki setelah ada perintah dari pengawas kompetisi Ankara mengenai pembagian data.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Keputusan sementara dari Otoritas Persaingan Turki (TCA) &amp;ldquo;tidak berdampak&amp;rdquo; pada layanan Meta lainnya seperti Facebook, Instagram dan WhatsApp di Turki, kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan yang diposting di situs webnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami tidak setuju dengan perintah sementara tersebut, kami yakin kami mematuhi semua persyaratan hukum Turki, dan kami akan mengajukan banding,&amp;rdquo; kata Meta sebagaimana dilansir Techxplore. Meski begitu, perusahaan tersebut mengatakan bahwa pihaknya &amp;ldquo;tidak punya pilihan selain menutup sementara Threads&amp;rdquo; di Turki.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Meta meluncurkan Threads tahun lalu sebagai pesaing X (sebelumnya Twitter), dan bosnya Mark Zuckerberg mengatakan pada Februari bahwa layanan tersebut memiliki 130 juta pengguna bulanan di seluruh dunia.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Threads&amp;nbsp;tersedia di Turki sejak awal, sementara pengguna di Uni Eropa harus menunggu berbulan-bulan hingga Meta menghasilkan versi yang disesuaikan dengan undang-undang perlindungan data dan persaingan yang ketat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dalam temuannya pada Maret, TCA mengatakan bahwa kombinasi data pengguna Meta dari Instagram dengan profil Threads orang-orang &amp;quot;akan menyebabkan kerugian yang tidak dapat diperbaiki&amp;quot;.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Mengingat basis pengguna, pengumpulan data, dan sumber daya keuangannya yang luas, &amp;ldquo;Praktik Meta di pasar merupakan penghalang masuk&amp;rdquo; bagi calon pesaing, tambah otoritas tersebut.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Meta mengatakan akan memungkinkan pengguna Threads yang sudah ada untuk menghapus atau menonaktifkan profil mereka sebelum batas waktu 29 April, dengan kemungkinan untuk mengaktifkannya kembali jika keputusan tersebut dibatalkan.&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
