<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Tips Aman dan Nyaman saat Mudik Mobil dari Jakarta Defensive Driving</title><description>Pemudik diharapkan memastikan kendaraan yang akan dibawa mudik berada dalam kondisi laik jalan</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/04/02/52/2991429/tips-aman-dan-nyaman-saat-mudik-mobil-dari-jakarta-defensive-driving</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2024/04/02/52/2991429/tips-aman-dan-nyaman-saat-mudik-mobil-dari-jakarta-defensive-driving"/><item><title> Tips Aman dan Nyaman saat Mudik Mobil dari Jakarta Defensive Driving</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/04/02/52/2991429/tips-aman-dan-nyaman-saat-mudik-mobil-dari-jakarta-defensive-driving</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2024/04/02/52/2991429/tips-aman-dan-nyaman-saat-mudik-mobil-dari-jakarta-defensive-driving</guid><pubDate>Selasa 02 April 2024 12:32 WIB</pubDate><dc:creator>Maruf El Rumi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/02/52/2991429/tips-aman-dan-nyaman-saat-mudik-mobil-dari-jakarta-defensive-driving-mbczWlA19G.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Suasana Ramadhan Road Safety Fair 2024 yang digelar JDDC beberapa waktu lalu. (Foto : Okezone/Maruf)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/02/52/2991429/tips-aman-dan-nyaman-saat-mudik-mobil-dari-jakarta-defensive-driving-mbczWlA19G.jpeg</image><title>Suasana Ramadhan Road Safety Fair 2024 yang digelar JDDC beberapa waktu lalu. (Foto : Okezone/Maruf)</title></images><description>JAKARTA - Arus mudik tahun 2024 diperkirakan akan mengalami lonjakan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan, jumlah pemudik Lebaran tahun 2024 lebih dari 190 juta orang. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan 2023 yang hanya 134 juta.
Kemenhub memperkirakan pergerakan masyarakat akan dimulai H-7 (3/4/2024) dan puncak tertinggi di H-2. Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya telah melakukan beberapa langkah untuk antisipasi lonjakan pergerakan masyarakat tersebut. Selain dari pemerintah, persiapan juga harus dilakukan pemudik sendiri.

BACA JUGA:
Catat, Ini Nomor Darurat yang Perlu Disimpan Pemudik dengan Mobil Pribadi&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Baik dari sisi pemudik atau juga kendaraan yang digunakan. &quot;Pastikan kendaraan yang akan dibawa mudik berada dalam kondisi laik jalan,&quot; kata Ketua Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, akhir pekan lalu di Jakarta.
Menurut dia, beberapa aspek yang harus dipastikan terkait kelaikan kendaraan yang akan digunakan mudik adalah mesin, belt, kelistrikan, manifold/exhaust, ventilasi ruang mesin dan Penumpang, rem serta ban. Harapannya, agar tidak mengalami gangguan selama perjalanan mudik dilakukan.


BACA JUGA:
Mudik Pakai Mobil, Perhatikan Hal Ini Agar Sistem Pengereman Tetap Optimal&amp;nbsp;

Selain kesiapan mobil, kondisi pengendara juga harus jadi acuan. Misalnya, terkait kondisi tubuh apakah fit atau tidak, kemudian tidak memiliki masalah kognitif atau kemampuan berpikir, termasuk juga sedang tidak ada masalah berat yang bisa ganggu konsentrasi.&quot;Problem-problem berat akan memengaruhi konsentrasi. Penurunan konsentrasi membuat kemampuan persepsi menurun, kemampuan analisa - solusi kontrol emosi juga menjadi tidak stabil,&quot; tambah Jusri.
Khusus pengendara motor, bermotor diwajibkan memiliki manajemen yg baik. Seperti, memilih rute yang akan dilalui, mengetahui waktu rekayasa lalulintas, mengelola barang yg akan dibawa sehingga tidak mengganggu faktor kenyamanan, konsumsi BBM karena beban kerja mesin jadi berat, dan tentu saja pertimbangan keamanan serta keselamatan.


BACA JUGA:
Ada 193,6 Juta Pemudik, Jangan Pulang Kampung Naik Motor!&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Faktor keselamatan dan keamanan itu yang selalu dikampanyekan JDDC baik melalui media, penyelenggaran training &amp;ndash; training serta sertifikasi pengemudi di beberapa kota di Indonesia seperti Aceh, Sumatera Utara, Jakarta dan Manado.
Atau melalui program &amp;ndash; program Webinar pada, mengisi acara sosialisasi Mudik Aman 2024 untuk LSM penggiat keselamatan berlalulintas, serta dengan perisahaan multi internasional di Ramadhan Road Road Safety Fair 2024.

BACA JUGA:
Honda Bakal Luncurkan Motor Listrik SC e: Concept, Tinggal Tentukan Harga

Khusus Ramadhan Road Safety Fair 2024, JDDC menggandeng perusaha otomotif mobil listrik seperti BYD, Chery dan Neta. &quot;Kami juga menyampaikan seputar keselamatan berlalulintas pada musim mudik,&quot; pungkas Jusri.</description><content:encoded>JAKARTA - Arus mudik tahun 2024 diperkirakan akan mengalami lonjakan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan, jumlah pemudik Lebaran tahun 2024 lebih dari 190 juta orang. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan 2023 yang hanya 134 juta.
Kemenhub memperkirakan pergerakan masyarakat akan dimulai H-7 (3/4/2024) dan puncak tertinggi di H-2. Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya telah melakukan beberapa langkah untuk antisipasi lonjakan pergerakan masyarakat tersebut. Selain dari pemerintah, persiapan juga harus dilakukan pemudik sendiri.

BACA JUGA:
Catat, Ini Nomor Darurat yang Perlu Disimpan Pemudik dengan Mobil Pribadi&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Baik dari sisi pemudik atau juga kendaraan yang digunakan. &quot;Pastikan kendaraan yang akan dibawa mudik berada dalam kondisi laik jalan,&quot; kata Ketua Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, akhir pekan lalu di Jakarta.
Menurut dia, beberapa aspek yang harus dipastikan terkait kelaikan kendaraan yang akan digunakan mudik adalah mesin, belt, kelistrikan, manifold/exhaust, ventilasi ruang mesin dan Penumpang, rem serta ban. Harapannya, agar tidak mengalami gangguan selama perjalanan mudik dilakukan.


BACA JUGA:
Mudik Pakai Mobil, Perhatikan Hal Ini Agar Sistem Pengereman Tetap Optimal&amp;nbsp;

Selain kesiapan mobil, kondisi pengendara juga harus jadi acuan. Misalnya, terkait kondisi tubuh apakah fit atau tidak, kemudian tidak memiliki masalah kognitif atau kemampuan berpikir, termasuk juga sedang tidak ada masalah berat yang bisa ganggu konsentrasi.&quot;Problem-problem berat akan memengaruhi konsentrasi. Penurunan konsentrasi membuat kemampuan persepsi menurun, kemampuan analisa - solusi kontrol emosi juga menjadi tidak stabil,&quot; tambah Jusri.
Khusus pengendara motor, bermotor diwajibkan memiliki manajemen yg baik. Seperti, memilih rute yang akan dilalui, mengetahui waktu rekayasa lalulintas, mengelola barang yg akan dibawa sehingga tidak mengganggu faktor kenyamanan, konsumsi BBM karena beban kerja mesin jadi berat, dan tentu saja pertimbangan keamanan serta keselamatan.


BACA JUGA:
Ada 193,6 Juta Pemudik, Jangan Pulang Kampung Naik Motor!&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Faktor keselamatan dan keamanan itu yang selalu dikampanyekan JDDC baik melalui media, penyelenggaran training &amp;ndash; training serta sertifikasi pengemudi di beberapa kota di Indonesia seperti Aceh, Sumatera Utara, Jakarta dan Manado.
Atau melalui program &amp;ndash; program Webinar pada, mengisi acara sosialisasi Mudik Aman 2024 untuk LSM penggiat keselamatan berlalulintas, serta dengan perisahaan multi internasional di Ramadhan Road Road Safety Fair 2024.

BACA JUGA:
Honda Bakal Luncurkan Motor Listrik SC e: Concept, Tinggal Tentukan Harga

Khusus Ramadhan Road Safety Fair 2024, JDDC menggandeng perusaha otomotif mobil listrik seperti BYD, Chery dan Neta. &quot;Kami juga menyampaikan seputar keselamatan berlalulintas pada musim mudik,&quot; pungkas Jusri.</content:encoded></item></channel></rss>
