<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tinggalkan Tesla, BYD Catatkan Produksi 7 Juta Unit Kendaraan Listrik</title><description>BYD merayakan produksi ke-7 juta unit kendaraan listriknya.&amp;nbsp;</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/04/02/52/2991393/tinggalkan-tesla-byd-catatkan-produksi-7-juta-unit-kendaraan-listrik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2024/04/02/52/2991393/tinggalkan-tesla-byd-catatkan-produksi-7-juta-unit-kendaraan-listrik"/><item><title>Tinggalkan Tesla, BYD Catatkan Produksi 7 Juta Unit Kendaraan Listrik</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/04/02/52/2991393/tinggalkan-tesla-byd-catatkan-produksi-7-juta-unit-kendaraan-listrik</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2024/04/02/52/2991393/tinggalkan-tesla-byd-catatkan-produksi-7-juta-unit-kendaraan-listrik</guid><pubDate>Selasa 02 April 2024 13:21 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Fadli Ramadan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/02/52/2991393/tinggalkan-tesla-byd-catatkan-produksi-7-juta-unit-kendaraan-listrik-O4B19yUqdy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BYD catatkan produksi ke-7 juta kendaraan listrik. (InsideEV)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/02/52/2991393/tinggalkan-tesla-byd-catatkan-produksi-7-juta-unit-kendaraan-listrik-O4B19yUqdy.jpg</image><title>BYD catatkan produksi ke-7 juta kendaraan listrik. (InsideEV)</title></images><description>



JAKARTA &amp;ndash; BYD merayakan produksi 7 juta unit kendaraan energi baru (NEV) dari pabrik produksinya di Jinan, Provinsi Shandong, China. Model ke-7 juta yang diproduksi adalah Denza N7.

Diketahui, saat ini BYD memimpin pasar mobil listrik dengan mengalahkan penjualan Tesla pada kuartal keempat tahun 2023. Raksasa otomotif asal China itu juga menduduki peringkat pertama secara global untuk pertama kalinya dalam penjualan mobil listrik.

BYD juga melaporkan penjualan NEV tahunan lebih dari 3,02 juta unit pada tahun lalu. Capaian ini mempertahankan kepemimpinannya di pasar NEV global. BYD telah menjual berbagai jenis mobil dengan beragam powertrain pada 78 negara di dunia.

Untuk memenuhi permintaan, BYD  membangun sejumlah pabrik di beberapa negara, seperti Brasil, Hungaria, dan Thailand. Pabrik-pabrik tersebut memproduksi sejumlah model powertrain, bukan hanya berbasis listrik tapi juga hidrogen.








BACA JUGA:
Alasan PLN Borong 10 Ribu Mobil Listrik BYD







Melansir Insideevs, saat ini pasar utama BYD adalah di China tapi akan terus berusaha meningkatkan penjualan di luar negeri. Pada 2024, mereka menargetkan dua kali lipat jumlah ekspor yang ada pada tahun lalu.






BACA JUGA:
BYD Groundbreaking Pabrik di Indonesia Juli, Produksi Mobil Listrik Mulai 2026









Sementara pada 2025, mereka menargetkan penjualan mobil energi baru mencapai 1 juta unit di luar China. Hal ini dilakukan seiring peluncuran model dan teknologi terbaru dari BYD.

Langkah penting lainnya bagi BYD adalah peluncuran pasar teknologi plug-in hybrid Dual Mode (DM) generasi kelima, yang dijadwalkan pada Mei 2024. Teknologi ini dijanjikan meningkatkan penghematan bahan bakar menjadi 2,9 liter per 100 km saat berkendara dengan baterai habis.




Sementara jangkauan total dengan tangki bahan bakar penuh dan muatan kendaraan dalam batas maksimal, dijanjikan mencapai 1.240 mil (2.000 km) berdasarkan hasil pengujian CLTC.








BACA JUGA:
Mobil Listrik Baru BYD Resmi Meluncur, Harganya Rp200 Jutaan








Ketua dan Presiden BYD, Wang Chuanfu, mengatakan teknologi DM generasi kelima akan menyebar secara bertahap, tergantung pada kondisi pasar. Generasi sebelumnya diluncurkan pada 2021, dan generasi baru diperkirakan akan sangat populer.



BYD saat ini juga tengah meningcar pasar Asia Tenggara, dengan pertumbuhan pasar kendaraan listrik yang cukup besar di negara-negara seperti Indonesia, Thailand, dan Vietnam.

</description><content:encoded>



JAKARTA &amp;ndash; BYD merayakan produksi 7 juta unit kendaraan energi baru (NEV) dari pabrik produksinya di Jinan, Provinsi Shandong, China. Model ke-7 juta yang diproduksi adalah Denza N7.

Diketahui, saat ini BYD memimpin pasar mobil listrik dengan mengalahkan penjualan Tesla pada kuartal keempat tahun 2023. Raksasa otomotif asal China itu juga menduduki peringkat pertama secara global untuk pertama kalinya dalam penjualan mobil listrik.

BYD juga melaporkan penjualan NEV tahunan lebih dari 3,02 juta unit pada tahun lalu. Capaian ini mempertahankan kepemimpinannya di pasar NEV global. BYD telah menjual berbagai jenis mobil dengan beragam powertrain pada 78 negara di dunia.

Untuk memenuhi permintaan, BYD  membangun sejumlah pabrik di beberapa negara, seperti Brasil, Hungaria, dan Thailand. Pabrik-pabrik tersebut memproduksi sejumlah model powertrain, bukan hanya berbasis listrik tapi juga hidrogen.








BACA JUGA:
Alasan PLN Borong 10 Ribu Mobil Listrik BYD







Melansir Insideevs, saat ini pasar utama BYD adalah di China tapi akan terus berusaha meningkatkan penjualan di luar negeri. Pada 2024, mereka menargetkan dua kali lipat jumlah ekspor yang ada pada tahun lalu.






BACA JUGA:
BYD Groundbreaking Pabrik di Indonesia Juli, Produksi Mobil Listrik Mulai 2026









Sementara pada 2025, mereka menargetkan penjualan mobil energi baru mencapai 1 juta unit di luar China. Hal ini dilakukan seiring peluncuran model dan teknologi terbaru dari BYD.

Langkah penting lainnya bagi BYD adalah peluncuran pasar teknologi plug-in hybrid Dual Mode (DM) generasi kelima, yang dijadwalkan pada Mei 2024. Teknologi ini dijanjikan meningkatkan penghematan bahan bakar menjadi 2,9 liter per 100 km saat berkendara dengan baterai habis.




Sementara jangkauan total dengan tangki bahan bakar penuh dan muatan kendaraan dalam batas maksimal, dijanjikan mencapai 1.240 mil (2.000 km) berdasarkan hasil pengujian CLTC.








BACA JUGA:
Mobil Listrik Baru BYD Resmi Meluncur, Harganya Rp200 Jutaan








Ketua dan Presiden BYD, Wang Chuanfu, mengatakan teknologi DM generasi kelima akan menyebar secara bertahap, tergantung pada kondisi pasar. Generasi sebelumnya diluncurkan pada 2021, dan generasi baru diperkirakan akan sangat populer.



BYD saat ini juga tengah meningcar pasar Asia Tenggara, dengan pertumbuhan pasar kendaraan listrik yang cukup besar di negara-negara seperti Indonesia, Thailand, dan Vietnam.

</content:encoded></item></channel></rss>
