<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mudik Pakai Mobil, Perhatikan Hal Ini Agar Sistem Pengereman Tetap Optimal </title><description>Sistem pengereman menjadi salah satu komponen terpenting bagi mobil selama mudik.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/04/01/52/2991178/mudik-pakai-mobil-perhatikan-hal-ini-agar-sistem-pengereman-tetap-optimal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2024/04/01/52/2991178/mudik-pakai-mobil-perhatikan-hal-ini-agar-sistem-pengereman-tetap-optimal"/><item><title>Mudik Pakai Mobil, Perhatikan Hal Ini Agar Sistem Pengereman Tetap Optimal </title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/04/01/52/2991178/mudik-pakai-mobil-perhatikan-hal-ini-agar-sistem-pengereman-tetap-optimal</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2024/04/01/52/2991178/mudik-pakai-mobil-perhatikan-hal-ini-agar-sistem-pengereman-tetap-optimal</guid><pubDate>Senin 01 April 2024 19:30 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Fadli Ramadan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/01/52/2991178/mudik-pakai-mobil-perhatikan-hal-ini-agar-sistem-pengereman-tetap-optimal-WxbbFH1F4c.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/01/52/2991178/mudik-pakai-mobil-perhatikan-hal-ini-agar-sistem-pengereman-tetap-optimal-WxbbFH1F4c.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Sebanyak 193,6 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik Lebaran tahun ini, dengan 35,4 juta di antaranya menggunakan mobil pribadi.
Sebelum melakukan perjalanan jarak jauh, pemudik wajib melakukan perawatan pada mobil mereka. Terutama pada sistem pengereman yang menjadi komponen terpenting untuk menjaga keselamatan di sepanjang perjalanan.

BACA JUGA:
Ada 193,6 Juta Pemudik, Jangan Pulang Kampung Naik Motor!&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Sistem pengereman menjadi salah satu komponen terpenting pada sebuah kendaraan. Tugasnya adalah memperlambat sampai menghentikan laju. Jika bermasalah, maka bisa mengalami kecelakaan.
Salah satu komponen dalam sistem pengereman yang perlu dilakukan perawatan adalah kampas rem. Pasalnya, komponen tersebut yang berfungsi mengurangi kecepatan kendaraan ketika bergesekan dengan piringan cakram.&amp;nbsp;
Rachmat Dwinata selaku Bendix Representative di Indonesia menegaskan perawatan pada sistem pengereman sangat diperlukan. Selain itu, ada hal yang perlu dipahami pengendara agar kampas rem tetap awet dan memiliki kinerja optimal.

BACA JUGA:
Ada Diskon Tarif 10% di Tol Cipali dan Jombang-Mojokerto, Pemudik Cek Tanggalnya!&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Pertama itu hindari hard braking, itu sangat bahaya. Kedua perawatan rutin itu perlu, jadi jangan tunggu sudah bunyi baru cek. Kemudian flushing minyak rem itu 20.000 km dilakukan, ketebalan (disc brake/piringan) diperhatikan,&amp;rdquo; kata Rachmat di Jakarta Barat, beberapa waktu lalu.
Dikatakan Rachmat, pengereman keras bisa menjadi salah satu pemicu kampas rem cepat habis. Mengingat sangat sulit mengenali kampas rem yang sudah menipis jika tidak membuka kaliper rem.
&amp;ldquo;Ciri-ciri kampas rem yang sudah habis itu sebenarnya gak ada. Makanya saya saya sarankan untuk melakukan perawatan rutin. Jadi secara berkala itu dicek, kalau memang 20.000-30.000 km sudah tipis, itu bisa kita analisa,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;ldquo;Ada beberapa penyebab kampas rem tak bekerja optimal, apakah minyak remnya sudah kotor, kaliper piston sudah lemah. Memang agak susah, karena komponen rem itu tertutup,&amp;rdquo; sambung Rachmat.

BACA JUGA:
Klakson Telolet Ternyata Bisa Bikin Rem Blong, Ini Penjelasannya

Sementara untuk kendaraan yang terparkir dalam waktu lama, Rachmat menyarankan untuk melakukan perawatan pada kampas rem sebelum bepergian jauh. Pasalnya, dikhawatirkan ada debu atau pasir yang menumpuk sehingga menyebabkan kampas rem tak mencengkeram piringan dengan baik.
&amp;ldquo;Kalau untuk mobil tidak sering dipakai, kampas remnya cuma perlu dibersihkan saja dari debu-debu biar optimal lagi. Kalau soal umum kampas rem itu sendiri tidak ada, asalkan masih baik materialnya,&amp;rdquo; ungkapnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Sebanyak 193,6 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik Lebaran tahun ini, dengan 35,4 juta di antaranya menggunakan mobil pribadi.
Sebelum melakukan perjalanan jarak jauh, pemudik wajib melakukan perawatan pada mobil mereka. Terutama pada sistem pengereman yang menjadi komponen terpenting untuk menjaga keselamatan di sepanjang perjalanan.

BACA JUGA:
Ada 193,6 Juta Pemudik, Jangan Pulang Kampung Naik Motor!&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Sistem pengereman menjadi salah satu komponen terpenting pada sebuah kendaraan. Tugasnya adalah memperlambat sampai menghentikan laju. Jika bermasalah, maka bisa mengalami kecelakaan.
Salah satu komponen dalam sistem pengereman yang perlu dilakukan perawatan adalah kampas rem. Pasalnya, komponen tersebut yang berfungsi mengurangi kecepatan kendaraan ketika bergesekan dengan piringan cakram.&amp;nbsp;
Rachmat Dwinata selaku Bendix Representative di Indonesia menegaskan perawatan pada sistem pengereman sangat diperlukan. Selain itu, ada hal yang perlu dipahami pengendara agar kampas rem tetap awet dan memiliki kinerja optimal.

BACA JUGA:
Ada Diskon Tarif 10% di Tol Cipali dan Jombang-Mojokerto, Pemudik Cek Tanggalnya!&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Pertama itu hindari hard braking, itu sangat bahaya. Kedua perawatan rutin itu perlu, jadi jangan tunggu sudah bunyi baru cek. Kemudian flushing minyak rem itu 20.000 km dilakukan, ketebalan (disc brake/piringan) diperhatikan,&amp;rdquo; kata Rachmat di Jakarta Barat, beberapa waktu lalu.
Dikatakan Rachmat, pengereman keras bisa menjadi salah satu pemicu kampas rem cepat habis. Mengingat sangat sulit mengenali kampas rem yang sudah menipis jika tidak membuka kaliper rem.
&amp;ldquo;Ciri-ciri kampas rem yang sudah habis itu sebenarnya gak ada. Makanya saya saya sarankan untuk melakukan perawatan rutin. Jadi secara berkala itu dicek, kalau memang 20.000-30.000 km sudah tipis, itu bisa kita analisa,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;ldquo;Ada beberapa penyebab kampas rem tak bekerja optimal, apakah minyak remnya sudah kotor, kaliper piston sudah lemah. Memang agak susah, karena komponen rem itu tertutup,&amp;rdquo; sambung Rachmat.

BACA JUGA:
Klakson Telolet Ternyata Bisa Bikin Rem Blong, Ini Penjelasannya

Sementara untuk kendaraan yang terparkir dalam waktu lama, Rachmat menyarankan untuk melakukan perawatan pada kampas rem sebelum bepergian jauh. Pasalnya, dikhawatirkan ada debu atau pasir yang menumpuk sehingga menyebabkan kampas rem tak mencengkeram piringan dengan baik.
&amp;ldquo;Kalau untuk mobil tidak sering dipakai, kampas remnya cuma perlu dibersihkan saja dari debu-debu biar optimal lagi. Kalau soal umum kampas rem itu sendiri tidak ada, asalkan masih baik materialnya,&amp;rdquo; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
