<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penjualan Mobil Listrik Hyundai Turun Drastis pada Awal 2024, Ada Apa?</title><description>Hyundai angkat bicara soal penjualan mobil listriknya yang turun drastis pada awal 2024.&amp;nbsp;</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/03/23/52/2987180/penjualan-mobil-listrik-hyundai-turun-drastis-pada-awal-2024-ada-apa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2024/03/23/52/2987180/penjualan-mobil-listrik-hyundai-turun-drastis-pada-awal-2024-ada-apa"/><item><title>Penjualan Mobil Listrik Hyundai Turun Drastis pada Awal 2024, Ada Apa?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/03/23/52/2987180/penjualan-mobil-listrik-hyundai-turun-drastis-pada-awal-2024-ada-apa</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2024/03/23/52/2987180/penjualan-mobil-listrik-hyundai-turun-drastis-pada-awal-2024-ada-apa</guid><pubDate>Sabtu 23 Maret 2024 12:11 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Fadli Ramadan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/23/52/2987180/penjualan-mobil-listrik-hyundai-turun-drastis-pada-awal-2024-ada-apa-ZJ7Qigr0Md.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hyundai Ioniq 5 facelift (Dok Hyundai)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/23/52/2987180/penjualan-mobil-listrik-hyundai-turun-drastis-pada-awal-2024-ada-apa-ZJ7Qigr0Md.jpg</image><title>Hyundai Ioniq 5 facelift (Dok Hyundai)</title></images><description>


JAKARTA - PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) mengakui penjualan mobil listrik pada awal 2024 menurun. Penjualan awal 2024 ini masih jauh dari target yang ditetapkan.

Berdasarkan data wholesales atau distribusi dari pabrik ke diler Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Hyundai hanya mampu menjual 312 unit kendaraan listrik. Rinciannya 302 unit Hyundai Ioniq 5 dan 10 unit Hyundai Ioniq 6.

Bila dirinci, pejualan Hyundai Ioniq 5 pada Januari 2024 mencapai 268 unit dan  pada Februari 2024 angkanya menurun hanya menjadi 34 unit. Sementara Hyundai Ioniq 6 pada awal tahun ini hanya terdistribusi sebanyak 7 unit, sedangkan pada Februari hanya dikirim sebanyak 3 unit ke diler.






BACA JUGA:
Ratusan Ribu Unit Hyundai di Korsel Kena Recall, Bagaimana dengan Indonesia?











&quot;Tahun lalu market sudah turun di bawah 2022. Berlangsung terus selama 2023 sampai Januari dan puncaknya di Februari kemarin,&quot; kata Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) Fransiscus Soerjopranoto di Jakarta Pusat, belum lama ini.





BACA JUGA:
Penjualan Mobil di Indonesia Turun pada Februari 2024&amp;nbsp;











Dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu, penjualan mobil listrik Hyundai berbeda jauh. Pada dua bulan pertama 2023, wholesales Hyundai Ioniq 5 mencapai 447 unit, yaitu 234 unit pada Januari dan 213 unit pada Februari. Sementara belum ada Hyundai Ioniq 6 karena baru didistribusi pada Juli 2023.

&quot;Januari kemarin levelnya di 70-an ribu, Februari di 60-an ribu. Kita belum pernah lihat market drop sampai sesignifikan itu. Faktornya ada banyak, ada kenaikan harga. Kemudian interest rate masih tinggi. Ada pilpres, regulasi, nah itu akumulatif,&quot; ujar Frans.



Penjualan mobil listrik Hyundai tahun lalu melonjak drastis berkat dukungan insentif pemerintah berupa potongan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10 persen dari 11 persen. Syaratnya kendaraan listrik tersebut telah memenuhi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) minimal 40 persen dan dirakit secara lokal.







BACA JUGA:
Soal Wacana Mobil Rakyat di Bawah Rp250 Juta, Ini Respons Hyundai












Tahun ini, pemerintah memutuskan untuk melanjutkan program tersebut demi meningkatkan kembali penjualan mobil listrik. Namun, penerapannya masih harus menunggu Keputusan Menteri Perindustrian perihal model mobil listrik yang mendapat insentif PPN DTP 2024.



&quot;Kita juga terima kasih karena Kemenkeu sudah keluarin aturannya. Kemudian kita juga bisa berjualan mobil listrik kembali dengan menggunakan skema pajak terbaru. Sekarang tinggal tunggu aja,&quot; tuturnya.



</description><content:encoded>


JAKARTA - PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) mengakui penjualan mobil listrik pada awal 2024 menurun. Penjualan awal 2024 ini masih jauh dari target yang ditetapkan.

Berdasarkan data wholesales atau distribusi dari pabrik ke diler Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Hyundai hanya mampu menjual 312 unit kendaraan listrik. Rinciannya 302 unit Hyundai Ioniq 5 dan 10 unit Hyundai Ioniq 6.

Bila dirinci, pejualan Hyundai Ioniq 5 pada Januari 2024 mencapai 268 unit dan  pada Februari 2024 angkanya menurun hanya menjadi 34 unit. Sementara Hyundai Ioniq 6 pada awal tahun ini hanya terdistribusi sebanyak 7 unit, sedangkan pada Februari hanya dikirim sebanyak 3 unit ke diler.






BACA JUGA:
Ratusan Ribu Unit Hyundai di Korsel Kena Recall, Bagaimana dengan Indonesia?











&quot;Tahun lalu market sudah turun di bawah 2022. Berlangsung terus selama 2023 sampai Januari dan puncaknya di Februari kemarin,&quot; kata Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) Fransiscus Soerjopranoto di Jakarta Pusat, belum lama ini.





BACA JUGA:
Penjualan Mobil di Indonesia Turun pada Februari 2024&amp;nbsp;











Dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu, penjualan mobil listrik Hyundai berbeda jauh. Pada dua bulan pertama 2023, wholesales Hyundai Ioniq 5 mencapai 447 unit, yaitu 234 unit pada Januari dan 213 unit pada Februari. Sementara belum ada Hyundai Ioniq 6 karena baru didistribusi pada Juli 2023.

&quot;Januari kemarin levelnya di 70-an ribu, Februari di 60-an ribu. Kita belum pernah lihat market drop sampai sesignifikan itu. Faktornya ada banyak, ada kenaikan harga. Kemudian interest rate masih tinggi. Ada pilpres, regulasi, nah itu akumulatif,&quot; ujar Frans.



Penjualan mobil listrik Hyundai tahun lalu melonjak drastis berkat dukungan insentif pemerintah berupa potongan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10 persen dari 11 persen. Syaratnya kendaraan listrik tersebut telah memenuhi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) minimal 40 persen dan dirakit secara lokal.







BACA JUGA:
Soal Wacana Mobil Rakyat di Bawah Rp250 Juta, Ini Respons Hyundai












Tahun ini, pemerintah memutuskan untuk melanjutkan program tersebut demi meningkatkan kembali penjualan mobil listrik. Namun, penerapannya masih harus menunggu Keputusan Menteri Perindustrian perihal model mobil listrik yang mendapat insentif PPN DTP 2024.



&quot;Kita juga terima kasih karena Kemenkeu sudah keluarin aturannya. Kemudian kita juga bisa berjualan mobil listrik kembali dengan menggunakan skema pajak terbaru. Sekarang tinggal tunggu aja,&quot; tuturnya.



</content:encoded></item></channel></rss>
