<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Orang Indonesia Beli Mobil Listrik karena Ikuti Tren, Bukan Peduli Lingkungan</title><description>Orang Indonesia Beli Mobil Listrik karena Ikuti Tren, Bukan Peduli Lingkungan
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/03/01/52/2977663/null</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2024/03/01/52/2977663/null"/><item><title>Orang Indonesia Beli Mobil Listrik karena Ikuti Tren, Bukan Peduli Lingkungan</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2024/03/01/52/2977663/null</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2024/03/01/52/2977663/null</guid><pubDate>Jum'at 01 Maret 2024 18:13 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Fadli Ramadan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/01/52/2977663/orang-indonesia-beli-mobil-listrik-karena-ikuti-tren-bukan-peduli-lingkungan-ONtMUGjjcD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Orang Indonesia beli mobil listrik karena tren, bukan peduli lingkungan. (Ilustrasi/Freepik) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/01/52/2977663/orang-indonesia-beli-mobil-listrik-karena-ikuti-tren-bukan-peduli-lingkungan-ONtMUGjjcD.jpg</image><title>Orang Indonesia beli mobil listrik karena tren, bukan peduli lingkungan. (Ilustrasi/Freepik) </title></images><description>



JAKARTA - Industri otomotif Indonesia saat ini dipenuhi mobil listrik yang didominasi pabrikan asal China. Pengguna kendaraan ramah lingkungan itu di Jakarta juga saat ini semakin besar.

Sales &amp;amp; Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM), Yusak Billy mengungkapkan, alasan masyarakat Indonesia mulai beralih ke mobil listrik. Menurutnya, hal utama bukan karena peduli lingkungan, tapi mengikuti tren.

&amp;ldquo;Saya pernah ngomong di IIMS, survei kami di internal, mereka FOMO (fear of missing out). Nomor dua kita lihat ganjil genap, dan ketiga driving experience berbeda juga biayanya,&amp;rdquo; kata Billy kepada wartawan di Jakarta Pusat, Kamis (29/2/2024).

Diketahui, Honda masih melakukan riset dan sosialisasi terhadap kendaraan listrik sebelum memutuskan menjualnya. Produsen asal Jepang itu memberikan sejumlah unit Honda e: dan N-Van e: kepada beberapa instansi untuk dilakukan pengujian.







BACA JUGA:
Setelah 10 Tahun, Apple Resmi Hentikan Proyek Pembuatan Mobil Listrik










Survei juga dilakukan ke sejumlah masyarkat dengan tujuan mengetahui apa yang diinginkan calon konsumen terhadap kendaraan listrik. Masalah utama yang ditemui adalah infrastruktur yang belum memadai dan keraguan terhadap tekonologi itu sendiri.






BACA JUGA:
Heboh dalam 20 Detik, Mobil Listrik Hyundai Ioniq 5 Dicuri










&amp;ldquo;Mereka yang enggak mau beli keluhannya di infrastruktur. Chargernya susah. Sama masih nunggu teknologi baru. Sekarang kan ngecharge lama, kalau ada yang 1 jam bisa 1000km. Mereka masih banyak yag nunggu. Nilai jual kembalinya takut jatuh,&amp;rdquo; ujar Billy.


Selain itu, Billy mengatakan berdasarkan survei, masyarakat Indonesia belum semuanya sadar dengan teknologi. Oleh sebab itu, Honda melakukan berbagai aktivitas yang menyasar anak muda untuk memperkenalkan teknologi mobil listrik.







BACA JUGA:
Huawei Bakal Bikin Stasiun Charging Mobil Listrik, Ngecas 1 Detik untuk 1 Km










&amp;ldquo;Thailand dan Malaysia sudah 300-400 ribu yang punya mobil. Jadi udah gede, sekitar 30 persen rakyatnya punya mobil. Sudah mapan. Teknologi juga sudah melek sekali. Kalau kita kan masih bertumbuh. Nah segmen mana yang terus berkembang, kita pelajari, apakah first time buyer, kedua, ketiga,&amp;rdquo; tuturnya.



Saat ini, Honda hanya memasarkan mobil hybrid, yakno CR-V HEV dan Accord HEV, sebagai lini model elektrifikasinya. Mereka belum membocorkan jenis mobil listrik apa yang akan dijual, mengingat Honda e: saat ini sudah berhenti produksi.

</description><content:encoded>



JAKARTA - Industri otomotif Indonesia saat ini dipenuhi mobil listrik yang didominasi pabrikan asal China. Pengguna kendaraan ramah lingkungan itu di Jakarta juga saat ini semakin besar.

Sales &amp;amp; Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM), Yusak Billy mengungkapkan, alasan masyarakat Indonesia mulai beralih ke mobil listrik. Menurutnya, hal utama bukan karena peduli lingkungan, tapi mengikuti tren.

&amp;ldquo;Saya pernah ngomong di IIMS, survei kami di internal, mereka FOMO (fear of missing out). Nomor dua kita lihat ganjil genap, dan ketiga driving experience berbeda juga biayanya,&amp;rdquo; kata Billy kepada wartawan di Jakarta Pusat, Kamis (29/2/2024).

Diketahui, Honda masih melakukan riset dan sosialisasi terhadap kendaraan listrik sebelum memutuskan menjualnya. Produsen asal Jepang itu memberikan sejumlah unit Honda e: dan N-Van e: kepada beberapa instansi untuk dilakukan pengujian.







BACA JUGA:
Setelah 10 Tahun, Apple Resmi Hentikan Proyek Pembuatan Mobil Listrik










Survei juga dilakukan ke sejumlah masyarkat dengan tujuan mengetahui apa yang diinginkan calon konsumen terhadap kendaraan listrik. Masalah utama yang ditemui adalah infrastruktur yang belum memadai dan keraguan terhadap tekonologi itu sendiri.






BACA JUGA:
Heboh dalam 20 Detik, Mobil Listrik Hyundai Ioniq 5 Dicuri










&amp;ldquo;Mereka yang enggak mau beli keluhannya di infrastruktur. Chargernya susah. Sama masih nunggu teknologi baru. Sekarang kan ngecharge lama, kalau ada yang 1 jam bisa 1000km. Mereka masih banyak yag nunggu. Nilai jual kembalinya takut jatuh,&amp;rdquo; ujar Billy.


Selain itu, Billy mengatakan berdasarkan survei, masyarakat Indonesia belum semuanya sadar dengan teknologi. Oleh sebab itu, Honda melakukan berbagai aktivitas yang menyasar anak muda untuk memperkenalkan teknologi mobil listrik.







BACA JUGA:
Huawei Bakal Bikin Stasiun Charging Mobil Listrik, Ngecas 1 Detik untuk 1 Km










&amp;ldquo;Thailand dan Malaysia sudah 300-400 ribu yang punya mobil. Jadi udah gede, sekitar 30 persen rakyatnya punya mobil. Sudah mapan. Teknologi juga sudah melek sekali. Kalau kita kan masih bertumbuh. Nah segmen mana yang terus berkembang, kita pelajari, apakah first time buyer, kedua, ketiga,&amp;rdquo; tuturnya.



Saat ini, Honda hanya memasarkan mobil hybrid, yakno CR-V HEV dan Accord HEV, sebagai lini model elektrifikasinya. Mereka belum membocorkan jenis mobil listrik apa yang akan dijual, mengingat Honda e: saat ini sudah berhenti produksi.

</content:encoded></item></channel></rss>
